Hari-Hari Libur Nasional Dan Cuti Bersama Tahun 2009

Lampiran Keputusan Bersama

Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi,
Dan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara
Republik Indonesia
Nomor : 4 Tahun 2008
Nomor : Kep. 115/ Men/Vi/2008
Nomor : Skb/06/M.Pan/6/2008
Tentang
Hari-Hari Libur Nasional Dan Cuti Bersama Tahun 2009

A. Hari Libur Tahun 2009

  • 1 Januari Kamis Tahun Baru Masehi
  • 26 Januari Senin Tahun Baru Imlek 2560
  • 9 Maret Senin Maulid Nabi Muhammad Saw
  • 26 Maret Kamis Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1931
  • 10 April Jum’at Wafat Yesus Kristus
  • 9 Mei Sabtu Hari Raya Waisak Tahun 2553
  • 21 Mei Kamis Kenaikan Yesus Kristus
  • 20 Juli Senin Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw
  • 17 Agustus Senin Hari Kemerdekaan Ri
  • 21-22 September Senin-Selasa Idul Fitri 1 Syawal 1430 Hijriyah
  • 27 November Jum’at Idul Adha 1430 Hijriyah
  • 18 Desember Jum’at Tahun Baru 1431 Hijriyah
  • 25 Desember Jum’at Hari Raya Natal

B. Cuti Bersama Tahun 2009

  • 2 Januari Jum’at Cuti Bersama Tahun Baru Masehi
  • 18 September Jum’at Cuti Bersama Idul Fitri
  • 23 September Rabu Cuti Bersama Idul Fitri
  • 24 Desember Kamis Cuti Bersama Natal

Ketika Aku Sudah Tua

( Secuil permintaan orang tua kepada anak tercinta )

Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula.

mengertilah, bersabarlah sedikit terhadap aku…

Ketika pakaianku terciprat sup,

ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu,

ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu…

Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku.

Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tidur.

Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku.

Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu mandi?

Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tehnologi dan hal-hal baru, jangan mengejekku.

Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap “mengapa” darimu.

Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk memapahku.
Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.

Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk mengingat.

Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau di samping mendengarkan, aku sudah sangat puas.

Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka.

Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai belajar menjalani
kehidupan.

Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini, sekarang
temani aku menjalankan sisa hidupku.

Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh rasa syukur, dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu.

Khasiat Buah Petai

Pete tu mengandung 3 macam gula alami yaitu sukrosa , fruktosa dan glukosa yang dikombinasikan dengan serat. Nah..kombinasi ini , ternyata bikin kita jadi sangat bertenaga ! wah buat maniak pete , bakal makin semangat ni ngeborong pete, tapi tunggu.. sabar. . sabar baca dulu artikelnya mpe abis yak.

pete

Riset membuktikan dua porsi pete aja.. mampu memberikan tenaga yang cukup untuk melakukan aktivitas berat selama 90 menit. Makanya , tau ga sih kalo makanan ini tu kesukaannya para atlet top !, selain itu pete juga banyak gunanya. Bisa juga ngebantu ngobatin beberapa penyakit. Check this out! (dari berbagai sumber).

-Depresi-
Menurut survei yang dilakukan oleh MIND diantara pasien penderita depresi , banyak orang merasa lebih baik setelah makan pete. Hal ini terjadi karena pete mengandung tryptophan , sejenis protein yang diubah tubuh menjadi serotonin. Inilah yang akan membuat relax , memperbaiki mood dan secara umum membuat seseorang lebih bahagia.

-PMS (premenstrual syndrome)-
Jika mengalami PMS saat ‘ tamu ‘ datang , kamu ga perlu minum pil ini ataupun itu , cukup atasi dengan makan pete. Vitamin B6 yang dikandung pete mengatur kadar gula darah , yang dapat membantu mood.

-Anemia-
Dengan kandungan zat besi yang tinggi , pete dapat menstimulasi produksi sel darah merah dan membantu apabila terjadi anemia.

-Tekanan darah tinggi-
Buah tropis unik ini sangat tinggi kalium , tetapi rendah garam , sehingga sangat sempurna untuk memerangi tekanan darah. Begitu tingginya , sehingga FDA Amerika mengizinkan perkebunan pete untuk melakukan klaim resmi mengenai kemampuan buah ini untuk menurunkan resiko tekanan darah dan stroke.

-Kemampuan otak-
200 siswa di Twickenham (Middlesex) tertolong dengan mudah melalui ujian pada tahun ini karena memakan pete pada saat sarapan , istirahat , dan makan siang. Riset telah membuktikan bahwa buah dengan kandungan kalium tinggi dapat membantu belajar dengan membantu siswa semakin waspada.

-Sembelit-
Karena kandungan serat yang tinggi , maka pete akan mempermudah menormalkan kembali aksi pencernaan , membantu mengatasi permasalahan ini tanpa harus kembali ke laksativ.

