Zalimnya Pemerintahan Ini

 SEPULANG DARI PENGAJIAN rutin beberapa hari lalu, saya berdiri di tepi
 trotoar daerah Klender. Angkot yang ditunggu belum jua lewat, sedang
 matahari kian memancar terik. Entah mengapa, kedua mata saya tertarik
 utuk memperhatikan seorang bapak tua yang tengah termangu di tepi jalan
 dengan sebuah gerobak kecil yang kosong. Bapak itu duduk di trotoar.
 Matanya memandang kosong ke arah jalan.

 Saya mendekatinya. Kami pun terlibat obrolan ringan. Pak Jumari,
 demikian namanya, adalah seorang penjual minyak tanah keliling yang
 biasa menjajakan barang dagangannya di daerah Pondok Kopi, Jakarta
 Timur. “Tapi kok gerobaknya kosong Pak, mana kaleng-kaleng minyaknya?”
 tanya saya.

 Pak Jumari tersenyum kecut. Sambil menghembuskan nafas panjang-panjang
 seakan hendak melepas semua beban yang ada di dadanya, lelaki berusia
 limapuluh dua tahun ini menggeleng. “Gak ada minyaknya.”

 Bapak empat anak ini bercerita jika dia tengah bingung. Mei depan,
 katanya, pemerintah akan mencabut subsidi harga minyak tanah. “Saya
 bingung. saya pasti gak bisa lagi jualan minyak. Saya gak tahu lagi
 harus jualan apa. modal gak ada.keterampilan gak punya..” Pak Jumari
 bercerita. Kedua matanya menatap kosong memandang jalanan. Tiba-tiba
 kedua matanya basah. Dua bulir air segera turun melewati pipinya yang
 cekung.

 “Maaf /dik/ saya menangis, saya benar-benar bingung. mau makan apa kami
 kelak.., ” ujarnya lagi. Kedua bahunya terguncang menahan tangis. Saya
 tidak mampu untuk menolongnya dan hanya bisa menghibur dengan kata-kata.
 Tangan saya mengusap punggungnya. Saya tahu ini tidak mampu mengurangi
 beban hidupnya.

 Pak Jumari bercerita jika anaknya yang paling besar kabur entah ke mana.
 “Dia kabur dari rumah ketika saya sudah tidak kuat lagi bayar sekolahnya
 di SMP. Dia mungkin malu. Sampai sekarang saya tidak pernah lagi melihat
 dia.. Adiknya juga putus sekolah dan sekarang ngamen di jalan. Sedangkan
 dua adiknya lagi ikut ibunya ngamen di kereta. Entah sampai kapan kami
 begini .”

 Mendengar penuturannya, kedua mata saya ikut basah.

 Pak Jumari mengusap kedua matanya dengan handuk kecil lusuh yang
 melingkar di leher. “/Dik/, katanya adik wartawan.. tolong bilang kepada
 pemerintah kita, kepada bapak-bapak yang duduk di atas sana , keadaan
 saya dan banyak orang seperti saya ini sungguh-sungguh berat sekarang
 ini. Saya dan orang-orang seperti saya ini cuma mau hidup sederhana,
 punya rumah kecil, bisa nyekolahin anak, bisa makan tiap hari, itu saja.
 ” Kedua mata Pak Jumari menatap saya dengan sungguh-sungguh.

 “/Dik/, mungkin orang-orang seperti kami ini lebih baik mati… mungkin
 kehidupan di sana lebih baik daripada di sini yah…” Pak Jumari
 menerawang.

 Saya tercekat. Tak mampu berkata apa-apa. Saya tidak sampai hati
 menceritakan keadaan sesungguhnya yang dilakukan oleh para pejabat kita,
 oleh mereka-mereka yang duduk di atas singgasananya. Saya yakin Pak
 Jumari juga sudah tahu dan saya hanya mengangguk.

 Mereka, orang-orang seperti Pak Jumari itu telah bekerja siang malam
 membanting tulang memeras keringat, bahkan mungkin jika perlu memeras
 darah pun mereka mau. Namun kemiskinan tetap melilit kehidupannya.
 Mereka sangat rajin bekerja, tetapi mereka tetap melarat.

