Satu Jenis Pohon Mangga Berbuah Tiga Jenis

Caranya

  1. Siapkan biji mangga dan tanam pada tempat yang telah kita sediakan. 
  2. Setelah tumbuh rawat dengan baik hingga berumur kurang lebih satu tahun dan tinggi pohon 50 s.d. 80 cm. Potong ujung pohon tersebut dan biarkan tumbuh tunas baru yang berjumlah dua sampai empat tunas. 
  3. Tunggu tunas sampai panjangnya 5 sampai 7 cm dan masih berwarna merah, yang bila dipotong masih lunak dan belum terbentuk kayu (tu- nas dengan mudah bisa patah ta-ngan dan daun belum jelas terbentuk). 
  4. Siapkan batang atas dari induk yang bagus/unggul berjumlah 2 sampai 4 batang dengan jenis yang berbeda (misalnya: mangga manalagi, aromanis, golek dan mangga apel masing-masing satu batang). 
  5. Batang atas dalam kondisi istirahat. Yang dimaksud istirahat di sini adalah tidak sedang bertunas, tidak sedang berbunga/berbuah. 
  6. Batang atas tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua ditandai dengan warna daun hijau muda/segar. 
  7. Batang atas harus sehat dan bebas dari penyakit dan jamur serta dari pohon yang sudah berproduksi. 
  8. Ukuran diameter batang atas diusahakan sama dengan batang bawah/tunas. 
  9. Siapkan pisau cutter, tali plastik dan plastik kantong 5 cm x 15 cm. 
  10. Potong tunas mangga dengan cutter dan sisakan 5 cm, belah di te-ngah sedalam belahan 2 cm. 
  11. Potong batang atas sisakan 2 ruas, sayat sehingga berbentuk V dan selipkan ke batang bawah yang telah kita belah, ikat dengan tali rafia/plastik tipis sehingga sambungan tertutup tali rapia/plastik. 
  12. Setelah kita selesai menyambung 2 – 4 sambungan, tutup/kerudungi tiap-tiap sambungan dengan kantong plastik dan usahakan pohon memperoleh sinar matahari 50% s.d. 60% , ini bisa dengan cara membuat peneduh di atasnya. Sekarang proses penyambungan telah selesai, kita tinggal menuggu hasilnya setelah 45 – 60 hari dan berhasil tidaknya dapat kita lihat dari mata ruas batang atas, apa bila berhasil akan ditandai dengan tumbuhnya tunas pada batang atas. Buka plastik krudung serta peneduh dan untuk tali rafia/plastik bisa dilepas setelah tunas yang tumbuh mencapai 2 cm. Setelah tunas baru tumbuh dan proses penyambung-an selesai, kini tinggal perawatan yang perlu kita perhatikan, sebab tanaman yang dirawat dengan baik dan benar pasti akan tumbuh dengan subur dan menghasilkan buah yang baik pula sesuai dengan apa yang kita inginkan. Di sini karena batang atas terdiri atas 2-4 macam jenis mangga maka nanti-nya akan berbuah 2-4 buah jenis mangga, jadi dalam sekali panen kita bisa memanen 2-4 jenis buah mangga dalam satu pohon. Bila kita rawat de-ngan baik dalam 3,5 – 5 tahun sejak penyambungan pohon mangga sudah mulai berbuah.

Perawatan yang perlu kita lakukan adalah:

  • Buang apabila tumbuh tunas yang tidak kita inginkan. 
  • Pupuk dengan pupuk kandang/ kompos dengan jarak 1 meter me-lingkar pohon dan dilakukan sekali dalam setahun dengan jarak yang makin lama makin menjauh sesuai perkembangan akar. 
  • Pupuk UREA, TSP dan KCL dengan perbandingan 3:2:1 dengan jarak pemupukan seperti no 2 dan tanah harus basah. 
  • Oleh karena pemupukan dilakukan 2 kali dalam setahun maka pemupukan usahakan secara ber- gantian misalnya: bulan Januari di pupuk dengan pupuk kandang, maka pemupukan dengan pupuk kimia pada bulan Juli atau sebalik-nya. 
  • Lakukan penyemprotan dengan insektisida apabila pohon mangga diserang hama seperti ulat dan fungisida bila terserang jamur. 
  • Lakukan penyiraman bila tanah kering di musin kemarau supaya tanaman yang kita tanam tidak mati kekeringan. 
  • Agar pohon mangga ki-ta beruah lebat dengan kwalitas buah yang bagus, maka perlu kita semprot dengan perangsang buah/bunga seperti Gandasil B, Antonik atau obat perangsang buah yang lain, karena di samping merangsang buah obat ini juga kan mengurangi kerontokan bagi buah yang masih kecil/bakal buah dan mencegah serangan hama bunga/bakal buah.
Iklan

Mengenal Lebih Dekat Lobster

Silsilah dan Jenis Yang Populer

Diantara berbagai jenis, clawed lobster adalah yang paling populer. Genus ini seperti misalnya genus Homarus berbentuk unik seolah gabungan udang dan kepiting karena mirip udang berukuran besar dengan capit mirip kepiting yang besarnya hampir menyamai badannya. Padahal banyak juga lobster yang bercapit relatif kecil atau bahkan tidak bercapit sama sekali. Dalam silsilah, lobster termasuk ke dalam filum Arthropoda, subfilum Crustacea, kelas Malacotraca, ordo Decapoda, famili Nephropidae. Dari keluarga Nephropidae tersebut masih dapat dibagi lagi ke dalam subfamili dan genera Neophoberinae, Thymopinae dan Nephropinae. 

Pengelompokan lobster dalam perdagangan internasional meliputi: clawed lobster, spiny lobster atau slipper lobster, squat lobster dan reef lobster. Lobster mempunyai berbagai ukuran dan lobsterettes adalah sebutan untuk lobster berukuran kecil. Menurut Guiness World Records, lobster terberat dicatat di Nova Scotia, Canada dengan ukuran timbangan mencapai 20,14 kg. Khusus untuk lobster air tawar dikenal dengan istilah crayfish atau crawfish atau crawdad.

Lobster hidup di lingkungan berbatu, berpasir atau berlumpur di sepanjang garis pantai hingga ujung continental shelf. Binatang yang satu ini gemar menyantap makhluk hidup baik, ikan, moluska, crustacean lainnya, ulat atau tanaman hidup. Ketika mengalami pertumbuhan, lobster akan mengalami pergantian kulit (molting) dan kulit lama tersebut akan dimakan kembali oleh lobster. Ketika proses molting umumnya kondisinya amat lemah dan bagi sebagian species mereka akan berganti warna. Sesekali lobster akan membuat gua di pasir dan dapat bersifat kanibal ketika terkurung, dan hal itu lebih sering terjadi pada budidaya lobster. 

Beberapa species clawed lobster yang banyak diperdagangkan di dunia adalah Cape lobster (Homarinus capensis), American lobster (Homarus americanus), European lobster (Homarus gammarus), Andaman lobster (Metanephrops andamanicus), Norway lobster (Nephrops norvegicus), Florida lobsterette (Nephropsis acuelata), Australian scampi (Metanephrops australiensis), Caribbean lobster (Metanephrops binghami), Bight lobster (Metanephrops boschmai), New Zealand scampi (Metanephrops challengeri) dan Japanese lobster (Metanephrops japonicus). 

Hak-hak Kebinatangan

Paling enak lobster disantap segar, sehingga mayoritas lobster diperdagangkan dalam kondisi hidup. Lobster mati cepat sekali membusuk sehingga dagingnya cepat terurai dan berubah warna. Jika lobster akan direbus atau distim, umumnya lobster dicemplung-kan dalam kondisi hidup ke air mendidih. Untuk mendapatkan kelezatan maksimal, jika akan digoreng, dipanggang atau dibakar sebaiknya lobster tidak direbus dulu. Sedangkan pembekuan lobster akan mengeraskan dagingnya. 

