Filosofi Hedgehog

Hari itu adalah musim salju yang paling ekstrim di Canada, banyak binatang-binatang yang mati akibat beku & dingin yang teramat sangat, di daerah tersebut tinggal sekelompok hedgehog (seperti landak).

Mereka memutuskan untuk tinggal berkelompok bersama-bersama di sebuah gua agar tetap hangat. Mereka mendekatkan diri satu sama lainnya, namun ketika mereka berdekatan, duri-duri mereka melukai teman-teman terdekat mereka.  Setelah beberapa saat, mereka pun memutuskan untuk menjaga jarak satu sama lainnya & mereka mulai merasa sendiri, beku & akhirnya terancam mati.

Jadi mereka harus memutuskan menerima duri-duri temannya atau meninggalkan bumi tercinta ini.  Secara bijaksana, mereka memutuskan untuk kembali dan bersatu. Mereka pun belajar untuk hidup dengan luka-luka kecil akibat jarak yg sangat dekat dengan sahabat-sahabatnya supaya dapat menerima dan merasakan kehangatan mereka.

Cara inilah yang membuat mereka akhirnya selamat dan hidup.

Apa moral cerita ini ?

Hubungan yang terbaik dalam hidup ini bukanlah dengan cara membawa orang-orang yang sempurna dalam kelompok, tetapi ketika semua individu belajar untuk hidup dengan ketidak sempurnaan orang-orang lain dan meng-apresiasi semua kehangatan yang diberikan oleh teman-temannya.

Hal inilah yang membuat hidup kita menjadi lebih “hidup” & “mampu bertahan” dalam situasi atau lingkungan ekstrim sekalipun.

“Terimalah ketidak sempurnaan seseorang dengan cara yang sempurna, maka hidup akan menjadi lebih bermakna”

(*)

Iklan

Kiat Sukses Bos Toko Online Terbesar Dunia

Jakarta – Amazon kini berstatus sebagai toko online terbesar di dunia. Pendirinya bernama Jeff Bezos yang saat ini adalah salah satu orang terkaya di jagat teknologi.

Tidak hanya berjualan, Amazon juga sukses menjadi produsen bisnis hardware. Produk mereka seperti pembaca buku digital Kindle dan tablet PC Kindle Fire sukses di pasaran.

Berikut beberapa kiat ala Jeff Bezos yang mungkin bisa dijadikan inspirasi sukses, terutama di bidang bisnis, seperti dikutip detikINET dari berbagai sumber.

1. Beraksi & Ambil Risiko

Jeff Bezos mengaku tidak pernah ragu untuk melakukan aksi, tidak sekadar berbicara. Bahkan jikalau apa yang ditempuhnya belum tentu berhasil, ia tetap mau mencoba dan mengambil risiko.

“Jika Anda memutuskan bahwa hanya akan melakukan hal-hal yang yang Anda tahu akan berhasil saja, Anda akan meninggalkan begitu banyak kesempatan,” kata Jeff suatu ketika.

Pada tahun 1994, Jeff punya ide untuk mendirikan toko online. Dia sempat ragu apakah akan tetap mempertahankan pekerjaannya yang bagus atau total membangun Amazon. Ia memilih yang kedua dan akhirnya sukses.

Bezos pun mengaku mendorong karyawannya untuk terus beraksi. Terkadang mereka gagal menghasilkan produk yang sukses untuk Amazon, namun Bezos bisa menoleransinya.

“Kami mau untuk melakukan perjalanan di kegelapan dan terkadang kami menemukan sesuatu yang benar-benar bekerja,” kata dia mengibaratkan.

2. Meminimalisir Penyesalan

Bezos tidak segan untuk bertindak karena dia tidak ingin menyesal di masa depan. Memang mendirikan sebuah bisnis dari nol adalah perjudian. Namun meskipun pada akhirnya gagal, ia berprinsip setidaknya sudah mencoba.

“Aku tahu jika gagal, aku tidak akan menyesalinya. Namun aku mengetahui satu hal yang mungkin akan aku sesali yaitu jika tidak mau mencoba,” kata pria berkepala pelontos itu.

3. Promosi dari Mulut ke Mulut

Salah satu kunci sukses Bezos dalam berjualan adalah promosi dari mulut ke mulut. Ketika dia mulai membangun Amazon, Bezos tidak punya banyak anggaran untuk melakukan promosi.

Ia menilai satu-satunya cara untuk sukses adalah melakukan pelayanan sebaik mungkin. Sehingga konsumen dengan sendirinya melakukan promosi dari mulut ke mulut yang menguntungkan Amazon.

“Jika Anda membangun pengalaman yang mengesankan bagi konsumen, mereka akan berkata satu dengan yang lain soal itu. Hal itu sangatlah powerfull,” tutur Bezos.

4. Utamakan Konsumen

Dalam berjualan, tidak ada yang lebih penting dari konsumen. Karena tanpa konsumen, perusahaan akan kolaps. Prinsip ini benar-benar diterapkan oleh Bezos.

“Satu hal yang paling penting adalah fokus secara obsesif terhadap konsumen. Tujuan kami adalah menjadi perusahaan di bumi yang paling terpusat pada konsumen,” sebutnya.

Bezos meyakini faktor utama kesuksesan Amazon adalah karena mereka berusaha memberi pelayanan terbaik bagi konsumen. Itu alasan mereka lebih baik dari kompetitornya.

“Jika ada satu alasan kami melakukan dengan lebih baik dari rekan kami di internet dalam 6 tahun terakhir, itu karena kami berfokus pada konsumen seperti sebuah sinar laser,” katanya mengibaratkan.

5. Terus Berinovasi

“Yang berbahaya adalah tidak berkembang,” tutur Bezos suatu ketika. Tampak bahwa dia tidak ingin hanya mandek, namun terus melakukan invovasi terhadap Amazon.

Amazon awalnya hanya menjual buku. Namun kini perusahaan tersebut menjual banyak hal. Bahkan sukses juga memproduksi gadget seperti Amazon Kindle Fire, tablet PC berharga murah yang laris manis.

6. Keras Kepala

“Hal tentang menemukan sesuatu adalah Anda secara bersamaan harus keras kepala dan juga fleksibel,” kata Bezos. Untuk berhasil atau menemukan sesuatu, kedua hal tersebut menurut bezos sangat diperlukan.

“Jika Anda tidak keras kepala, Anda akan menyerah terlalu cepat. Dan jika Anda tidak fleksibel, Anda tidak akan melihat solusi berbeda suatu masalah yang sedang Anda coba selesaikan,” jelasnya.

7. Meniru

Bezos mengaku tidak malu atau anti untuk meniru hal-hal baik yang dilakukan oleh para kompetitornya. Kemudian menerapkannya di Amazon untuk menjadi lebih baik lagi.

“Kami melihat para kompetitor kami, belajar dari mereka, melihat hal-hal yang mereka lakukan pada para pelanggan dan meniru hal-hal tersebut sebanyak kami bisa,” kata dia.

8. Bekerja Keras

Untuk mencapai sesuatu yang baik dan keberhasilan, memang diperlukan kerja keras. Hal itu juga diyakini benar oleh Jeff Bezos. Ia mendorong orang-orang untuk melakukan sesuatu yang besar dan membuat sejarah.

Sampai sekarang pun Bezos masih terus bekerja keras untuk mengembangkan bisnis Amazon yang sebenarnya sudah meggurita. Ia pernah mengatakan bahwa bisnis internet masih berada di tahap awal.

“Bekerja keraslah, have fun, dan buatlah sejarah,” sarannya.

Sumber