 Kontras sekali dengan para pejabat kita yang seenaknya numpang hidup
 mewah dari hasil merampok uang rakyat. Uang rakyat yang disebut
 ‘anggaran negara’ digunakan untuk membeli mobil dinas yang mewah,
 fasilitas alat komunikasi yang canggih, rumah dinas yang megah, gaji dan
 honor yang gede-gedean, uang rapat, uang transport, uang makan,
 akomodasi hotel berbintang nan gemerlap, dan segala macam fasilitas gila
 lainnya. /Mumpung ada anggaran negara maka sikat sajalah! /

 Inilah para perampok berdasi dan bersedan mewah, yang seharusnya bekerja
 untuk mensejahterakan rakyatnya namun malah berkhianat mensejahterakan
 diri, keluarga, dan kelompoknya sendiri. Inilah para lintah darat yang
 menghisap dengan serakah keringat, darah, tulang hingga sum-sum
 rakyatnya sendiri. Mereka sama sekali tidak perduli betapa rakyatnya
 kian hari kian susah bernafas. Mereka tidak pernah perduli. Betapa
 zalimnya pemerintahan kita ini!

 Subsidi untuk rakyat kecil mereka hilangkan. Tapi subsidi agar para
 pejabat bisa hidup mewah terus saja berlangsung. Ketika rakyat antri
 minyak berhari-hari, para pejabat kita enak-enakan keliling dalam mobil
 mewah yang dibeli dari uang rakyat, menginap berhari-hari di kasur empuk
 hotel berbintang yang dibiayai dari uang rakyat, dan melancong ke luar
 negeri berkedok studi banding, juga dari uang rakyat.

 Sepanjang jalan, di dalam angkot, hati saya menangis. Bocah-bocah kecil
 berbaju lusuh bergantian turun naik angkot mengamen. Di perempatan lampu
 merah, beberapa bocah perempuan berkerudung menengadahkan tangan. Di
 tepi jalan, poster-poster pilkadal ditempel dengan norak. Perut saya
 mual dibuatnya.

 Setibanya di rumah, saya peluk dan cium anak saya satu-satunya. “Nak,
 ini nasi bungkus yang engkau minta.” Dia makan dengan lahap. Saya tatap
 dirinya dengan penuh kebahagiaan. /Alhamdulillah/ , saya masih mampu
 menghidupi keluarga dengan uang halal hasil keringat sendiri, bukan
 numpang hidup dari fasilitas negara, mengutak-atik anggaran negara yang
 sesungguhnya uang rakyat, atau bagai lintah yang mengisap kekayaan negara.

 Saat malam tiba, wajah Pak Jumari kembali membayang. Saya tidak tahu
 apakah malam ini dia tidur dengan perut kenyang atau tidak. Saya berdoa
 agar Allah senantiasa menjaga dan menolong orang-orang seperti Pak
 Jumari, dan memberi hidayah kepada para pejabat kita yang korup.
 Mudah-mudahan mereka bisa kembali ke jalan yang benar. Mudah-mudahan
 mereka bisa kembali paham bahwa jabatan adalah amanah yang harus
 dipertanggungjawabk an di mahkamah akhir kelak. Mudah-mudahan mereka
 masih punya nurani dan mau melihat ke bawah.

 Mudah-mudahan mereka bisa lebih sering naik angkot untuk bisa mencium
 keringat anak-anak negeri ini yang harus bekerja hingga malam demi
 sesuap nasi, bukan berkeliling kota naik sedan mewah…

 Mudah-mudahan mereka lebih sering menemui para dhuafa, bukan menemui
 konglomerat dan pejabat… Mudah-mudahan mereka lebih sering berkeliling
 ke wilayah-wilayah kumuh, bukan ke mal…

 Amien Ya Allah.

Iklan

Puing-Puing Kota Bawah Laut

Alexandria, Egypt : Lepas pantai Alexandria, kota dari Alexander the Great, terbentang apa yg dipercayai sebagai puing-puing kamar / ruangan kebesaran Cleopatra. Dipercayai bahwa gempa besar sekitar 1500 tahun yang lalu yang menyebabkan tempat ini tenggelam di dalam laut bersama peninggalan-peninggalan bersejarah, patung-patung dan bagian-bagian lain dari istana Cleopatra.