-Obat mabuk-
Salah satu cara paling cepat untuk menyembuhkan “penyakit” mabuk adalah milkshake pete , yang dimaniskan dengan madu. Pete akan membantu menenangkan perut dan dengan bantuan madu akan meningkatkan kadar gula darah yang jatuh , sedangkan susu akan menenangkan dan kembali memperbaiki kadar cairan dalam tubuh.

-Kekenyangan-
Pete memiliki efek antasid pada tubuh , sehingga bila dada anda terasa panas akibat kebanyakan makan , cobalah makan pete untuk mengurangi sakitnya.

-Mual di pagi hari-
Makan pete diantara jam makan akan menolong mempertahankan kadar gula dan menghindari muntah.

-Gigitan nyamuk-
Sebelum anda meraih krim gigitan nyamuk , coba untuk menggosok daerah yang terkena gigitan dengan bagian dalam kulit pete. Banyak orang berhasil mengatasi rasa gatal dan bengkak dengan cara ini.

-Untuk saraf-
Pete mengandung vitamin V dalam jumlah besar , sehingga akan membantu menenangkan sistem saraf.

-Kegemukan-
Penelitian di Institute of Psychology Austria menemukan bahwa tekanan pada saat kerja menyebabkan
orang sering meraih makanan yang menenangkan seperti coklat dan keripik. Dengan melihat kepada 5.000 pasien di rumah sakit , peneliti menemukan bahwa kebanyakan orang mejadi gemuk karena tekanan kerja yang tinggi.

Laporan menyimpulkan bahwa , untuk menghindari nafsu memakan makanan karena panik , kita butuh mengendalikan kadar gula dalam darah dengan ngemil makanan tinggi karbohidrat setiap dua jam untuk mempertahankan kadarnya tetap.

-Luka lambung-
Pete digunakan sebagai makanan untuk merawat pencernaan karena texturnya yang lembut dan halus.
Buah ini adalah satu-satunya buah mentah yang dapat dimakan tanpa menyebabkan stress dalam beberapa kasus yang parah. Buah ini juga mampu menetralkan asam lambung dan mengurangi iritasi dengan melapisi permukaan dalam lambung.

-Mengatur suhu tubuh-
Banyak budaya lain yang melihat pete sebagai buah ‘ dingin ‘ yang mampu menurunkan suhu tubuh dan emosi ibu yang menanti kelahiran anaknya. Di Belanda misalnya , ibu hamil akan makan pete untuk meyakinkan agar si bayi lahir dengan suhu tidak tinggi.

Seasonal Affective Disorder (SAD) (penyakit emosional yang kacau) Pete dapat membantu penderitas SAD kerena mengandung pendorong mood alami , tryptophan.

-Merokok-
Pete dapat menolong orang yang ingin berhenti merokok. Vitamin B6 dan B12 yang dikandungnya , bersama dengan kalium dan magnesium , membantu tubuh cepat sembuh dari efek penghentian nikotin

-Stress-
Kalium adalah mineral penting , yang membantu untuk menormalkan detak jantung , mengirim oksigen ke otak dan mengatur keseimbangan cairan tubuh. Ketika kita stress , kecepatan metabolisme kita akan meningkat , sehingga akan mengurangi kadar kalium dalam tubuh. Hal ini dapat diseimbangkan lagi dengan bantuan makan petai yang tinggi kalium.

-Stroke-
Menurut riset dalam “The New England Journal of Medicine , ” makan pete sebagai bagian dari makanan
sehari-hari akan menurunkan resiko kematian karena stroke sampai 40%.

-Caplak-
Mereka yang suka berpaling pada pengobatan alami akan berani bersumpah , jika kamu ingin mematikan caplak , maka ambil sepotong pete , dan letakkan di caplak itu. Tetap pertahankan pete itu dengan menggunakan plester!

Lalu setelah membaca semuanya , kamu pasti jadi percaya bahwa pete adalah obat alami untuk berbagai macam penyakit. Jika dibandingin ma apel , pete memiliki protein 4 kali lebih banyak , karbohidrat dua kali lebih banyak , tiga kali lipat fosfor , lima kali lipat Vitamin A dan zat besi , dan dua kali lipat jumlah vitamin dan mineral lainnya.

Jadi mulai sekarang , jangan memandang sebelah mata ma buah satu ini

Ternyata kaya nutrisi kan ?
Selamat mencoba

 

Bukittinggi Dengan Kecantikan yang Memukau

SEPANJANG MENYUSURI BUKITTINGGI tak henti hati memuji keindahan daerah yang pernah menjadi kota utama negara ini. Udara nan dingin, panorama indah dilingkungi perbukitan, plus tanaman hijau yang menambah kesejukan. Dengan modal semacam itu, tidaklah salah jika Bukittinggi menjadi salah satu tujuan wisata yang mesti dikunjungi pelancong yang datang di provinsi Sumatera Barat.