Perilaku manusia dalam menyantap lobster tersebut menarik perhatian sebagian penyayang binatang yang kemudian meneliti tingkat kemampuan atau kesensitifan lobster terhadap rasa sakit. Tindakan memasukkan lobster hidup ke air mendidih dinilai tidak memperhatikan hak binatang dan tindakan tersebut dilarang di sejumlah tempat. Di Reggio Emilia, Italia merebus lobster hidup ke air mendidih dapat didenda hingga 495. Lain lagi di Massachussetts, Amerika Serikat, di sana menjual lobster mati untuk dikonsumsi manusia dinyatakan sebagai tindakan illegal 

Dari Poverty Food menjadi Delicacy 

Lobster termasuk komoditas perikanan penting bagi Amerika Serikat, sehingga sejarah perkembangan komoditas ini tercatat dengan baik mulai sekitar 2 abad silam di negara bagian produsen utama lobster yaitu Maine yang berada di pantai timur bagian utata. Ketika tahun 1800an, lobster mudah ditemukan dan cukup diambil dengan tangan dan lobster digunakan hanya sebagai bahan pupuk tanaman atau umpan mancing. Periode berikutnya di jaman kolonial, lobster digunakan sebagai makanan anak-anak, lauk para tahanan di penjara atau lauk para budak yang dikontrak. Saking seringnya lobster dihidangkan, para budak membrontak dan akhirnya diputuskan lauk lobster hanya disajikan 3 kali dalam seminggu. 

Penggunaan perangkap lobster dikenal mulai tahun 1850an dan teknik serta peralatan penangkapan dan pengangkutan lobster terus berkembang hingga kini. Ternyata jumlah tangkapan lobster di Maine tidak betbeda jauh, walau jumlah penangkapnya meningkat pesat. Tahun 1892, tercatat 2.600 orang menjadi nelayan lobster dengan total tangkapan sekitar 7.983 ton, tetapi tahun 1989 ketika jumlah penangkap lobster telah meningkat menjadi 6.300 orang, hasil rangkapannya hanya sekitar 10.600 ton. 

Sejalan dengan berkembangnya penelitan tentang protein, permintaan lobster semakin tinggi. Guna memudahkan transportasi, pengalengan lobster mulai dikembangkan tahun 1836 dan usaha ini terus berkembang. Sekitar tahun I860, ukuran lobster untuk pengalengan adalah 2 hingga 2,5 kg dan ukuran tersebut masih dinyatakan kecil, ukuran di bawah 1 kg dianggap tidak efisien untuk proses pengalengan. Pertengahan abad ke l9, harga lobster kaleng dapat melampaui lobster hidup. Sedangkan untuk lobster hidup, tahun 1875 mulai dikenal depo penampungan lobster hidup. Dengan sistem ini para dealer dapat menjual ketika harga naik atau memberi kesempatan lobster yang sedang molting hingga mempunyai kulit keras. 

Setelah perang dunia ke-2, terjadi peningkatan ekonomi, publikasi hasil penelitian tentang nutrisi ikan dan para pedagang mencitrakan lobster sebagai sumber pangan yang baik sehingga lobster telah berkembang menjadi delicacy. Kebutuhan bahan pangan bergizi tinggi dan gengsi dapat dipenuhi oleh lobster. Akibatnya permintaan semakin tinggi dan harga melangit. Namun hal tersebut dapat dijangkau karena membaiknya perekonomian, khususnya di AS. Begitu pula dengan di Eropa, setelah dampak perang telah dapat diatasi dan kondisi perekonomian mulai tumbuh pesat, permintaan lobster juga meningkat. Lain halnya dengan Jepang, China dan Korea, lobster telah lebih dulu dicitrakan sebagai makanan spesial. Kini lobster menjadi menu mewah dan daya tarik tersendiri di restoran seafood di kota-kota besar dunia. 