 

Bay of Cambay, India : Beberapa tahun yang lalu ditemukan sebuah kota berumur lebih dari 9500 tahun. Lebih penting lagi penemuan ini lebih tua 5000 tahun dari apa yang pernah ditemukan didaerah ini, memaksa para ahli sejarah untuk mengevaluasi kembali pengertian mereka tentang sejarah kebudayaan di daerah itu. Penemuan ini dinamakan Dwarka atau Kota Emas, yg dinamakan menurut kota tua dalam laut yg dimiliki dewa Khrisna.

 

Kwan Phayao, Thailand : Sebetulnya candi berumur 500 tahun yang berada di dasar danau Phayao tidak aneh. Tetapi yg aneh adalah bahwa danau tersebut baru dibuat dengan sengaja 70 tahun yang lalu.

 

Yonaguni-Jima, Japan : Ditemukan oleh seorang pemandu tur selam karang lebih 20 tahun yang lalu. banyak kontroversi tentang piramid misterius yang ditemukan lepas pantai Jepang. Bangunan ini terlihat seperti dipahat dari lempengan batu menggunakan peralatan yg diduga tidak / belum ada pada jaman dahulu di area ini.

 

Havana, Cuba : Sebuah tim ilmuwan melanjutkan penelitian tentang puing-puing megalitic di selat Yucatan dekat Cuba .Mereka menemukan bukti bahwa ada sebuah pemukiman urban sepanjang beberapa mil sepanjang pantai. Beberapa percaya bahwa yang dahulu tinggal ditempat tersebut adalah kebudayaan America tua.

 

North Sea, Europe : Sebuah landscape baru-baru ini ditemukan dibawah Laut Utara. Dulu pernah didiami oleh manusia kurang lebih 10000 tahun yang lalu. Area tersebut dulu adalah sungai, danau dan samudra sekarang ada dibawah dasar laut.

 

Atlantis, Antarctica : Lebih dari 100 tahun yang lalu seorang kurator museum di Istanbul menemukan sebuat peta tua. Setelah menelitinya dia menemukan lokasi yang ditandai dengan deretan gunung yang lokasinya adalah dimana Antartica sekarang berada. Peta ini adalah salah satu dari sekian bukti yang menyatakan bahwa Antartica adalah kota Atlantis yg hilang. Bukti terbaru adalah penemuan menggunakan teknologi sonar yg menunjukkan bahwa ada struktur lagi dibawah Antartica.

 

Prinsip 90/10

 Oleh : STEPHEN COVEY

  Bagaimana prinsip 90/10 itu ?

  – 10% dari hidup anda terjadi karena apa yang langsung anda alami.
  – 90% dari hidup anda ditentukan dari cara anda bereaksi.

  Apa maksudnya ?
  Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari kondisi yang terjadi pada diri
  anda.

  Contohnya :
  Anda tidak dapat menghindar dari kemacetan. Pesawat terlambat datang dan
  hal ini akan  membuang seluruh schedule anda. Kemacetan telah menghambat
  seluruh rencana anda. Anda tidak dapat mengontrol kondisi 10% ini.
  Tetapi beda dengan 90% lainnya. Anda dapat mengontrol yang 90% ini.
  Bagaimana caranya ? …. Dari cara reaksi anda !!
  Anda tidak dapat mengontrol lampu merah, tetapi anda dapat mengontrol
  reaksi anda.

  Marilah kita lihat contoh dibawah ini :
 

