Makassar Dijadikan Pilot Project Family Entertainment Centre (FEC) Pertama di Asia Tenggara

Rencana pembangunan Family Entertainment Centre (FEC) oleh PT. Trans Kalla Makassar, sebuah perusahaan mitra antara Kalla Group dengan Para Group. Sarana hiburan keluarga yang akan dibangun memiliki fasilitas lebih baik dari Taman Impian Jaya Ancol di Jakarta. Kalla yang bekerja sama dengan konglomerat Para Group milik pengusaha Chaerul Tanjung di kawasan Tanjung Bunga, Makassar.

Informasi tentang rencana pembangunan kawasan wisata keluarga oleh Kalla Group di kawasan Tanjung Bunga beredar luas di kalangan pengusaha sejak dua beberapa bulan terakhir. Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin dan Kepala Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Makassar Andi Oddang Wawo juga membenarkan hal tersebut. Menurut Ilham, pemkot menyambut baik rencana tersebut karena Makassar sebagai kota metropolitan sudah layak memiliki sarana hiburan seperti halnya kota-kota besar di dunia.

Sehubungan dengan hal tersebut, Wibowo Imam (perwakilan dari Para Group) khusus datang bersama tim untuk menghadiri pembahasan Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL/UPL) yang akan dibahas di Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Keindahan hari Kamis (26/04/2007). “Kami selalu mengutamakan keselarasan pembangunan setiap proyek kami dengan kelestarian lingkungan”, ujar Wibowo yang ditemui di Hotel Santika sore tadi (25/04/2007).

Pada kesempatan yang sama hadir juga beberapa orang dari CV. Globalindo Konsultama, selaku konsultan yang dipercayakan oleh PT. Trans Kalla Makassar untuk melakukan studi UKL/UPL mega proyek tersebut. Menurut Nurdin direktur CV. Globalindo Konsultama, mega proyek tersebut berada dalam kawasan yang sudah memiliki AMDAL, sehingga menurut ketentuan yang ada kegiatan tersebut hanya diwajibkan menyusun UKL/UPL. Namun demikian, kami berjanji bahwa studi UKL/UPL yang kami susun akan lebih bersifat implementatif dan tepat sasaran karena ini adalah sebuah amanah besar lingkungan kepada kami. Secara pribadi kami bersyukur telah diberikan amanah untuk menghantarkan mega proyek yang sekaligus merupakan pilot project Family Entertainment Centre pertama di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara.

Dengan fasilitas Family Entertaiment Centre, Pertokoan, Trans Walk, Gedung Pertemuan, Gedung Perkantoran, Hotel, Club House, dan Marina, kami berharap mega proyek kami memberikan suatu daya tarik tersendiri bagi Kota Makassar yang sejalan dengan representasi Great Expectation. “Olehnya besar harapan kami agar bisa mendapatkan restu dari segenap lapisan masyarakat Kota Makassar”, ujar Wibowo mengunci.

Sumber : www.makassarkota.go.id

Robot Flame Berjalan Selincah Manusia

AMSTERDAM, SELASA – Sebuah robot yang dikembangkan di Universitas Teknologi Delft (TU Delft) Belanda dapat berjalan mirip manusia. Ayunan langkahnya tak lagi kaku karena menggunakan teknik mengayun yang terkontrol dengan menjatuhkan beban ke depan. 

“Dengan mengadopsi metode ini, robot yang biasanya berjalan dengan kaku dan pelan akan lebih luwes dan bergerak efisien seperti manusia,” ujar Daan Hobbelen, ketua tim yang mengembangkannya.

Robot yang diberi nama Flame tersebut memiliki berat 15 kilogram dan tinggi 1,3 meter. Ia memiliki sejumlah persendian di kakinya yang dikendalikan pegas. Sementara itu, sebuah sensor inersia yang disebut organ keseimbangan membantu tubuhnya agar tetap stabil. Semua proses didukung tujuh motor penggerak.

Saat berjalan, kakinya berayun secara bergantian sementara organ penyeimbang akan mengukur jarak langkah agar tak terjatuh. Dengan teknik berjalan seperti manusia, Flame dapat berjalan dengan kecepatan 0,45 meter perdetik.

Hobbelen yakin Flame merupakan robot berkaki dua yang paling canggih saat ini. Cara menir langkah manusia sudah terorganisasi dengan sangat baik. Teknologi tersebut kelak dapat digunakan untuk menggantikan kaki palsu para penyandang tuna daksa sehingga dapat berjalan secara lebih alamiah seperti kaki asli.