Ukuran Sebagai Salah Satu Alat Manajemen Sumberdaya Lobster

Negara penghasil lobster utama dunia umumnya telah memiliki piranti untuk pengelolaan sumberdaya komoditas tersebut untuk menjaga kelestariannya di alam. Sebagai contoh di AS, penangkapan lobster dibatasi pada jarak 3 mil dari garis pantai, karena lobster tangkapan pantai atau di tengah laut hasilnya mitip ketika didaratkan. Sebuah organisasi Atlantic States Marine Fisheries Commission yang dibentuk tahun 1942 membantu pengawasan praktek penangkapan lobster di 15 negara bagian. Akhirnya aturan tersebut dibetlakukan secara federal dengan izin penangkapan di wilayah zona ekonomi AS yaitu pada jarak 3 200 mil dari pantai. Saat ini, penangkapan lobstet diatur dalam Amendment 3 dari Commission’s American Lobster Management Plan. 

Selain pembatasan wilayah penangkapan, ukuran lobster juga menjadi alat untuk mengontrol manajemen sumberdaya. Ukuran minimum yang diperbolehkan ditangkap adalah panjang karapas lobster 3 1/4 – 5 inchi. Pengukuran karapas mulai dari soket mata hingga ke awal dati ekor. Ukuran lobster 3 1/4 inchi umumnya mempunyai berat sekitar 1/2 kg. 

Setiap lobster betina yang sedang bertelur harus dilepaskan kembali ke alam. Praktek ini telah menjadi kode etik diantara para penangkap lobster dan juga polisi lobstet. Apabila seseorang tertangkap membuang telur lobster dan membersihkan bekasnya dengan pemutih, maka orang tetsebut akan mendapat “sanksi” dan dikucilkan. 

Lobster dewasa umumnya melakukan molting dan juga berkembang biak ketika musim panas, sehingga adanya larangan penangkapan lobster periode tersebut memberikan kesempatan pengembangan populasi. Pasokan melimpah lobster dari belahan bumi sebelah utara khatulistiwa umumnya mulai Desember sampai awal Juni. Pada periode tersebut kebutuhan dunia dipasok dari negara-negara di belahan selatan khatulistiwa. (Sumber : Warta Pasar Ikan Edisi Maret 2007) 

Kolam Lobster Irit Lahan

FISIK KOLAM-KOLAM itu terlihat kokoh. Semua tidak lepas dari rancangan awal yang dibuat 2 tahun lalu. Agar dapat disusun bertingkat, plester kolam memakai rangka beton. Rangka itu disusun melintang dan tegak secara bergantian sehingga saat dicor setebal 10 cm bisa menahan beban berat. Kolam paling bawah berukuran 4 m x 2 m sebanyak 3 buah. Dua kolam lain dibangun berjenjang. Di tengah 2 kolam berukuran 3 m x 2 m. Bagian teratas kolam berukuran 2 m x 2 m.

Menurut Juanda perlu waktu sekitar 3 bulan untuk mengerjakan kolam itu. Lamanya waktu itu lebih karena rumitnya meletakkan posisi kolam pada setiap tingkat. Pada setiap tingkat hanya setengah dari panjang kolam yang tampak dari luar. Sisanya tertutup oleh kolam lain di atasnya. ? Pada kolam harus ada celah sekitar 1 m agar bisa memberi pakan dan mengecek kondisi lobster,? ujar pengusaha di Bekasi itu.

Ruang Filter

Kolam-kolam setinggi 1 m itu saling berhubungan melalui pipa PVC berdiameter 3 cm di setiap sisi. Tujuannya agar filterisasi air berjalan maksimal. Setiap 3 kolam terhubung dengan sebuah sistem filter. Cara itu ditempuh setelah percobaan pertama Juanda pada akhir 2004 gagal. Sistem filter tunggal tidak mampu secara tuntas mengeliminasi kehadiran zat-zat beracun. ? Banyak lobster mabuk amonia yang tidak tersaring,? ujar kuliner itu.