 Kondisi 1
  Anda makan pagi dengan keluarga anda. Anak anda secara tidak sengaja
  menyenggol cangkir kopi minuman anda sehingga pakaian kerja anda tersiram
  kotor. Anda tidak dapat mengendalikan apa yang baru saja terjadi.
  Reaksi anda :
  Anda bentak anak anda karena telah menjatuhkan kopi ke pakaian anda. Anak
  anda akhirnya menangis. Setelah membentak, anda menoleh ke istri anda dan
  mengkritik karena telah menaruh cangkir pada posisi terlalu pinggir
  diujung meja.
  Akhirnya terjadi pertengkaran mulut. Anda lari ke kamar dan cepat-cepat
  ganti baju. Kembali ke ruang makan, anak anda masih menangis sambil
  menghabiskan makan paginya. Akhirnya anak anda ketinggalan bis.
  Istri anda harus secepatnya pergi kerja. Anda buru-buru ke mobil dan
  mengantar anak anda ke sekolah. Karena anda telat, anda laju mobil dengan
  kecepatan 70 km/jam padahal batas kecepatan hanya boleh 60 km/jam.
  Setelah terlambat 15 menit dan terpaksa mengeluarkan kocek Rp 600.000,-
  karena melanggar lalu lintas, akhirnya anda sampai di sekolah. Anak anda
  secepatnya keluar dari mobil tanpa pamit..
  Setelah tiba di kantor dimana anda telat 20 menit, anda baru ingat kalau
  tas anda tertinggal di rumah.
  Hari kerja anda dimulai dengan situasi buruk. Jika diteruskan maka akan
  semakin buruk. Pikiran anda terganggu karena kondisi di rumah.
  Pada saat tiba di rumah, anda menjumpai beberapa gangguan hubungan dengan
  istri dan anak anda.
  Mengapa ? Karena cara anda bereaksi pada pagi hari.
  Mengapa anda mengalami hari yang buruk ?*
  1. Apakah penyebabnya karena kejatuhan kopi ?
  2. Apakah penyebabnya karena anak anda ?
  3. Apakah penyebabnya karena polisi lalu lintas ?
  4. Apakah anda penyebabnya ?
 Jawabannya adalah No. 4 yaitu penyebabnya adalah anda sendiri !!
  Anda tidak dapat mengendalikan diri setelah apa yang terjadi pada cangkir
  kopi. Cara anda bereaksi dalam 5 detik tersebut ternyata adalah penyebab
  hari buruk anda.

  Berikut adalah contoh yang sebaiknya atau seharusnya anda sikapi.
  Kondisi 2
  Cairan kopi menyiram baju anda. Begitu anak anda akan menangis, anda
  berkata lembut : “Tidak apa-apa sayang, lain kali hati-hati ya.” Anda
  ambil handuk kecil dan lari ke kamar. Setelah mengganti pakaian dan
  mengambil tas, secepatnya anda menuju jendela ruang depan dan melihat
  anak anda sedang naik bis sambil melambaikan tangan ke anda. Anda
  kemudian mengecup lembut pipi istri anda dan mengatakan : “Sampai jumpa
  makan malam nanti.”
  Anda datang ke kantor 5 menit lebih cepat dan dengan muka cerah menegur
  staff anda. Bos anda mengomentari semangat dan kecerahan hari anda di
  kantor.
 Apakah anda melihat perbedaan kedua kondisi tersebut ?

  2 (dua) skenario berbeda, dimulai dengan kondisi yang sama, diakhiri
  dengan
  kondisi berbeda.

  Mengapa ?
  Ternyata penyebabnya adalah dari cara anda bereaksi !
  Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari yang sudah terjadi. Tetapi yang
  90% tergantung dari reaksi anda sendiri.
  Ini adalah cara untuk menerapkan prinsip 90/10. Jika ada orang yang
  mengatakan hal buruk tentang anda, jangan cepat terpancing. Biarkan
  serangan tersebut mengalir seperti air di gelas. Anda jangan membiarkan
  komentar buruk tersebut mempengaruhi anda.
  Jika beraksi seadanya atau salah reaksi maka akan menyebabkan anda:
  kehilangan teman, dipecat, stress dan lain-lain yang merugikan.

  Bagaimana reaksi anda jika mobil anda mengalami kemacetan dan terlambat
  masuk kantor ? Apakah anda akan marah ? Memukul stir mobil ? Memaki-maki
  ? Apakah tekanan darah anda akan naik cepat ?
  Siapa yang peduli jika anda datang telat 10 detik ? Kenapa anda biarkan
  kondisi tersebut merusak hari anda ?
  Cobalah ingat prinsip 90/10 dan jangan khawatir, masalah anda akan cepat
  terselesaikan.

  Contoh lain :
  – Anda dipecat.
  Mengapa anda sampai tidak bisa tidur dan khawatir ?
  Suatu waktu akan ada jalan keluar. Gunakan energi dan waktu yang hilang
  karena kekhawatiran tersebut untuk mencari pekerjaan yang lain.

  – Pesawat terlambat.
  Kondisi ini merusak seluruh schedule anda. Kenapa anda marah-marah kepada
  petugas tiket di bandara ? Mereka tidak dapat mengendalikan terhadap apa
  yang terjadi. Kenapa harus stress ? Kondisi ini justru akan memperburuk
  kondisi anda. Gunakan waktu anda untuk mempelajari situasi, membaca buku
  yang anda bawa, atau mengenali penumpang lain.