Sumber : www.kompas.com

Jepang Ciptakan Robot Peragawati

TOKYO, SELASA – Jepang yang dikenal dengan industri robotnya kembali mengguncang dunia dengan menciptakan robot peragawati. Robot buatan Institut Teknologi Prefektur Hyogo dan didukung Organisasi Industri Riset Baru di Kobe itu didesain untuk menirukan gerak-gerik seorang peragawati yang sedang bergaya di atas catwalk.

Seperti dilaporkan Kyodo di Tokyo, Selasa (22/7), robot bernama Manekin Robotto itu bisa berlenggak-lenggok persis seperti peragawati. Robot yang memiliki postur tubuh setinggi 160 cm luwes sekali menggerakkan badan, mulai dari gaya berjalan, menolehkan kepala, lengan, pinggang, hingga bagian tubuh lainnya. Tentu saja jangan samakan dengan model sebenarnya.

Menurut para perancangnya, robot peragawati itu cocok dimanfaatkan untuk kegiatan fashion show ataupun acara promosi lainnya. Harganya juga relatif murah karena hanya dijual sekitar 940 dollar AS.

Namun, robot tersebut masih memerlukan tahapan akhir berupa polesan wajah dan lapisan kulit untuk membalut kerangka besi dan kabel-kabel yang melingkupinya. Saat ini, prototipenya masih berupa kerangka besi dan kabel-kabel.

Kulit penutupnya juga akan dibuat menyerupai kulit manusia, sehingga betul-betul terlihat seperti seorang gadis model yang cantik, tentu saja dengan membuat wajah bak seorang peragawati terkenal.

Jepang dikenal sebagai surga bagi robot karena para peneliti di sana tak henti-hentinya bereksperimen mengembangkan beraragam jenis robot. Robot huamnoid paling canggih selama ini adalah Asimo buatan Honda, yang bisa bertingkah laku seperti manusia umumnya seperti menari, berjalan, dan berlari, hingga menjadi asisten dokter.

Industri robot di Jepang kini memang cenderung mengembangkan jenis robot yang bisa menjadi pelayan dan asisten bagi manusia. Hal tersebut dipicu permintaan akibat semakin besarnya komposisi kelompok masyarakat berusia lanjut di Jepang dalam 50 tahun ke depan.

Sumber : www.kompas.com

Prototipe Roket Pribadi Komersial Dipamerkan

OSHKOSH, RABU – Mobil terbang mungkin belum ada. Namun, roket pribadi yang dapat membantu pengendaranya lalu lalang di udara dengan bebas telah tersedia.

Roket pribadi yang dirancang Glenn Martin dipamerkan dalam AirVenture Oskhkosh 2008, konvensi tahunan mengenai kendaraan terbang eksperimen di Oshkosh, Winconsin, AS. Roket tersebut membawa bahan bakar 19 liter yang dapat dipakai untuk terbang sejauh 30 kilometer dalam waktu sekitar 30 menit.

Di hadapan peserta konvensi, anaknya yang bernama Harrison (16) duduk di atas kendaraan yang hanya diletakkan di belakang punggung tersebut. Begitu roket dinyalakan, Harrison melayang di udara dan diam selama 45 detik pada ketinggian sekitar 1 meter. Kendaraan beroket ganda dengan ukuran sebesar piano standar ini dijual sekitar 100.000 dollar AS.

Terhambat regulasi

Sayang, penggunaan kendaraan semacam ini masih dilarang secara bebas, khususnya sesuai regulasi di AS. Badan Penerbangan Federal (FAA) hanya mengizinkan untuk penggunaan terbatas, yaitu olahraga atau hiburan.

Kendaraan tersebut telah didesain memenuhi syarat definisi kendaraan ultraringan, dengan berat kurang dari 115 kilogram dan hanya membawa satu orang. Saat ini sudah ada dua perusahaan yang menawarkan produk serupa, yaitu Tecnologia Aerospacial Mexicana dan Jet Pack International.    

Tecnologia memproduksi sabuk roket yang menggunakan bahan bakar hidrogen peroksida untuk 20 detik penerbangan. Sementara itu, Jet Pack International telah menyediakan kendaraan terbang yang dapat dipakai untuk menempuh sekitar 18 kilometer dengan 5 galon bahan bakar.

Sumber : www.kompas.com

Jubah Menghilang Segera Menjadi Kenyataan

JAKARTA, SENIN – Keajaiban jubah milik Harry Potter yang dapat membuat pemakainya tak kelihatan telah menjadi kenyataan. Para ilmuwan telah mengembangkan metamaterial, material pintar yang akan mengarahkan setiap cahaya yang jatuh agar mengelilingi objek yang diselimutinya. Hal tersebut menyebabkan objek yang ada di balik jubah tak terlihat.