Ada beberapa tempat wisata juga di kabupaten yang pernah menjadi ibu kota negara RI kala perang masih berkecamuk. Salah satunya adalah Goa Jepang yang masih berada di areal pusat kota Bukittinggi.

Goa Jepang adalah bukti sejarah pendudukan Jepang yang masih tersisa hingga sekarang. Lubang gunung yang berdinding batu keras ini panjangnya puluhan meter di bahwa Jl. Raya Ngarai Sihanok, memiliki rahasia dan keunikan tersendiri.

Dengan rongga berbentuk setengah lingkaran yang rata-rata tingginya sekitar dua meter itu– kecuali beberapa rongga yang memaksa para pengunjung membungkuk untuk melewatinya—gua ini dulunya memiliki fungsi strategis bagi serdadu Jepang.

Lorong masuknya sangat dalam dan panjang. Ada sekitar 128 anak tangga untuk turun ke bawah sebelum akhirnya para pengunjung melewati ruang demi ruang Goa Jepang itu. Laksana ”rumah semut tanah”, para pengunjung akan melewati beberapa lorong gua yang bercabang-cabang. Memang tak begitu rumit bagi yang mengetahui gua ini, tapi buat orang yang belum pernah melintasinya lumayan membingungkan. Saat di dalam, pengunjung tak akan bisa membedakan antara pagi, siang, atau malam. Lorong-lorong diberi penerangan lampu neon.

”Gua ini panjang sebenarnya satu setengah kilometer, sekarang hanya sekitar 750 meter,” ujar Oki Satria, pemandu wisata yang juga penduduk asli di sekitar gua.

Goa Jepang itu terbagi dalam beberapa kamar. Mulai dari lorong untuk rapat mereka, tempat makan hingga kamar para tahanan yang orang Indonesia.

Ada 12 barak militer, 12 tempat tidur, 6 buah ruang amunisi, dua ruang makan romusha dan satu ruang sidang. Yang unik adalah, karena lorong gua ini punya beberapa saluran untuk ke atas tanah, beberapa lorong dipakai sebagai lorong penyergapan dan pengintaian bagi para penduduk – Indonesia – yang kebetulan melintasi daerah itu.

”Ini tempat pengintaiannya. Setelah diintai, mereka masuk lewat lorong yang di situ, untuk menyergap,” ujar Oki.

Yang cukup mengagetkan, menurut Oki, selain dua lubang itu, ada sebuah lubang yang dijadikan untuk pembuangan para korban yang jelas telah berupa mayat.

”Ini lubangnya, tapi sudah diperkecil dengan semen agar tak berbahaya buat pengunjung sekarang. Kabarnya, dulu, di lubang ini pernah ada orang luar negeri yang jatuh terperosok,” ujarnya.

Lumayan menyeramkan. Bila seseorang terperosok masuk lubang, ia akan langsung ke bibir jurang Ngarai Sihanok, dan kemudian menghilang untuk selamanya.

Menurut juru kuncinya, gua itu ditemukan pada tahun 1946 setelah Indonesia Merdeka. Menurut Jul Ikram, kepala museum Perjuangan ”Tri Daya Ekadarma” di Jl. Raya Panorama, Satu-satunya senjata yang tersisa dari Goa Jepang itu ada di museum ini. ”Ada pistol yang diambil dari gua, sedangkan yang lain tidak diketemukan,” ujar Jul. ”Sejarah setelah Jepang terlalu panjang sehingga tidak bisa dipastikan kapan senjata-senjata itu hilang.”

Sementara Oki berpendapat bahwa gua yang ditemukan tahun 1942 hingga 1945 ini berisi banyak orang dari berbagai kepulauan di Indonesia yang menjadi tahanan di gua ini. Untuk menjaga kerahasiaan gua pada masa itu, orang Indonesia yang pernah datang akan dibungkam selamanya agar tak ada yang bisa bercerita atau bersaksi.

Di depan gua yang diresmikan sebagai objek wisata oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Fuad Hassan pada tanggal 11 Maret 1986 itu, terdapat taman Panorama, yang selain berupa tempat yang rindang, juga tempat bercengkerama dan berjualan cenderamata. Taman yang merupakan bagian dari areal Ngarai Sihanok ini dihiasi pepohonan. Kera-kera liar kerap muncul untuk mendapatkan makanan dari para pengunjung.

”Beli kacangnya, Da. Buat kera-kera itu,” ujar seorang penjual kacang kepada setiap para pengunjung yang melintas.

Tak ada cerita pasti mengapa kera-kera itu muncul. Namun, mereka memang hidup di antara pepohonan lebat. Jumlah mereka cukup besar. Sekali pun mau menerima makanan dari para pengunjung, jangan harap mereka bisa disentuh. SH yang berniat berfoto bersama kera itu hampir dicengkeram kalau tak segera mengelak. Malah beberapa pengunjung terkejut karena si kera tiba-tiba merebut plastik berisi kacang dari tangan mereka. Agaknya, sang kera sudah terlalu lapar.