Sistem filter yang dipakai cukup unik. Mirip untuk pemeliharaan koi di kolam. Filter tersusun dari 4 ruang berukuran 60 cm x 30 cm x 30 cm secara pararel dengan sekat kaca. Ruang pertama berisi zeolit sebanyak 5 kg. Dua ruang berikutnya berisi campuran bioball dan zeolit, serta busa dan zeolit. Semua akan bermuara di ruang terakhir yang terdapat pompa. Lewat alat berdaya 2 l/detik itu air bersih kemudian diangkut ke kolam teratas.

Menurut praktisi lobster, Risfan Rismawan dari Harapan Fish Center di Bekasi, langkah yang dipakai Juanda memang cukup efi sien menghemat lahan. ? Yang penting melihat kapasitas filter. Idealnya untuk setiap 12 m 3 air perlu filter berkapasitas 1 m3,? ujar ayah 1 putri itu. Yang lain padat penebaran harus agak jarang. Patokannya 8 -10 ekor/m2. Jumlah itu bisa saja ditingkatkan 2 kali lipat dengan memakai rooster atau rumah lobster. Namun, kapasitas filter juga perlu dinaikkan hingga 2 kali lipat.

Meski difilter, bukan berarti penyiponan tidak dilakukan. ? Walau posisi pipa penyaring dibuat agar bisa mengisap kotoran, tapi kadang masih ada kotoran tertinggal,? ujar Juanda. Penyiponan umumnya dilakukan untuk pakan alami yang bila membusuk akan mengapung di atas permukaan air, seperti keong mas dan sisa-sisa sayuran.

Lahan Sempit

Ide Juanda memakai kolam bertingkat muncul karena keterbatasan lahan budidaya. ? Selama ini pembesaran memerlukan lahan luas. Lahan seperti itu tak mungkin didapat di Jakarta, kecuali daerah pinggiran,? ujar kelahiran Jakarta itu. Sebab itu pula selama setahun lebih ia bereksperimen membangun kolam pembesaran untuk rumahan. ? Kalau dihitung ongkosnya cukup mahal. Untuk 12 kolam saja bisa sampai Rp 80-juta,? tambah Juanda.

Menurut FX Santoso, peternak di Surabaya, pembesaran cara bertingkat bisa saja dilakukan dengan menggunakan bak fiber. ? Konstruksinya dapat memakai kayu, tapi maksimal 2 tingkat,? ujarnya. Posisi bak pun umumnya hanya bisa tegak lurus sehingga antar bak benar-benar terpisah. Model seperti ini memberi peluang masuknya sinar matahari ke dalam bak. ? Sebetulnya desain kolam atau bak apa pun bisa dipakai asal sirkulasi dan kualitas air tetap terjaga,? ujar Santoso.

Dari lacakan Trubus melalui dunia maya, pemakaian kolam bertingkat untuk pembesaran di luar negeri belum pernah dilakukan. Queensland Crayfish Farmers Association (QCFA) di Australia yang khusus menangkarkan Cherax quadricarinatus, memilih pembesaran memakai kolam terbuka. Maklum di sana lahan luas masih banyak tersedia. (TrubusDian Adijaya S)  

Untung Besar dari Bisnis Lebah Madu

BANYAK UNTUNGNYA MEMBUDIDAYAKAN lebah madu. Selain memanen madu, ternyata lebahnya pun bernilai ekonomis. Peluang pasarnya pun masih menganga lebar.

