Doa Mohon Rezki Halal

Muslimah Berdoa

Iklan

Sholat Jama’ (Jamak) dan Qashar

Bismillah,

Pada kesempatan ini, saya hendak menjelaskan pengertian sholat jama’ dan sholat qashar. Latar belakang artikel ini dibuat, karena ada seorang temanku yg ’salah’ membedakan sholat jama’ dan qashar. Semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan baginya dan bagi anda semua.

Yang dimaksud dengan sholat jama’ adalah menggabungkan 2 sholat dalam 1 waktu. Sebagai contoh menggabungkan sholat Dhuhur dan Ashar, serta sholat Maghrib dan Isya.

 

Dalil yang digunakan adalah:
1) Dari Muadz bin Jabal bahwa Rasululloh SAW apabila beliau melakukan perjalanan sebelum matahari condong (masuk waktu sholat zuhur), maka beliau mengakhirkan sholat zuhur kemudian menjamaknya dengan sholat ashar pada waktu ashar, dan apabila beliau melakukan perjalanan sesudah matahari condong, beliau menjamak sholat zuhur dan ashar (pada waktu zuhur) baru kemudian beliau berangkat. Dan apabila beliau melakukan perjalanan sebelum magrib maka beliau mengakhirkan sholat magrib dan menjamaknya dengan sholat isya, dan jika beliau berangkat sesudah masuk waktu magrib,maka beliau menyegerakan sholat isya dan menjamaknya dengan sholat magrib. (Hadits Riwayat Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi).

2)Rasululloh SAW menjamak sholat magrib dan isya pada malam yang hujan. Dalil lainnya yaitu salah satu perbuatan sahabat, dari Nafi’: bahwa Abdulloh Ibnu Umar sholat bersama para umara (pemimpin) apabila para umara tersebut menjamak sholat magrib dan isya pada waktu hujan. (HR Bukhori)

3) Rasululloh SAW menjamak antara sholat zuhur dan ashar dan antara sholat magrib dan Isya bukan karena rasa takut dan hujan. (HR Muslim)

4) Adalah Rasululloh SAW dalam peperangan Tabuk, apabila hendak berangkat sebelum tergelincir matahari, maka beliau mengakhirkan Dzuhur hingga beliau mengumpulkannya dengan Ashar, lalu beliau melakukan dua shalat itu sekalian. Dan apabila beliau hendak berangkat setelah tergelincir matahari, maka beliau menyegerakan Ashar bersama Dzuhur dan melakukan shalat Dzuhur dan Ashar sekalian. Kemudian beliau berjalan. Dan apabila beliau hendak berangkat sebelum Maghrib maka beliau mengakhirkan Maghrib sehingga mengerjakan bersama Isya’, dan apabila beliau berangkat setelah Maghrib maka beliau menyegerakan Isya’ dan melakukan shalat Isya’ bersama Maghrib“. (HR Tirmidzi)

5) Dari Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata, ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjama antara Zhuhur dan Ashar jika berada dalam perjalanan, juga menjama antara Maghrib dan Isya. (HR Bukhari)

Ada beberapa syarat melakukan sholat jama’, yaitu:
1. Bepergian jauh dan tujuannya bukan untuk bermaksiat.
2. Apabila melakukan sholat berjama’ah, maka imamnya harus musafir juga.
3. Karena sedang mengerjakan pekerjaan-pekerjaan berat yang betul-betul sulit ditinggalkan. Misalnya seorang dokter yang mesti melakukan operasi.

Ada 2 jenis sholat jama’, yakni:
1. Jama’ Taqdim (ada juga yg menuliskan ta’dim, takdim, dst)
Jama’ taqdim adalah ‘menarik’ lebih awal waktu sholat. Jadi, apabila kita hendak bepergian yg kira2 cukup jauh di waktu Dhuhur, usai sholat Dhuhur kita lanjutkan dengan sholat Ashar. Hal yang sama berlaku untuk sholat Isya’, yang dilakukan di saat Magrib.

Yang tidak diperbolehkan dijama’ taqdim adalah Dhuhur di waktu Subuh, ataupun Magrib di waktu Ashar. Selain itu tidak boleh menjama’ Ashar dg sholat Jum’at (di hari Jum’at).

Untuk melaksanakan sholat jama’ taqdim, maka ada hal-hal yg mesti diperhatikan:
a. Kerjakan dulu sholat Dhuhur baru Ashar (atau Magrib dulu baru Isya).
b. Niat jama’ dilakukan saat hendak sholat Dhuhur atau Magrib. Dengan demikian, tidak sah jika niat jama’ dilakukan saat sholat Ashar atau Isya.
c. Dilakukan ‘menyambung’, dalam artian, tidak melakukan sholat sunnah setelah sholat Dhuhur atau Magrib.

2. Jama’ Takhir (ada juga yg menulis ta’hir, taqhir, dst)
Jama’ takhir kebalikan dari poin 1. Dengan demikian, kita ‘mengulur’ sholat di waktu berikutnya. Berdasarkan poin 1, maka kita bisa simpulkan bahwa jama’ takhir itu berarti sholat Dhuhur & Ashar di waktu Ashar, dan sholat Maghrib & Isya di waktu Isya.

Hal yg tidak diperbolehkan adalah Isya di saat Subuh dan Ashar di saat Maghrib.