Jam Gadang

Konon, Goa Jepang ini masih berhubungan dengan jalan yang menuju Jam Gadang. Simbol khas Sumatera Barat ini pun memiliki cerita dan keunikan karena usianya yang sudah puluhan tahun.
Jam Gadang dibangun pada tahun 1926 oleh arsitek Yazin dan Sutan Gigi Ameh. Peletakan batu pertama jam ini dilakukan putra pertama Rook Maker yang saat itu masih berumur 6 tahun.
Jam ini merupakan hadiah dari Ratu Belanda kepada Controleur (Sekretaris Kota). Dulu, jam ini berbentuk bulat dan di atasnya berdiri patung ayam jantan di masa Belanda, dan berbentuk klenteng pada masa Jepang. Pada masa kemerdekaan, bentuknya berubah lagi menjadi ornamen rumah adat Minangkabau.

Ukuran diameter jam ini adalah 80 cm, dengan denah dasar 13×4 meter sedangkan tingginya 26 meter. Pembangunan Jam Gadang konon menghabiskan total biaya pembangunan 3.000 Gulden ini, akhirnya menjadi landmark atau lambang dari kota Bukittinggi.

Ada keunikan dari angka-angka romawi pada Jam Gadang ini. Bila penulisan huruf romawi biasanya pada angka enam adalah VI, angka tujuh adalah VII dan angka delapan adalah VIII, maka pada angka empat adalah IIII. Entah mengapa angka empat tak dilambangkan dengan IV. Tidak disengaja atau agar bisa membedakan dengan angka enam yang berupa VI? Entahlah.

”Kabarnya ada korban saat pendirian jam ini. Angka empat yang dibuat dalam bentuk angka satu romawi yang berderet dimaksudkan untuk jumlah tumbal itu,” jelas Iben, seorang pemandu yang juga berdarah Sumatera Barat. Agak sumir juga keterangan itu, karena bukankah jam itu sudah dibuat dari negeri Paman Sam sana, sedangkan korban atau tumbal baru terjadi setelah pendirian Jam Gadangnya?

Beragam Lokasi Wisata

Beberapa tempat yang menarik di kota Bukittinggi ini adalah salah satunya benteng tertua adalah Benteng Vort de Kock. Benteng tertua ini memang sudah banyak mengalami renovasi, namun sangat bersejarah dalam perjuangan bangsa.

Tak jauh dari Bukittinggi, sekitar 25 kilometer jaraknya, di Padang Panjang ada Lembah Anai yang biasa dijadikan para pengunjung sebagai tempat untuk berwisata karena air terjun dan sungai di bawah air terjun yang sangat sejuk dan biasa dinikmati orang yang berlintasan di jalan raya yang jaraknya tak jauh dari Lembah Anai.

Dari Jalan Raya Ngarai Sihanok tadi bisa ke arah Danau Maninjau maupun ke Koto Gadang. Keindahan Danau Maninjau memang dapat menarik perhatian para pengunjung, asalkan kelestarian alamnya bisa diperhatikan baik masyarakat dan pemerintah, keindahan danau ini bisa jadi penarik buat kota Bukittinggi yang perlu didukung dengan promosi wisata.

Di sana juga ada istana Paguruyung yang bersejarah terutama bagi masyarakat Padang. Tempat itu mengingatkan kita pada Raja Johan Iskandar (1851) yang mempunyai sembilan orang anak perempuan.

Cukup banyak lokasi wisata yang menarik untuk dikunjungi dan semuanya mengandung sejarah tersendiri. Tak cukup sehari dua hari menyusuri semua tempat tersebut. Dan yang mengesankan adalah semua lokasi wisata ini dibalut dengan keindahan alam khas yang tak bisa dijumpa di daerah lain.

Kalau setiap kabupaten yang ada di provinsi Sumatera Barat dan beribukotakan Padang ini bisa mempercantik diri, alamnya pasti akan mengundang baik turis lokal maupun internasional. Onde mande, rancak bana, itu juga ungkapan yang keluar setiap para pengunjung yang singgah ke sana.

Beberapa Setup di Blackberry 9000 BOLD

Ini sedikit pengalaman saya sebagai Admin Blackberry PT Semen Padang dalam melakukan setup Blackberry yang mudah-mudahan akan berguna juga bagi orang lain yang sedang melakukan solve terhadap masalahnya, dalam kasus ini saya menggunakan sample kasus pada Blackberry 9000 BOLD.

Mengaktifkan Internet

Untuk mengaktifkan internet di blackberry BOLD, yang harus diperhatikan adalah waktu mengakses situs tertentu perhatikan dibagian atas browsernya apakah yang aktif Blackberry Browser atau Internet Browser, internet akan dapat diakses jika yang aktif adalah Internet Browser.