Untuk pertama kalinya, para peneliti di Universitas California Berkeley, AS membuat material tersebut dalam struktur tiga dimensi. Artinya, material tersebut kini sudah dapat dipakai untuk membuat jubah menghilang layaknya mirip Harry Potter untuk menyusuri lorong-lorong Hogwarts tanpa diketahui orang-orang di sekitarnya.  

“Dengan demonstrasi langsung dan elegan ini meningkatkan kemampuan kami untuk mengendalikan dan mengarahkan cahaya sebaik-baiknya,” demikain kesimpulan hasil penelitian Xiang Zhang dan timnya yang akan dimuat dalam jurnal Nature dan Science edisi terbaru.

Material-material serupa yang dikembangkan sebelumnya baru sanggup dibuat dalam struktur dua dimensi yang sangat tipis dan hanya dapat dibuktikan melalui pada riset laboratorium. Tim peneliti lainnya sebelumnya menggunakan plasmons yang mengandung partikel-partikel bermuatan listrik di permukaan logam untuk menyerap cahaya yang jatuh.

Metamaterial yang dikembangkan di Universitas California membiarkan gelombang radio dan cahaya yang mengenainya untuk terus mengalir seperti aliran air di sekitar batuan yang menonjol di permukaan sungai. Material ini merupakan campuran logam dan keramik, teflon, atau serat komposit.

Cara kerjanya lebih canggih daripada teknologi pesawat siluman yang juga membelokkan gelombang ke sudut yang lebar sehingga sulit dikenali radar. Metamaterial membuat cahaya yang jatuh di atasnya selalu dibelokkan sehingga tak pernah memantul. Sebab, sesuai hukum fisika benda hanya terlihat oleh mata jika terdapat cahaya yang dipantulkan benda dan jatuh ke retina mata.

“Material tersebut dapat mengubah penjalaran gelombang elektromagnetik sehingga menghasilkan pantulan ke arah berlawanan,” tulis para peneliti. Material tersebut telah direkayasa sehingga strukturnya memiliki sifat optis yang tidak ditemukan secara alami.

Cahaya tampak hanya salah satu gelombang yang dapat dikendalikan. Jika gelombang elektromagnetik, gelombang radio, inframerah dan sinar X juga dapat dikendalikan, teknologi tersebut sangat berguna untuk berbagai aplikasi dalam bidang teknologi informasi, kedokteran, hingga militer.

Sumber : www.kompas.com

Daun Bunga Lily, Rumah Terapung Masa Depan

Apa ini? Kok kaya UFO yang mendarat di pantai ya?

 

Arsitek dari Belgia, Vincent Callebaut, mengajukan terobossan baru dalam menghadapi masalah perubahan iklim dan kepadatan, solusinya dinamai: Daun Bunga Lili.

Daun Bunga Lili ini digambarkan sebagai: prototipe kota amfibi yang mampu menghidupi diri sendiri, dengan masing2 daun mampu menampung 50.000 orang.

Di tengah Daun ini ada sebuah danau yang menampung dan menjernihkan air hujan. Kita terapung ini tidak membutuhkan jalan dan akan mengapung dan “terhanyut” ke seluruh dunia akibat pergerakan arus laut.

 

Desain dari Daun ini di memuat 3 marina dan 3 gunung yang dikhusukan bagi bisnis dan hiburan. Kota ini unik, karena kota ini merupakan kota amfibi, setengah kota air, setengah lagi kota darat.

 

Kota ini mendapat sumber daya dari matahari, angin dan arus laut, yang akan memproduksi lebih banyak energi daripada energi yang dikonsumsinya, dan akan menjadi kota yang ber-“emisi nol” karena semua karbon dan limbah akan di daur ulang.

Harapan yang ada adalah pada tahun 2100, akan ada 250 juta orang yang melarikan diri dari perubahan cuaca, yang disebut “Climactic refugee”, karena air laut akan menghancurkan kota2 seperti New York, Shanghai dan Bombai.

Vincent percaya, bahwa produknya ini adalah solusi jangka panjang untuk menghadapi naiknya air laut, dan bukannya memperkuat garis pantai, karena solusi garis pantai ini hanyalah solusi jangka pendek

 

Desain dari Daun ini diinspirasikan oleh daun Amazonia Victoria Regia yang memiliki tulang daun yang sangat rapat.

Tujuan Vincent adalah untuk menciptakan “hubungan harmonis antara manusia dan alam”.