Untuk melaksanakan sholat jama’ takhir, maka ada hal-hal yg mesti diperhatikan:
a. Niat jama’ tetap dilakukan di saat sholat Dhuhur atau Magrib.
b. Kita masih berada dalam perjalanan pada saat Ashar atau Isya.

Khusus untuk sholat jama’ takhir, kita mesti mendahulukan waktu sholat yg terakhir. Sebagai contoh, jika kita jama’ takhir Dhuhur dan Ashar, maka kita sholat Ashar dahulu barulah sholat Dhuhur.

Tata cara sholat jama’ sama dengan sholat biasa.

Sementara itu, yang dimaksud dengan sholat qashar adalah menyingkat sholat. Sholat yang bisa disingkat hanya sholat dengan jumlah raka’at 4, yakni Dhuhur, Ashar, dan Isya. Sementara Magrib, terlebih lagi Subuh, tidak bisa disingkat.

Dalil-dalilnya:
1) “Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu mengqashar shalatmu jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu”. (An Nisa 101).

2) “Saya telah bertanya kepada Anas tentang mengqashar shalat. Jawabnya: Rasululloh SAW apabila ia berjalan jauh 3 mil atau 33 farskah (25,92 km), maka beliau shalat dua rakaat” (Ahmad, Muslim, dan Abu Dawud dari Yahya bin Mazid r.a)

3) “Telah berkata Ibnu Abbas: Rasululloh SAW pernah sembahyang jama’ antara Dhuhur dan Ashar, dan antara Maghrib dan Isya, bukan diwaktu ketakutan dan bukan di dalam pelayaran (safa). Lantas ada orang bertanya kepada Ibnu Abbas: mengapa Nabi SAW berbuat begitu? Ia menjawab: Nabi SAW berbuat bgitu karena tidak mau memberatkan seorangpun daripada umatnya”. (HR Imam Muslim)

4) Dari Muhammad bin Ja’far : ” Telah bercerita kepadaku Syu’bah, dari Yahya bin Yazid Al-Hanna’i yang menuturkan : “Aku bertanya kepada Anas bin Malik tentang mengqashar shalat. Sedangkan aku pergi ke Kufah maka aku shalat dua raka’at hingga aku kembali. Kemudian Anas berkata : “Artinya : Adalah Rasululloh SAW manakala keluar sejauh tiga mil atau tiga farskah (Syu’bah ragu), dia mengqashar shalat. (Dalam suatu riwayat) : Dia shalat dua rakaat”. (HR Imam Ahmad (3/129) dan Al-Baihaqi (2/146).

5) Dari Ya’la bin Umayyah bahwasanya dia bertanya kepada Umar ibnul Kaththab –radhiallahu anhu tentang ayat ini seraya berkata: “Jika kamu takut di serang orang-orang kafir”, padahal manusia telah aman ?!”. Sahabat Umar –radhiallahu anhu menjawab: “Aku sempat heran seperti keherananmu itu lalu akupun bertanya kepada Rasululloh SAW tentang hal itu dan beliau menjawab: “(Qashar itu) adalah sedekah dari ALLOH SWT kepadamu, maka terimahlah sedekah ALLOH SWT tersebut.” (HR. Muslim, Abu Dawud)

Untuk melakukan sholat Qashar, maka kita mesti berniat untuk sholat Qashar. Karena disingkat menjadi 2 raka’at, maka perlakuannya serupa dengan sholat Shubuh.

Selain itu ada juga syarat-syarat yang mesti diperhatikan:
1. Orang yang melakukan qashar = musafir.
2. Seseorang dikatakan musafir jika menempuh lebih kurang 88 km (atau lebih). Di hadits lain disebutkan bahwa Rasululloh SAW jika bepergian lebih dari 15 km, beliau juga melakukan qashar, seperti hadits berikut,“Dari Yahya bin Yazid al-Hana?i berkata, saya bertanya pada Anas bin Malik tentang jarak shalat Qashar. Anas menjawab: “Adalah Rasululloh SAW jika keluar menempuh jarak 3 mil atau 3 farsakh beliau shalat dua rakaat.” (HR Muslim)

Pertanyaannya, apakah boleh kita menggabungkan jama’ dan qashar?

Di dalam bukunya, As-Shalah (hal 181), Prof.Dr. Abdullah Ath-Thayyar menyatakan bahwa Rasululloh SAW pernah melakukan gabungan jama’ dan qashar sekaligus. Pendapat ini juga merupakan fatwa para ulama termasuk syaikh Abdul Aziz bin Baz.

Semoga bermanfaat

Sumber : disini

Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu Di Amerika

Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu Di Amerika

Rabu,22 Februari 2006
Ada seorang pemuda arab yang baru saja me-nyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya.
 
Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam.

Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja.
Semula ia berkeberatan. Namun karena ia terus mendesak akhirnya
pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana
kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghor-matan lantas kembali duduk.

Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika meli-hat kepada para hadirin dan berkata, “Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap
ia keluar dari sini.” Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergeming dari tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata, “Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya.” Barulah pemuda ini beranjak keluar.

Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pen-deta, “Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang mus-lim.” Pendeta itu menjawab, “Dari tanda yang terdapat di wajahmu.” Kemudian ia beranjak hendak keluar. Namun sang pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda tersebut dan sekaligus mengokohkan markasnya. Pemuda muslim itupun menerima tantangan debat tersebut.

Sang pendeta berkata, “Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menja-wabnya dengan tepat.” Si pemuda tersenyum dan berkata, “Silahkan!”

Sang pendeta pun mulai bertanya,
1. Sebutkan satu yang tiada duanya,
2. dua yang tiada tiganya,
3. tiga yang tiada empatnya,
4. empat yang tiada limanya,
5. lima yang tiada enamnya,
6. enam yang tiada tujuhnya,
7. tujuh yang tiada delapannya,
8. delapan yang tiada sembilannya,
9. sembilan yang tiada sepuluhnya,
10. sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,
11. sebelas yang tiada dua belasnya,
12. dua belas yang tiada tiga belasnya,
13. tiga belas yang tiada em-pat belasnya.
14. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!
15. Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?
16. Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?
17. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya?
18. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!
19. Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?
20. Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yg diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?
21. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!
22. Pohon apakah yang mempu-nyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?”

Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu tersenyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Allah.
 
Setelah membaca basmalah ia berkata,
1. Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.
2. Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah SWT berfirman,
“Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami).” (Al-Isra’: 12).
3. Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi
Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak
kecil dan ketika me-negakkan kembali dinding yang hampir roboh.
4. Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur’an.
5. Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.
6. Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ke-tika Allah SWT menciptakan makhluk.
7. Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah SWT berfirman, “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu
sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.” (Al-Mulk: 3).
8. Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman,”Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Rabbmu di atas(kepala) mereka.” (Al-Haqah: 17).
9. Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu’jizat yang diberikan kepada Nabi Musa : tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan,
musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang dan *
10. Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan. Allah SWT
berfirman, “Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh
kali lipat.” (Al-An’am: 160).
11. Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudara
Yusuf .
12. Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu’jizat Nabi Musa yang
terdapat dalam firman Allah, “Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air
untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, ‘Pukullah batu itu dengan tongkatmu.’ Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air.”
(Al-Baqarah: 60).
13. Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf
ditambah dengan ayah dan ibunya.
14. Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh
adalah waktu Shubuh. Allah SWT ber-firman, “Dan waktu subuh apabila
fajarnya mulai menying-sing.” (At-Takwir: 18).
15. Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi
Yunus AS.
16. Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf , yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya,
“Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami
tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan
serigala.” Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka,”
tak ada cercaaan ter-hadap kalian.” Dan ayah mereka Ya’qub berkata,
“Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya
Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
17. Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara
keledai. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara kele-dai.” (Luqman: 19).
18. Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.
19. Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan
api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman, “Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim.” (Al-Anbiya’: 69).
20. Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara
dari batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).
21. Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah
tipu daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT, “Sesungguhnya tipu
daya kaum wanita itu sangatlah besar.” (Yusuf: 28).
22. Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua
di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang lima
waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.

Pendeta dan para hadirin merasa takjub mende-ngar jawaban pemuda
muslim tersebut. Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun
ia mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab
satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta.
Pemuda ini berkata, “Apakah kunci surga itu?”

Mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyembunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil.

Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak.

Mereka berkata,
“Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia  jawab, sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!”

Pendeta tersebut berkata,
“Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun
aku takut kalian marah.

” Mereka menjawab, “Kami akan jamin keselamatan anda.”

Sang pendeta pun berkata,
“Jawabannya ialah: Asyhadu an La Ilaha Illallah wa anna Muhammadar
Rasulullah.”

Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu  memeluk
agama Islam. Sungguh Allah telah menganugrahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim
yang bertakwa.**

* Penulis tidak menyebutkan yang kesembilan (pent.)
** Kisah nyata ini diambil dari Mausu’ah al-Qishash al-Waqi’ah melalui
internet,
www.gesah.net
   Kaum yang berpikir (termasuk para pendeta) sedianya telah mengetahui bahwa Islam adalah agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan akan menjaga manusia dalam kesejahteraan baik di dunia dan di akherat..
   Apa yang menyebabkan hati-hati para pendeta itu masih tertutup bahkan cenderung mereka sendiri yang menutup rapat jiwanya..
   Semoga Allah SWT memberikan Hidayah kepada mereka yang mau berpikir.. amien

Adab Mendengar Azan

KEMATIAN ITU PASTI menjelma. Hanya masa dan waktunya
yang tidak kita ketahui. Cuba kita amati. Mengapa
kebanyakan orang yg nazak, hampir ajal tidak dapat
berkata apa-apa.. lidahnya kelu, keras dan hanya mimik
mukanya yang menahan kesakitan ‘sakaratul maut’.

Diriwayatkan sebuah hadis yg bermaksud: “Hendaklah
kamu mendiamkan diri ketika azan, jika tidak Allah
akan kelukan lidahnya ketika maut menghampirinya.”Ini
jelas menunjukkan, kita disarankan agar mendiamkan
diri, jangan berkata apa-apa pun semasa azan
berkumandang. Sebagai orang beragama Islam kita wajib
menghormati  azan. Banyak fadhilatnya. Jika lagu
kebangsaan kita diajar agar berdiri tegak dan diamkan
diri.