Atau bisa juga dilihat pada menu Options > Advanced Options > Browser lihat apakah Default browser configuration dan Default MDS browser configuration nya sudah berada pada pilihan Internet Browser, jika belum klik pada Default browser dan Default MDS yang sedang aktif pada saat itu, lakukan penggantian dari yang sedang aktif menjadi Internet Browser, contoh dari Blackberry Browser menjadi Internet Browser, jangan lupa lakukan Save terhadap perubahan tersebut.

Jika tidak ditemukan pilihan Internet Browser lakukan Diagnostics Test dengan cara :

Klik pada menu Options > Mobile Network > Data Service, klik logo blackberry yang di keyboardnya pada posisi Data Service = ON ambil pilihan Diagnostics Test Klik logo blackberry lagi dan ambil pilihan Run, tunggu beberapa saat sampai proses yang dilakukan Complete, jika sudah complete dilakukan perubahan kembali pada Default browser configuration dan Default MDS browser configuration sesuai dengan langkah sebelumnya.

Lalu masih pada browser nya lakukan klik pada logo blackberry dan ambil pilihan Options > Browser Configuration dan pastikan Browser Identification atau Emulation Mode adalah Blackberry.

Coba akses internet kembali mudah-mudahan berhasil

Bersambung…. !!

HP Dalam Pesawat Dapat Membawa Bencana

Rakyat High-Class, Tapi …..

Saya sedih mendengar terbakarnya pesawat Garuda, GA 200 pada tanggal 7Maret 2007, pukul 07.00 pagi, jurusan Jakarta-Yogyakarta di Bandara Adisucipto. Kejadian itu sungguh menyayat hati dan perasaan.

Kemudian saya teringat beberapa bulan yang lalu terbang ke Batam dengan menggunakan pesawat Garuda juga. Di dalam pesawat dudukdisamping saya seorang warga Jerman. Pada saat itu dia merasa sangat gusar dan terlihat marah, karena tiba-tiba mendengar suara handphone tanda sms masuk dari salah satu penumpang, dimana pada saat itu pesawat dalam posisi mau mendarat.. Orang ini terlihat ingin menegur tetapi tidak berdaya karena bukan merupakan tugasnya.

Langsung saya tanya kenapa tiba-tiba dia bersikap seperti itu, kemudian dia bercerita bahwa dia adalah manager salah satu perusahaan industri, dimana dia adalah supervisor khusus mesin turbin. Saat dia melaksanakan tugasnya tiba-tiba mesin turbin mati, setelah diselidiki ternyata ada salah satu petugas sedang menggunaka HP didalam ruangan mesin turbin.

Orang Jerman ini menjelaskan bahwa apabila frekwensi HP dengan mesin turbin ini kebetulan sama dan sinergi ini akan berakibat mengganggu jalannya turbin tersebut, lebih fatal lagi berakibat turbin bisa langsung mati.

Cerita ini langsung saya kaitkan dengan peristiwa diatas, kalau saya tidak salah mendengar mesin pesawat tiba-tiba mati pada saat mau mendarat. Mudah-mudahan peristiwa ini bukan akibat HP penumpang.

Rakyat kita ini memang High class.. Handphone nya Mahal, Transportasi pake pesawat. Tapi bodohnya gak ketulungan, ada yang gak tau kenapa larangan itu dibuat, ada yang tau tapi tetap gak peduli, orang indonesia harus selalu belajar dengan cara yang keras.

Buat yang belum tahu, kenapa gak boleh menyalakan Handphone di pesawat, berikut penjelasannya :

Sekedar untuk informasi saja, mungkin rekan-rekan semua sudah mendengar berita mengenai kecelakaan pesawat yang baru “take-off” dari Lanud Polonia -Medan. Sampai saat ini penyebab kejadian tersebut belum diketahui dengan pasti.

Mungkin sekedar sharing saja buat kita semua yang memiliki dan menggunakan ponsel/telpon genggam atau apapun istilahnya. Ternyata menurut sumber informasi yang didapat dari ASRS (Aviation Safety Reporting System) bahwa ponsel mempunyai kontributor yang besar terhadap keselamatan penerbangan. Sudah banyak kasus kecelakaan pesawat terbang yang terjadi akibatkan oleh ponsel.

Mungkin informasi dibawah ini dapat bermanfaat untuk kita semua, terlebih yang sering menggunakan pesawat terbang.

Contoh kasusnya antara lain:

Pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX498 baru saja “take-off” dari bandara Zurich , Swiss. Sebentar kemudian pesawat menukik jatuh. Sepuluh penumpangnya tewas. Penyelidik menemukan bukti adanya gangguan sinyal ponsel terhadap sistem kemudi pesawat.

Sebuah pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo melakukan pendaratan darurat karena sistem alarm di kokpit penerbang terus meraung-raung. Ternyata, sebuah ponsel di dalam kopor dibagasi lupa dimatikan, dan menyebabkan gangguan terhadap sistem navigasi.