  Sekarang anda sudah tahu prinsip 90/10. Gunakanlah dalam aktivitas harian
  anda dan anda akan kagum atas hasilnya. Tidak ada yang hilang dan
  hasilnya sangat menakjubkan.

  Sudah berjuta-juta orang menderita akibat stress, masalah berat, cobaan
  hidup dan sakit hati yang sebenarnya hal ini dapat diatasi jika kita
  mengerti cara menggunakan prinsip 90/10.

  NIKMATILAH HIDUP INI !!

Kaya dan Mulia

SAHABAT, ADA SEBUAH sebuah kisah menarik tentang seseorang yang bermimpi
melihat Malik bin Dinar sedang berlomba-lomba dengan Muhammad bin Wasi’
menuju surga. Ia menyaksikan bahwa Muhammad bin Wasi` akhirnya dapat
mendahului Malik bin Dinar untuk sampai di surga. Orang itu kemudian
bertanya mengapa demikian kejadiannya, karena menurut perkiraannya Malik
bin Dinar bakal menang, karena ia dikenal sebagai seorang yang arif.
Kaum salihin menjawab bahwa ketika meninggal dunia Muhammad bin Wasi’
hanya meninggalkan sepotong pakaian, sedangkan Malik meninggalkan dua
potong pakaian.
 
Kisah diatas adalah ilustrasi yang penuh Hikmah mendalam. Apalagi kalau
dihubungkan dengan kehidupan modern dewasa ini yang cenderung
mengedepankan nilai-nilai materialisme. Banyak orang berlomba-lomba
mengejar kehidupan dunia, menumpuk harta kekayaan dan melalikan
kepentiongan-kepentingan kehidupan yang panjang selanjutnya. Pakain
dalam kisah diatas tentunya hanyalah ilustrasi tentang asesories
kehidupan dunia, kekayaan, kemewahan dan materiaslisme. Maknanya kita
perlu memahami dengan benar tentang hakekat kekayaan dan tujuan
tertinggi kehidupan sehingga apa yang kita perjuangkan dalam meraih
kesuksesan dan kekayaan dapat meninggikan kemulian hidup kita. Apa yang
kita perjuangkan dalam kehidupan dapat menjadi sarana bagi bekal utama
kita masuk surga, bukannya malah menjadi penghambat masuk surga.
 
Apa yang dapat kita renungkan dari kisah tersebut diatas ?
 
1. Jangan Menjadikan Kekayaan Sebagai Tujuan Akhir.
 
Kesuksesan dan kekayaan pantas untuk kita perjuangakan dalam kehidupan
ini.Karena sesunguhnya dengan kekayaan harta dapat emnjadikan seseorang
meraih lebih banyak kebaikan bagi bekal kehidupan selanjutnya. Dengan
demikian bekerja keras untuk mencari kesejahteraan kehidupan dunia
adalah hal yang mulia. Menjalankan Bisnis atau berdagang untuk meraih
kekayaan dan kesejahteraan hidup di dunia adalah hal yang baik. Tetapi
perlu dipahami bahwa kekayaan bukanlah tujuan akhir. Jangan menjadikan
kekayaan harta sebagai tujuan akhir yang ingin kita raih. Karena
sebaik-baik urusan dunia adalah yang dapat menjadi sarana menuju
kebaikan akhirat. Artinya kekayaan yang yang kita perjuangkan dalam
kehidupan hanyalah sarana untuk meraih banyak kebaikan. Sebagai sarana
untuk memperbanyak amal kebaikan dan menolong sesama kehidupan.
 
Kalau seorang yang dikenal arif bijaksana seperti Malik bin Dinar saja
dapat tertinggal hanya karena pakaian, lalu bagaimana dengan kita semua
yang hidup di era konsumtif dan senang menumpuk harta kekayaan ini ?.
Ingatlah tidak pernah merasa cukup orang yang hidupnya hanya mengejar
dunia. Harta kekayaan yang bermanfaat sesungguhnya bukan seberapa yang
kita miliki, melainkan seberapa banyak harta yang kita gunakan untuk
kebaikan di jalan Allah swt.
 