Mengapa ketika azan kita tidak boleh mendiamkan diri?
Lantas sesiapa yang berkata-kata ketika azan, Allah
akan kelukan lidahnya ketika nazak. Kita takut dengan
kelunya lidah kita semasa ajal hampir tiba maka kita
tidak dapat mengucap kalimah “Lailahaillallah..” yang
mana sesiapa yang dapat mengucapkan kalimah ini ketika
nyawanya akan dicabut Allah dgn izinNya menjanjikan
syurga untuk mereka. Dari itu marilah kita sama-sama
menghormati azan dan mohon kepada Allah supaya lidah
ini tidak kelu semasa nyawa kita sedang dicabut. “Ya
Allah!  Anugerahkanlah kematian kami dengan kematian
yang baik lagi mulia,  lancarkan lidah kami  mengucap
kalimah “Lailahaillallah..” semasa sakaratul  maut
menghampiri  kami. Amin.. amin.. amin Yarobbal
a’lamin..”
WASIAT NABI MUHAMMAD S.A.W. kepada SAIDINA ALI R.A.;

Wahai Ali, bagi orang ‘ALIM itu ada 3 tanda2nya:
1) Jujur dalam berkata-kata.
2) Menjauhi segala yg haram.
3) Merendahkan diri.

Wahai Ali, bagi orang yg JUJUR itu ada 3 tanda2nya:
1) Merahasiakan ibadahnya.
2) Merahasiakan sedekahnya.
3) Merahasiakan ujian yg menimpanya.

Wahai Ali, bagi org yg TAKWA itu ada 3 tanda2nya:
1) Takut berlaku dusta dan keji.
2) Menjauhi kejahatan.
3) Memohon yang halal kerana takut jatuh dalam keharaman.

Wahai Ali, bagi AHLI IBADAH itu ada 3 tanda2nya:
1) Mengawasi dirinya.
2) Menghisab dirinya.
3) Memperbanyakkan ibadah kepada Allah s.w.t.

Wang RM50 atau S$50 kelihatan begitu besar bila
dibawa ke kotak derma masjid, tetapi begitu kecil bila
kita bawa ke
supermarket. 45 minit terasa terlalu lama untuk
berzikir tapi betapa
pendeknya waktu itu untukpertandingan bola sepak.
Semua insan ingin memasuki syurga tetapi tidak ramai
yang berfikir dan berbicara tentang bagaimana untuk
memasukinya.

Sujud Bikin Cerdas

SHALAT  ADALAH  AMALAN ibadah  yang  paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia.  Gerakan-gerakannya  sudah  sangat  melekat dengan gestur (gerakan khas   tubuh)   seorang   muslim.   Namun,  pernahkah  terpikirkan manfaat masing-masing  gerakan?  Sudut  pandang ilmiah menjadikan salat gudang obat bagi berbagai jenis penyakit!

Saat  seorang hamba telah cukup syarat untuk mendirikan salat, sejak itulah ia  mulai  menelisik  makna  dan  manfaatnya.  Sebab salat diturunkan untuk menyempurnakan  fasilitasNya  bagi  kehidupan manusia. Setelah sekian tahun menjalankan salat, sampai di mana pemahaman kita mengenainya?

TAKBIRATUL IHRAM

Postur:  berdiri  tegak,  mengangkat  kedua  tangan  sejajar  telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah.

Manfaat:  Gerakan  ini  melancarkan  aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan  otot  lengan.  Posisi  jantung  di  bawah otak memungkinkan darah mengalir  lancar  ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang  sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan  didekapkan  di  depan  perut  atau  dada  bagian  bawah.  Sikap ini menghindarkan  dari  berbagai  gangguan  persendian,  khususnya  pada tubuh bagian atas.

RUKUK

Postur:  Rukuk  yang  sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila  diletakkan  segelas  air  di  atas punggung tersebut tak akan tumpah.
Posisi kepala lurus dengan tulang belakang.

Manfaat:  Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang
belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar  dengan  otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah.

Tangan  yang  bertumpu  di  lutut  berfungsi  relaksasi bagi otot-otot bahu hingga  ke  bawah.  Selain  itu,  rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.

IFTIDAL

Postur:  Bangun  dari  rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga.

Manfaat:  Iftidal  adalah  variasi  postur  setelah rukuk dan sebelum
sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik.
Organ-organ  pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan
pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.

SUJUD

Postur:  Menungging  dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai.

Manfaat:  Aliran  getah  bening  dipompa ke bagian leher dan ketiak.
Posisi jantung  di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke  otak.  Aliran  ini  berpengaruh  pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tumaâninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya  di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir.
Khusus bagi  wanita,  baik  rukuk  maupun  sujud  memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

DUDUK

Postur:  Duduk  ada  dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan
tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki.

Manfaat:  Saat  iftirosy,  kita  bertumpu  pada pangkal paha yang
terhubung dengan  syaraf  nervus  Ischiadius.  Posisi  ini  menghindarkan  nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan.
Duduk tawarruk  sangat  baik  bagi  pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra),  kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens.
Jika dilakukan.  dengan  benar,  postur  irfi mencegah impotensi. Variasi posisi telapak  kaki  pada  iffirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut  meregang  dan  kemudian  relaks  kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.

SALAM

Gerakan: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal.