Boeing 747 Qantas tiba-tiba miring ke satu sisi dan mendaki lagi setinggi 700 kaki justru ketika sedang “final approach” untuk “landing” di bandara Heathrow, London. Penyebabnya adalah karena tiga penumpang belum mematikan komputer, CD player, dan electronic game masing-masing (The Australian, 23-9-1998).

Seperti kita tahu di Indonesia ? Begitu roda-roda pesawat menjejak landasan, langsung saja terdengar bunyi beberapa ponsel yang baru saja diaktifkan.

Para “pelanggar hukum” itu seolah-olah tak mengerti, bahwa perbuatan mereka dapat mencelakai penumpang lain, disamping merupakan gangguan (nuisance) terhadap kenyamanan orang lain.

Dapat dimaklumi, mereka pada umumnya memang belum memahami tatakrama menggunakan ponsel, disamping juga belum mengerti bahaya yang dapat ditimbulkan ponsel dan alat elektronik lainnya terhadap sistem navigasi dan kemudi pesawat terbang. Untuk itulah ponsel harus dimatikan, tidak hanya di-switch agar tidak berdering selama berada di dalam pesawat.

Berikut merupakan bentuk ganguan-gangguan yang terjadi di pesawat :

Arah terbang melenceng, Indikator HSI (Horizontal Situation Indicator) terganggu, Gangguan penyebab VOR (VHF Omnidirectional Receiver) tak terdengar, Gangguan sistem navigasi, Gangguan frekuensi komunikasi, Gangguan indikator bahan bakar, Gangguan sistem kemudi otomatis.

Semua gangguan diatas diakibatkan oleh ponsel, sedangkan gangguan lainnya seperti Gangguan arah kompas komputer diakibatkan oleh CD & game Gangguan indikator CDI (Course Deviation Indicator) diakibatkan oleh gameboy Semua informasi diatas adalah bersumber dari ASRS.

Dengan melihat daftar gangguan diatas kita bisa melihat bahwa bukan saja ketika pesawat sedang terbang, tetapi ketika pesawat sedang bergerak di landasan pun terjadi gangguan yang cukup besar akibat penggunaan ponsel.

Kebisingan pada headset para penerbang dan terputus-putusnya suara mengakibatkan penerbang tak dapat menerima instruksi dari menara pengawas dengan baik.

Untuk diketahui, ponsel tidak hanya mengirim dan menerima gelombang radio melainkan juga meradiasikan tenaga listrik untuk menjangkau BTS (Base Transceiver Station). Sebuah ponsel dapat menjangkau BTS yang berjarak 35 kilometer. Artinya, pada ketinggian 30.000 kaki, sebuah ponsel bisa menjangkau ratusan BTS yang berada dibawahnya. (Di Jakarta saja diperkirakan ada sekitar 600 BTS yang semuanya dapat sekaligus terjangkau oleh sebuah ponsel aktif di pesawat terbang yang sedang
bergerak di atas Jakarta ).

Sebagai mahluk modern, sebaiknya kita ingat bahwa pelanggaran hukum adalah juga pelanggaran etika. Tidakkah kita malu dianggap sebagai orang yang tidak peduli akan keselamatan orang lain, melanggar hukum, dan sekaligus tidak tahu tata krama? Sekiranya bila kita naik pesawat, bersabarlah sebentar.

Semua orang tahu kita memiliki ponsel. Semua orang tahu kita sedang bergegas. Semua orang tahu kita orang penting. Tetapi, demi keselamatan sesama, dan demi sopan santun menghargai sesama, janganlah mengaktifkan ponsel selama di dalam pesawat terbang.

Semoga suatu hari rakyat kita bisa sedikit lebih pintar.

Aku Iri dengan Kang Slamet

Masih jelas teringat di sedikit ruang hatiku, akan ketulusan seorang Tuna Netra bernama “Slamet”. Saat aku masih sekolah tingkat pertama di SMP Banyumas, Jawa Tengah Kala itu aku memutuskan untuk mencoba tinggal dan sekolah jauh dari orang tua yang berada di Jakarta. Aku tinggal bersama Bude di Desa Wogen, Kaliori Banyumas. Desa kami terletak persis di tepi sungai Serayu, yang kadang airnya hijau dan kadang coklat bila hujan turun.

Sudah menjadi kebiasaan warga desa menjadikan sungai sebagai MCK. Bukan karena malas mandi di sumur, tetapi karena keterbatasan kemampuan warganya untuk membuat sumur yang harganya cukup mahal. Hanya beberapa warga saja yang sanggup membuat sumur di rumah, dan warga yang tak mempunyai sumur akan meminta airnya untuk mengisi gentong persediaan minum dan memasak. Sementara untuk mandi, mencuci dan “membuang sisa olah makanan dalam perut” sudah tentu sungai Serayu tempatnya.