Keunggulan khasiat madu memang tak perlu disangsikan lagi. Sebagai makanan bergizi tinggi, madu bahkan sudah diketahui sejak zaman Mesir ataupun Yunani Kuno. Di Zaman Mesir Kuno, larutan madu juga dimanfaatkan sebagai zat pengawet daging binatang buruan dan mumi raja-raja Firaun. Madu juga diyakini dapat memperpanjang umur orang yang mengonsumsinya. Oleh sebab itu tak heran jika madu bernilai ekonomi tinggi.

Selain madu, lebah masih menghasilkan royal jelly, bee pollen, lilin, dan propolis. Propolis yang mengandung antibiotik adalah getah pohon yang ikut diambil lebah. Menurut penelitian, antibiotik jenis ini kualitasnya sama seperti yang terkandung dalam penisilin. Harganya pun tergolong mahal.

Hanya itu? Rupanya tidak. Ternyata lebahnya pun bisa menghasilkan fulus. Selain dijual di dalam negeri, ternyata peluang ekspornya pun lumayan besar. Dan berbisnis lebah madu memang sedang ngetren di sejumlah sentra peternakan lebah di negeri ini. Salah satunya seperti yang sudah dilakukan Pusat Perlebahan (Apiari) Pramuka yang bercokol di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.

Selain ”diperah” madunya, ternyata lebah masih menyimpan banyak manfaat lain. Di Cina dan Jepang, misalnya, sengatannya bisa untuk pengobatan berbagai penyakit. Bahkan di Cina, lebah juga dimanfaatkan oleh perkebunan skala besar untuk penyerbukan berbagai tanaman produksi seperti buah-buahan. Penyerbukan ala lebah ini ternyata dinilai lebih berhasil dibandingkan dengan tangan manusia.

Namun, menurut Ir. Indra Gunawan, instruktur pelatihan ternak lebah madu di Apiari Pramuka, maraknya permintaan lebah di pasar domestik itu karena produksi madu yang jauh di bawah permintaan. Menurut data tahun 2002, kebutuhan madu nasional mencapai 150 ribu ton per tahun. Sementara itu skala produksinya hanya 40 ribu ton.

Ada beragam jenis lebah madu yang layak dibudidayakan. Di antaranya lebah dari jenis lebah hutan (Apis dorsata), lebah lokal (Apis cerana), dan lebah unggul (Apis mellifera). Lebah unggul, sesuai namanya, yang paling disenangi pasar. Jenis ini lebih produktif dibandingkan lebah lokal, juga lebih jinak. Racun pada sengatnya sangat cocok untuk pengobatan berbagai penyakit. Lebah yang dibudidayakan oleh kebanyakan peternak di dunia ini awalnya berasal dari daratan Eropa.

Dari penangkarannya di Cibubur, setiap bulan dihasilkan 200 hingga 300 kotak (setiap kotak berukuran 50 x 40 x 20 sentimeter) koloni lebah unggul yang siap dikirim ke seluruh Indonesia. Jika setiap kotak koloni lebah berharga Rp 100 ribu, dalam sebulan Apiari Pramuka bisa menangguk omzet Rp 20 juta-Rp 30 juta. Hasil sampingan yang tergolong lumayan. Itu bahkan jika dibandingkan pendapatan dari memanen madu, setiap tahun Apiari Pramuka hanya bisa memetik sekitar Rp 192 juta.

Permintaan impor dari sejumlah negara pun sebenarnya mengalir, di antaranya dari Arab Saudi dan Australia. Namun, ya itu tadi, pusat peternakan ini lebih memprioritaskan pasokan di dalam negeri. ”Jika masih ada stok, baru kami ekspor,” ujar Indra. Biasanya, untuk setiap 400 kotak dijual US$ 10.000. Lebih mahal memang, karena tarif ini sudah termasuk ongkos pengiriman.

Berusaha Di Sektor Ini Tak Perlu Keahlian Khusus

Sebenarnya, banyak cara beternak lebah. Namun, paling sederhana ada dua, yakni sistem menetap dan angon (berpindah). Sistem angon lebih menguntungkan ketimbang yang menetap. Dengan sistem menetap, petani hanya bisa memanen madu sekali setahun. Sedangkan dengan cara angon, lebah bisa dipanen dua kali sebulan. Sekali panen bisa dihasilkan 4 kilogram madu per kotak koloni.