Manfaat:  Relaksasi  otot  sekitar  leher  dan kepala menyempurnakan aliran darah  di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah.
BERIBADAH secara, kontinyu bukan saja menyuburkan iman, tetapi mempercantik diri wanita luar dalam.

PACU KECERDASAN

Gerakan  sujud  dalam  salat  tergolong  unik.  Falsafahnya  adalah
manusia menundukkan  diri  serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri.   Dari  sudut  pandang  ilmu  psikoneuroimunologi  (ilmu mengenai kekebalan  tubuh  dari sudut pandang psikologis) yang didalami Prof Sholeh, gerakan ini mengantar manusia pada derajat setinggi-tingginya. Mengapa?
Dengan  melakukan  gerakan  sujud  secara  rutin,  pembuluh  darah  di otak terlatih  untuk  menerima  banyak  pasokan  darah.  Pada saat sujud, posisi jantung  berada di atas kepala yamg memungkinkan darah mengalir maksimal  ke otak.  Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu
kerja  sel-selnya.  Dengan  kata  lain,  sujud yang tumakninah dan
kontinyu dapat memacu kecerdasan.

Risetnya  telah  mendapat  pengakuan  dari  Harvard Universitry, AS. Bahkan seorang  dokter  berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan masuk Islam  setelah  diam-diam  melakukan  riset  pengembangan khusus mengenai gerakan sujud.

PERINDAH POSTUR

Gerakan-gerakan  dalam  salat  mirip  yoga  atau peregangan
(stretching). Intinya untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan salat  dibandingkan  gerakan lainnya adalah salat menggerakan anggota tubuh lebih banyak, termasuk jari kaki dan tangan.

Sujud adalah latihan kekuatan untuk otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud,  beban  tubuh  bagian  atas  ditumpukan  pada  lengan hingga telapak tangan.  Saat  inilah  kontraksi  terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggaan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.

MUDAHKAN PERSALINAN

Masih dalam pose sujud, manfaat lain bisa dinikmati kaum hawa. Saat pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada, otot-otot perut (rectus abdominis    dan obliquus abdominis externuus) berkontraksi penuh.

Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lama. Ini menguntungkan  wanita  karena  dalam  persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik  dan  kemampuan  mengejan  yang  mencukupi.  Bila,  otot  perut telah berkembang  menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia justru lebih
elastis.  Kebiasaan  sujud  menyebabkan  tubuh  dapat  mengembalikan serta mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).

PERBAIKI KESUBURAN

Setelah  sujud adalah gerakan duduk. Dalam salat ada dua macam sikap duduk, yaitu  duduk  iftirosy (tahiyyat awal) dan duduk tawarruk (tahiyyat akhir). Yang  terpenting  adalah turut berkontraksinya otot-otot daerah perineum.

Bagi  wanita,  inilah daerah paling terlindung karena terdapat tiga
lubang, yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih.
Saat  duduk  tawarruk,  tumit  kaki  kiri  harus  menekan  daerah
perineum. Punggung  kaki  harus  diletakkan  di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan  harus  menekan  pangkal  paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki kiri akan  memijit  dan  menekan  daerah  perineum.  Tekanan  lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.

AWET MUDA

Pada  dasarnya,  seluruh  gerakan  salat  bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh  lentur,  kerusakan  sel  dan  kulit  sedikit  terjadi.  Apalagi jika dilakukan secara rutin, maka sel-sel yang rusak dapat segera tergantikan, Regenerasi pun berlangsung lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar.

Gerakan terakhir, yaitu salam dan menengok ke kiri dan kanan punya pengaruh besar pada ke­kencangan. kulit wajah. Gerakan ini tak ubahnya relaksasi wajah dan leher. Yang tak kalah pentingnya, gerakan ini menghindarkan wanita dari serangan migrain dan sakit kepala lainnya.

Mengakhirkan dan Meninggalkan Sholat

Dikutip dari Kitab Habib Hasan bin Sholeh Al-Bahr
Al-Jufri

Saudara-saudara Rahimakumullah, ketahuilah bahwa
sesungguhnya bencana yang dahsyat, perbuatan yang
paling buruk, dan aib yang paling nista adalah
kurangnya perhatian masyarakat kita pada Sholat Lima
Waktu, Sholat Jum’at dan Sholat Berjamaah, padahal
semua itu adalah ibadah-ibadah yang dengannya Allah
meninggikan derajat dan menghapuskan dosa-dosa
maksiat. Dan sholat adalah cara ibadah seluruh
penghuni bumi dan langit.

Rasulullah SAW bersabda: “Langit merintih dan memang
ia pantas merintih, karena pada setiap tempat untuk
berpijak terdapat malaikat yang bersujud atau berdiri
(sholat) kepada Allah Azza Wa Jalla.” (HR. Imam
Turmudzi, Ibnu Majah dan Ahmad)

Orang yang meninggalkan sholat karena dilalaikan oleh
urusan dunia akan celaka nasibnya, berat siksanya,
merugi perdagangannya, besar musibahnya, dan panjang
penyesalannya.

Dengarkanlah nasihatku tentang nasib orang yang
meninggalkan sholat, baik semasa hidup maupun setelah
meninggal. Sesungguhnya Allah merahmati orang yang
mendengarkan nasihat kemudian memperhatikan dan
mengamalkannya.

Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya sholat adalah
kewajiban yang ditentukan waktunya bagi orang-orang
yang beriman.” (QS. An-Nisa’, 4:103)

Abu Hurairah RA meriwayatkan, “Setelah Isya’ aku
bersama Umar bin Khattab RA pergi ke rumah Abu Bakar
AsShiddiq RA untuk suatu keperluan. Sewaktu melewati
pintu rumah Rasulullah SAW, kami mendengar suara
rintihan. Kami pun terhenyak dan berhenti sejenak.
Kami dengar beliau menangis dan meratap.”

“Ahh…, andaikan saja aku dapat hidup terus untuk
melihat apa yang diperbuat oleh umatku terhadap
sholat. Ahh…, aku sungguh menyesali umatku.”

“Wahai Abu Hurairah, mari kita ketuk pintu ini,” kata
Umar RA. Umar kemudian mengetuk pintu. “Siapa?” tanya
Aisyah RA. “Aku bersama Abu Hurairah.”

Kami meminta izin untuk masuk dan ia mengizinkannya.
Setelah masuk, kami lihat Rasulullah SAW sedang
bersujud dan menangis sedih, beliau berkata dalam
sujudnya:

“Duhai Tuhanku, Engkau adalah Waliku bagi umatku, maka
perlakukan mereka sesuai sifat-Mu dan jangan
perlakukan mereka sesuai perbuatan mereka.”

“Ya Rasulullah, ayah dan ibuku menjadi tebusanmu. Apa
gerangan yang terjadi, mengapa engkau begitu sedih?”

“Wahai Umar, dalam perjalananku ke rumah Aisyah
sehabis mengerjakan sholat di mesjid, Jibril
mendatangiku dan berkata, “Wahai Muhammad, Allah Yang
Maha Benar mengucapkan salam kepadamu,” kemudian ia
berkata, “Bacalah!”

“Apa yang harus kubaca?”

“Bacalah: “Maka datanglah sesudah mereka pengganti
(yang jelek) yang menyia-nyiakan sholat dan
memperturutkan hawa nafsunya, mereka kelak akan
menemui kesesatan.” (QS. Maryam, 19:59)

“Wahai Jibril, apakah sepeninggalku nanti umatku akan
mengabaikan sholat?”

“Benar, wahai Muhammad, kelak di akhir zaman akan
datang sekelompok manusia dari umatmu yang mengabaikan
sholat, mengakhirkan sholat (hingga keluar dari
waktunya), dan memperturutkan hawa nafsu. Bagi mereka
satu dinar (uang) lebih berharga daripada sholat.”
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA.

Abu Darda` berkata, “Hamba Allah yang terbaik adalah
yang memperhatikan matahari, bulan dan awan untuk
berdzikir kepada Allah, yakni untuk mengerjakan
sholat.”

Diriwayatkan pula bahwa amal yang pertama kali
diperhatikan oleh Allah adalah sholat. Jika sholat
seseorang cacat, maka seluruh amalnya akan ditolak.

Rasulullah SAW bersabda: “Wahai Abu Hurairah,
perintahkanlah keluargamu untuk sholat, karena Allah
akan memberimu rezeki dari arah yang tidak pernah kamu
duga.”

Atha’ Al-Khurasaniy berkata, “Sekali saja seorang
hamba bersujud kepada Allah di suatu tempat di bumi,
maka tempat itu akan menjadi saksinya kelak di hari
kiamat. Dan ketika meninggal dunia tempat sujud itu
akan menangisinya.”

Rasulullah SAW bersabda: “Sholat adalah tiang agama,
barang siapa menegakkannya, maka ia telah menegakkan
agama, dan barang siapa merobohkannya, maka ia telah
merobohkan agama.” (HR. Imam Baihaqi)

“Barang siapa meninggalkan sholat dengan sengaja, maka
ia telah kafir.” (HR. Bazzar dari Abu Darda`), kafir
yang dimaksud disini adalah ingkar terhadap perintah
Allah karena perbuatan orang kafir adalah tidak pernah
shalat. Dalam Shahih Muslim dijelaskan bahwa
Rasulullah saw bersabda yang membedakan antara orang
beriman dengan orang kafir adalah shalat. Maka maukah
kita disamakan dengan orang kafir, padahal Rasulullah
saw bersabda”Barang siapa mengikuti kebiasaan suatu
kaum maka dia termasuk kaum tersebut”. Orang2 kafir
adalah orang yang tidak pernah shalat, maukah kita
termasuk golongan mereka.

“Barang siapa bertemu Allah sedang ia mengabaikan
sholat, maka Allah sama sekali tidak akan mempedulikan
kebaikannya.” (HR. Thabrani)

“Barang siapa meninggalkan sholat dengan sengaja, maka
terlepas sudah darinya jaminan Muhammad.” (HR. Imam
Ahmad dan Baihaqi)

“Allah telah mewajibkan sholat lima waktu kepada
hamba-Nya. Barang siapa menunaikan sholat pada
waktunya, maka di hari kiamat, sholat itu akan menjadi
cahaya dan bukti baginya. Dan barang siapa
mengabaikannya, maka ia akan dikumpulkan bersama
Firaun dan Haman.” (HR. Ibnu Hibban dan Ahmad) .