Adalah pemandangan umum, bila pagi hari para lelaki dewasa melakukan kegiatan “ngangsu”(mengambil air) dari sumur tetangga yang mampu. Tidak terkecuali Kang Slamet (begitu panggilan akrab kami untuknya) juga mempunyai kegiatan ngangsu tersebut.

Meskipun dia belum lagi dewasa benar, mungkin umurnya hanya terpaut dua/tiga tahun denganku. Sungguh sebuah rutinitas cukup berat, meskipun menyehatkan. Apalagi Kang Slamet tidak seberuntung kami yang mempunyai panca indera yang lengkap. Dengan intuisi dan kebiasaan karena rutin dilakukan, dia dapat pulang pergi dari rumah orang tuanya ke sumur terdekat tanpa pernah tersesat.

Pekerjaan itu sudah dilakoninya semenjak dia berumur sembilan tahun, saat anak-anak sebayanya tertawa gembira pergi ke sekolah. Di kampung kami belum tersedia sekolah khusus tuna netra, kalau pun ada belum tentu Kang Slamet dapat ikut mengenyam pendidikan SLB yang biayanya pasti mahal. Tak akan sanggup keluarga Kang Slamet yang hanya petani “kecil” membayar uang buku, karena untuk makan saja mereka hanya mengandalkan hasil tani dari secuil tanah yang mereka miliki.

Selain ngangsu, keseharian Kang Slamet adalah “ngarit”, mencari rumput untuk pakan ternak. Karena ketekunannya, banyak tetangga yang memelihara sapi atau kambing, memakai jasa beliau mencari rumput dan sisa-sisa panen kacang & kedelai di sawah.

Satu hal yang aku kagum pada sosok pemuda yang satu ini, dia tidak pernah tertinggal sholat lima waktu. Bahkan dilakukannya di tepi sawah saat dia mencari rumput, apabila suara Adzan sudah terdengar. Sering pula dengan berjamaah di Surau milik Pak Lebe (Lebay/Ustadz) .

Satu-satunya pendidikan yang dia dapat hanyalah mengaji di Surau Pak Lebe. Walau dia hanya belajar mengaji melalui pendengaran (lagi-lagi karena Al Qur’an dengan huruf Braile pasti sulit di dapat) tetapi dia cukup hafal surat-surat di Juz Amma, mungkin karena tak pernah absen mengaji dan berkat sholat Subuh berjamaah rutin yang di adakan Pak Lebe di Suraunya, sehingga Kang Slamet banyak mendengar surat-surat yang dibacakan dalam pengajian dan sholat. Tidak jarang Kang Slamet menjadi Imam bila kami anak2 dan remaja sholat berjamaah. Suaranya cukup merdu dan enak di dengar telinga.

Suatu hari, Kang Slamet mendapat kebahagiaan yang tak terperi. Pak Trunosemito, penduduk desa yang punya sedikit kelebihan harta, memberikan cempe (seekor anak kambing) jantan padanya, sebagai ucapan terima kasih atas rumput yang selalu dicarikan kang Slamet untuk kambing-kambing peliharaan. Mata “buta”nya tak dapat menutupi kebahagiaan yang terpancar menyala-nyala dari wajah.

” Ya Gusti Alloh, syukur Alhamdulillah, nek cempene wis gedhe kulo bisa melu Qurban, (Syukur Alhamdulillah, kalau anak kambingnya sudah besar, saya bisa ikut Qurban)” dengan keyakinan penuh dia berucap saat kami tanya akan di apakan anak kambing itu.

” Lho…….. apa ora eman-eman, kowe goli ngingu, nek wis gedhe bisa di dhol neng pasar. Duite bisa di tabung (apa tidak sayang, kamu saat memeliharanya, nanti kalau sudah besar bisa dijual di pasar. Uangnya bisa ditabung)” kami yang berkumpul mendengarkan ucapannya ikut sumbang saran.

” He he he, ora papa, nggo Qurban bae (tidak apa-apa, untuk Qurban saja)” sambil tertawa lucu, kang Slamet tetap pada pendiriannya.

Waktu berlalu, kami semua melewatinya dengan rutinitas seperti biasa. Hingga suatu hari tiba musim kemarau yang amat panjang, lain seperti kemarau-kemarau sebelumnya. sumur milik warga desa satu persatu mulai kering. Semakin jauh saja kami mendapatkan air bersih untuk memasak dan minum. Air di sungai Serayu yang mulai dangkal, meski tampak bening, hanya bisa kami gunakan untuk mandi dan mencuci saja.