Waktu yang tepat untuk panen lebah berbarengan dengan panen madu. Kecenderungannya karena ketersediaan pakan melimpah. Madu, sebenarnya pula, makanan lebah. Jika produksi madu sedikit, perkembangbiakan lebah pun bisa terganggu.

Dari setiap koloni, lebah yang bisa dipanen hanya 50%-nya, plus seekor ratu lebah. Dalam pengepakan ratu lebah dibuatkan tempat sendiri, semacam kotak kecil yang diisi beberapa lebah pekerja untuk melayaninya.

Kotak pengemasan harus cukup ventilasi udara dan makanannya. Lazimnya, makanan buat lebah-lebah yang dikemas adalah gula pasir dan madu. Dengan cara seperti itu lebah bisa tetap tenang dan tahan di dalam kotaknya selama 2-4 hari. Untuk pengiriman lebah seyogianya dilakukan pada malam hari. Hal ini dilakukan untuk menghindari panas sinar matahari yang bisa membuat lebah jadi panik.

Sebenarnya, unsur terpenting dalam membudidayakan koloni lebah adalah ratu lebah. Oleh sebab itu harganya pun paling mahal, per ekor Rp 100 ribu, belum termasuk peralatan yang digunakan. Selain berfungsi sebagai pemersatu koloni (per koloni bisa mencapai 800 ribu ekor lebah pekerja), dari ratu lebah juga dihasilkan larva-larva bakalan lebah.

Ada dua cara menangkar ratu lebah, yakni melalui inseminasi buatan atau dengan cara grafting. Inseminasi buatan tergolong mahal, meski ratu lebah yang dihasilkan berkualitas tinggi. Sedangkan cara grafting lebih ekonomis.

Awalnya dari sejumlah larva yang diletakkan di mangkok-mangkok dalam sarang lebah. Bagi lebah pekerja, mangkok ini akan dikira sarang ratu. Mereka akan merawat dan memberi makanan. Setelah dua bulan, larva-larva tadi akan menjelma menjadi ratu lebah.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah lingkungan di sekitar lokasi penangkaran. Idealnya, lokasi ini bagian dari lahan perkebunan atau taman bunga. Pakan yang paling digemari lebah adalah sari bunga dari jenis pohon berkayu seperti pohon buah-buahan, kalianda, karet, atau kapuk. Karena, jenis pohon seperti ini akan berbunga banyak dan dalam waktu yang relatif lama.

Lahan potensial untuk beternak lebah di Indonesia terutama di luar Pulau Jawa yang masih kaya akan hutan dan perkebunan. Bagi mereka yang berminat, tak perlu modal besar untuk membeli lahan perkebunan, tapi cukup menyewanya. Biaya sewa lahan untuk 10 kotak koloni umumnya Rp 2 juta per tahun.

Selain itu, peternak juga harus waspada terhadap serangan kutu varroa yang sering menyerang koloni lebah. Hama jenis ini sangat gemar melahap kepompong lebah. Kepompong yang diserang akan menghasilkan larva yang cacat, seperti tidak bersayap. Jika tak segera ditangkal, serangan hama ini bisa memusnahkan koloni lebah. Obat penangkalnya Apistan, sejenis insektisida yang menyebarkan bau yang tak disukai kutu. Namun, obat ini susah didapat dan harganya mahal karena masih diimpor. Ada cara yang cukup murah dan efektif, yaitu menggunakan belerang dan kapur.

Berusaha di sektor ini ternyata tak memerlukan SDM dengan keahlian khusus. Nah, bagi mereka yang berminat, Apiari Pramuka membuka kursus pelatihan dengan biaya relatif terjangkau. Berminat?