*Wasiat ini mudah-mudahan sangat bermanfaat buat kita
semuanya umat Islam. Tugas kita semua untuk saling
mengingatkan sesama Muslim akan pentingnya Sholat!

Wassalam WrWb,

Kisah Dibalik Sholat Lima Waktu

 Ali bin Abi Talib r.a berkata:

 

 Sewaktu Rasullullah SAW duduk bersama para sahabat Muhajirin dan

 Anshar, maka dengan tiba-tiba datanglah satu rombongan orang-orang

 Yahudi, lalu berkata: “Ya Muhammad, kami hendak tanya kepada kamu

 kalimat-kalimat yang telah diberikan oleh Allah kepada Nabi Musa as

 yang tidak diberikan kecuali kepada para Nabi utusan Allah atau

 malaikat muqarrab.” Lalu Rasullullah SAW bersabda: “Silahkan bertanya”

 

 Berkata orang Yahudi: “Silahkan terangkan kepada kami tentang 5 waktu

 yang diwajibkan oleh Allah ke atas umatmu.”

 

 Sabda Rasullullah SAW: “Sholat Zuhur jika tergelincir matahari, maka

 bertasbihlah segala sesuatu kepada TuhanNYA , Sholat Ashar itu ialah

 saat ketika Nabi Adam as memakan buah Khuldi , Sholat Maghrib itu

 adalah saat Allah menerima taubat Nabi Adam as, maka setiap mukmin

 yang sholat Maghrib dengan ikhlas kemudian dia berdoa meminta sesuatu

 pada Allah maka pasti Allah akan mengkabulkan permintaannya. Sholat

 Isya’ itu ialah sholat yang dikerjakan oleh para Rasul-Rasul

 sebelumku , Sholat Subuh adalah sebelum terbit matahari , ini karena

 apabila matahari terbit , terbitnya di antara dua tanduk syaitan dan

 disitu sujudnya tiap orang kafir.”

 

 Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan dari Rasullullah SAW, maka

 mereka berkata: “Memang benar apa yang kamu katakan itu Muhammad,

 katakanlah kepada kami apakah pahala yang akan di dapati oleh orang

 yang sholat.”

 

 Rasullullah SAW bersabda: “Jagalah waktu-waktu sholat terutama sholat

 yang pertengahan , Sholat Zuhur , pada saat itu nyalanya neraka

 Jahanam , orang mukmin yang mengerjakan sholat pada ketika itu akan

 diharamkan ke atasnya uap api neraka Jahanam pada hari Kiamat.”

 

 Sabda Rasullullah SAW lagi: “Manakala sholat Ashar , adalah saat di

 mana Nabi Adam as memakan buah Khuldi. Orang mukmin yang mengerjakan

 sholat Ashar akan diampunkan dosanya seperti bayi yang baru lahir.”

 

 Setelah itu Rasullullah SAW membaca ayat yang bermaksud: ” Jagalah

 waktu-waktu sholat terutama sekali sholat yang pertengahan , sholat

 Maghrib itu adalah saat di mana taubat Nabi Adam as diterima. Seorang

 mukmin yang ikhlas mengerjakan sholat Maghrib kemudian meminta sesuatu

 dari Allah maka Allah akan perkenankan.

 

 Sabda Rasullullah SAW: ” Sholat Isya’ (atamah). Katakan kubur itu

 adalah sangat gelap dan begitu juga pada hari Kiamat, maka seorang

 mukmin yang berjalan dalam malam yang gelap untuk pergi menunaikan

 sholat Isya’ berjamaah , Allah SWT haramkan dari terkena nyalanya api

 neraka dan diberinya cahaya untuk menyeberangi titian sirath.”

 

 Sabda Rasullullah SAW seterusnya: ” Sholat Subuh pula, seorang mukmin

 yang mengerjakan sholat Subuh selama 40 hari secara berjamaah, diberi

 oleh Allah SWT dua kebebasan yaitu:

 1. Dibebaskan dari api neraka

 2. Dibebaskan dari nifaq

 

 Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan dari Rasullullah SAW maka

 mereka berkata: “Memang benarlah apa yang kamu katakan itu wahai

 Muhammad. Kini katakan pula kepada kami semua kenapakah Allah SWT

 mewajibkan puasa 30 hari ke atas umatmu?”

 

 Sabda Rasullullah SAW: “Ketika Nabi Adam memakan buah pohon yang

 dilarang , lalu makanan itu tersangkut dalam perut Nabi Adam as

 selama 30 hari. Kemudian Allah SWT mewajibkan ke atas keturunan Adam

 as berlapar selama 30 hari. Sementara izin makan di waktu malam itu

 adalah sebagai kurnia Allah SWT kepada makhluk-NYA.”

 

 Kata orang Yahudi: “Wahai Muhammad, memang benarlah apa yang kamu

 katakan itu. Kini terangkan kepada kami ganjaran pahala yang

 diperolehi dari puasa itu.”