Begitu pula tanaman di sawah. Tak satupun yang dapat tumbuh dan mengalahkan teriknya matahari. Para petani di desa kami hanya mengandalkan pengairan  dari air hujan (sawah tadah hujan). Semua terkena dampak dari musim  paceklik saat itu. Tidak terkecuali Kang Slamet, semakin jauh saja dia “ngangsu” dan “ngarit”, mencari rumput pakan ternak. Melewati jalan setapak yang baru pertama kali di rambah, tentulah bukan hal yang mudah untuk seorang tuna netra. Masih beruntung bila bisa bertemu orang lewat yang bisa di mintai tolong menunjukkan arah menuju sumur yang tidak kering. Keadaan sulit itu semakin sulit saja bagi kang Slamet, kadang hingga Maghrib dia baru bisa pulang ke rumah dengan badan luluh lantak karena seharian memikul air dan rumput yang tidak seberapa banyak, tetapi jarak yang di tempuh cukup untuk mengitari seluruh desa.

Kang Slamet juga manusia, tak selamanya fisiknya dapat tetap bugar melawan putaran perubahan alam. Akhirnya dia tumbang juga, jatuh sakit. Hampir satu minggu dia tidak muncul melakukan rutinitas seperti biasa. Tugas “ngangsu” sementara digantikan oleh sang Bapak yang mulai renta.

Setelah lewat satu minggu, kesehatan kang Slamet belumlah pulih benar, kembali cobaan menghampirinya. Anak kambing peliharaannya yang mulai besar, tiba-tiba mati. Mungkin tertular penyakit hewan musiman, atau bisa jadi mati kekurangan pakan karena memang sudah lebih seminggu ini tak ada yang memperhatikan.

Anak malang itu sedih bukan alang kepalang. Harta satu-satunya yang dia punya diambil oleh Yang Maha Memiliki. Sirna sudah harapan kang Slamet untuk dapat ber-Qurban.

Beberapa hari setelah berita kematian kambingnya, kami melihat kang Slamet terpekur bersimpuh di sudut Surau. Air bening meleleh deras di kedua pipinya.

Kami tak sampai hati untuk menegurnya ataupun mengucapkan sekedar salam. Hingga datang pak Lebe ke Surau saat Ashar tiba. Melihat yang terjadi, dengan tenang beliau menghampiri bocah yang sedang dirundung nestapa itu.

” Ana apa  Met ? bocah lanang kok nangis ? (Ada apa Met ? Anak laki-laki koq nangis ?)” dengan lembut dan seolah-olah tak tahu kejadian yang terjadi, pak Lebe menepuk pundak kang Slamet.

Kang Slamet tak langsung menjawab, tangan kekarnya berusaha menutupi air mata yang mengalir. Dengan sisa sesenggukan yang ada dia berkata, ” Kulo mboten saged Qurban pak se umur-umur uripku, wedhus niku sing dadi karepku kangge dipersembahaken teng Gusti Alloh.(Saya tidak bisa ber-Qurban pak, seumur hidupku, kambing itu yang jadi harapan untuk dipersembahkan pada Gusti Allah)”

” mmmm…….. . Gusti Alloh ngerti kekuatan hamba-hambaNya. Ndak mungkin Gusti Alloh meksa-meksa (memaksa) yen (kalau) hambaNya ndak sanggup.” dengan sangat tenang dan teduh pak Lebe mengobati kesedihan kang Slamet.

” Jalaran keikhlasan.. ..wedhuse wis ngenteni awakmu ning Swurga, kanggo tungganganmu ngesuk ning akherat (Karena keikhlasan.. …kambingnya sudah menantimu di Surga, untuk kendaraanmu kelak di akhirat)” kalimat terakhir  pak Lebe ini yang tidak bisa ku lupa hingga detik ini.

Kini, aku tidak tahu lagi keberadaan dan kabar kang Slamet, hampir dua puluh sembilan tahun yang lalu peristiwa ini terjadi, aku belum bisa menghilangkan rasa “iri”ku pada sosok pemuda tuna netra dengan keikhlasan yang tanpa batas, menembus akal sehat orang yang bekerja di kota besar seperti diriku saat ini. Yang akan sangat berat melepas sebagian hartanya untuk di qurbankan di jalan Allah, apalagi mempersembahkan seluruh harta yang di miliki untuk Allah sang Pemilik Sesungguhnya seluruh alam dan isinya.

Kami pekerja kantoran, yang tidak perlu “ngangsu” beratus-ratus meter dengan telanjang kaki hanya untuk mendapatkan dua ember air, dan tak perlu bertahun-tahun “ngarit” hanya untuk seekor anak kambing, tidak mempunyai keikhlasan yang penuh untuk ber-Qurban di jalanNya.

Kami yang mencari rizqi di tempat luar biasa mewah, di atas gedung tinggi  menghujam langit, dengan suasana nyaman, duduk di kursi empuk, lebih memilih membeli hewan Qurban “patungan” sumbangan perusahaan dari pada menyediakan  sendiri Qurban-nya dari harta yang banyak tersimpan.

Kang Slamet pemuda tuna netra dan miskin, seperti kata pak Lebe, sudah  memiliki sendiri kendaraan yang akan digunakannya kelak di akhirat. Sedangkan kami yang berkecukupan hanya menyediakan se-ekor sapi untuk kami tunggangi bersama-sama ratusan orang satu kantor.