 

 Sabda Rasullullah SAW: “Seorang hamba yang berpuasa dalam bulan

 Ramadhan dengan ikhlas kepada Allah SWT dia akan diberi oleh Allah

 SWT tujuh perkara:

 

 1. Akan dicairkan daging haram yg tumbuh dari badannya (daging yang

 tumbuh dengan makanan yang haram)

 2. Rahmat Allah senantiasa dekat dengannya

 3. Diberi oleh Allah sebaik-baik amal

 4. Dijauhkan dari merasa lapar dan haus

 5. Diringankan baginya siksa kubur (siksa yang sangat mengerikan)

 6. Diberikan cahaya oleh Allah SWT pada hari Kiamat untuk menyeberang

 titian sirath

 7. Allah SWT akan memberinya kemudian di syurga

 

 Kata orang Yahudi: “Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Katakan

 kepada kami kelebihanmu antara semua para nabi-nabi.)

 

 Sabda Rasullullah SAW: “Seorang nabi mengunakan doa mustajabnya untuk

 membinasakan umatnya, tetapi saya tetap menyimpankan doa saya (untuk

 saya gunakan memberi syafaat pada umat saya di hari kiamat).”

 

 Kata orang Yahudi: “Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad, kini

 kami mengakui dengan ucapan Asyhadu Alla illaha illallah, wa asyhadu

 anna Muhammada Rasulullah (kami percaya bahwa tiada Tuhan kecuali

 Allah dan engkau utusan Allah).”

 

 “Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu , dengan sedikit

 ketakutan , kelaparan , kekurangan harta , jiwa dan buah-buahan. Dan

 berilah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah:

 155)

 

 Disebutkan di dalam satu riwayat, bahawasanya apabila para makhluk

 dibangkitkan dari kubur, mereka semuanya berdiri tegak di kubur masing

 masing selama 44 tahun UMUR AKHIRAT dalam keadaan TIDAK MAKAN dan

 TIDAK MINUM, TIDAK DUDUK dan TIDAK BERCAKAP.

 

 Bertanya orang kepada Rasulullah SAW: “Bagaimana kita dapat mengenali

 ORANG-ORANG MUKMIN kelak di hari qiamat?” Maka jawab Rasulullah SAW,

 “Umat dikenal karena WAJAH mereka putih disebabkan oleh WUDHU “

 

 Bila kiamat datang maka malaikat datang ke kubur orang mukmin sambil

 membersihkan debu di badan mereka KECUALI pada tempat sujud. Bekas

 SUJUD tidak dihilangkan. Maka memanggillah dari Dzat yang memanggil,

 bukanlah debu itu dari debu kubur mereka, akan tetapi debu itu ialah

 debu KEIMANAN mereka. Oleh itu tinggallah debu itu sehingga mereka

 melalui titian Siratul Mustaqim dan memasuki alam syurga, sehingga

 setiap orang melihat para mukmin itu mengetahui bahwa mereka adalah

 pelayan-KU dan hamba-hamba-KU.

 

 Disebutkan oleh hadith Rasulullah SAW bahwa sepuluh orang yang

 mayatnya TIDAK BUSUK dan TIDAK REPUT dan akan bangkit dalam tubuh asal

 diwaktu mati:

 

 1. Para Nabi

 

 2. Para Ahli Jihad

 3. Para Alim Ulama’

 4. Para Syuhada

 5. Para Penghafal Al Qur’an

 

 6. Imam atau Pemimpin yang Adil

 7. Tukang Adzan (Muadzin)

 8. Wanita yang mati kelahiran/beranak

 9. Orang mati dibunuh atau dianiaya

 10. Orang yang mati di siang hari atau di malam Jumat jika mereka itu

 dari kalangan orang yang beriman.

 

 Di dalam satu riwayat yang lain dari Jabir bin Abdullah ra, sabda

 Rasulullah SAW: Apabila datang hari kiamat dan orang-orang yang berada

 di dalam kubur dibangkitkan maka Allah SWT memberi wahyu kepada

 Malaikat Ridhwan: Wahai Ridhwan, sesungguhnya AKU telah mengeluarkan

 hamba-hamba-KU berpuasa (ahli puasa) dari kubur mereka di dalam

 keadaan letih dan dahaga. Maka ambillah dan berikan mereka segala

 makanan yang digoreng dan buah- buahan syurga.

 

 Maka Malaikat Ridhwan menyeru, wahai sekalian kawan-kawan dan semua

 anak-anak yang belum baligh, lalu mereka semua datang dengan membawa

 dulang dari nur dan berhimpun dekat Malaikat Ridhwan bersama dulang

 yang penuh dengan buahan dan minuman yang lezat dari syurga dengan

 sangat banyak melebihi daun-daun kayu di bumi.

 

 Jika Malaikat Ridhwan berjumpa mukmin maka dia memberi makanan itu

 kepada mereka sambil mengucap sebagaimana yang difirmankan oleh Allah

 SWT di dalam Surah Al-Haqqah: ” Makan dan minumlah dengan sedap

 disebabkan AMAL yang telah kamu kerjakan pada HARI yang telah lalu

 itu.”

 

 Tolong sebarkan kisah ini kepada saudara Islam yang lain. Ilmu yang

 bermanfaat ialah salah satu amal yang berkekalan bagi orang yang

 mengajarnya meskipun dia sudah mati. ” Dan (ingatlah) Allah senantiasa

 mengetahui dengan mendalam akan apa jua yang kamu lakukan.” (Surah

 Al-Baqarah : 237 )