2. Kesederhanaan Adalah Kemuliaan.
 
Konosuke Matsuhita adalah seorang pendiri group Bisnis raksasa
Matsushita. Meskipun sudah meriah sukses luar biasa dan berkelimpahan
harta, namun ia tetap hidup sederhana, senang mengabdikan hidupnya untuk
kemanusiaan,menulis puluhan buku dan menyumbangkan ratusan juta dollar
harta kekayaannya untuk kegiatan kemanusiaan. Warren Buffet adalah
mahaguru di dunia saham.Meskipun tercatat sebagai salah satu orang
terkaya di dunia, ia tetap hidup sederhana dan bahkan menyumbangkan
hamper 80 persen harta kekayaannya untuk kegiatan kemanusiaan. Apa
sesungguhnya yang menjadi motif Bisnis mereka ? Apakah ingin mencari
kekayaan dan hidup berkemewahan ? Kalau mempelajari dari kisah hidup
mereka, sesungguhnya bukanlah kekayaan dan kemewahan yang menjadi
otivasi hidupnya, melainkan kesederhanaan, mereka hanyalah ingin
berkarya dan memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi banyak orang.
 
Meskipun berhasil meraih kesuksesan dan kekayaan, namun kalau hal itu
menjadikan kita selalu tenggelam dalam urusan keduniaan, hati kita selalu
terikat pada dunia sehingga kita melalaikan hak-hak dan
perintah-perintah Allah, itu adalah hidup yang tidak mulia. Yang terpuji adalah hidup
sederhana, tidak berlebih-lebihan dan banyak memberikan manfaat bagi
kehidupan. Hidup berlebih-lebihan, hidup bermewah-mewahan membuat
seseorang terlambat masuk surga.
 
3. Kekayaan Yang Utama Adalah Kekayaan Hati.
 
Untuk hidup berkelimpahan tidak harus kaya harta tetapi perlu kaya
hati.Dengan demikian untuk mencapai hidup keberlimpahan tidak harus
menungu kaya raya dulu. Banyak orang mengatakan bahwa saya harus kaya
raya agar dapat banyak membantu orang lain. Mengapa membantu orang lain
harus menunggu kaya dulu ? Toh banyak cara untuk menjadi bermanfaat bagi
orang lain. Kalau menunggu kaya raya dulu, kalau sudah kaya malahan lupa
membantu orang lain. Bukankah banyak contoh yang demikian ini ?
 
Dengan kekayaan hati, kita dapat merasakan hidup berkelimpahan. Membantu
orang lain tidak kawatir akan kekurangan karena dilakukan dengan ikhlas.
Meskipun rejeki tidak banyak, kerana diperoleh dengan kejujuran maka
menjadi berkah dan serba kecukupan. Orang yang kaya hati akan mudah
peduli dengan sesame, senang membantu orang lain, hidup tenang dan
merasakan kebahagiaan.

Toilet Pesawat

SEORANG PRIA YANG sedang mengadakan perjalanan dengan pesawat terbang, tiba-tiba ingin buang air. Akan tetapi setiap kali ia pergi ke toilet, selalu saja toilet itu terisi. Seorang pramugari melihat keadaan ini, ia lalu menganjurkan pria tadi untuk menggunakan toliet wanita dengan catatan tidak menekan tombol-tombol yang ada di dekat toliet tersebut. Ternyata tombol-tombol itu memang ada didekat tissue, pada tombol-tombol itu tertulis huruf “WW” .”WA”..”PP”. .”ATR”…
 
 Karena penasaran, pria tadi tidak mengindahkan pesan sang pramugari dan mencoba untuk menekan tombol-tombol itu. Dengan hati-hati ia menekan tombol “WW” dan seketika air hangat menyemprot  pantatnya… dalam hati ia berkata  “Oh rupanya tombol ini berarti Warm Water (air hangat…) untuk  cebok…..wah enak ya perempuan kalau ke toliet”
 
 Karena ia masih penasaran, lalu ia mencoba menekan tombol “WA”….dan seketika bertiuplah udara hangat (Warm Air) untuk mengeringkan pantatnya yang basah…..”Aha. ..” ia berpikir “Tidak heran kalau perempuan betah berlama-lama didalam toilet dengan pelayanan seperti ini…!!”:
 
 Lalu ia menekan tombol “PP” dengan sangat berhati-hati sambil meng-antisipasi kemungkinan yang akan terjadi. Sebuah bantalan bedak (Powder Puff) keluar dari samping lalu membedaki pantatnya yang sudah kering dengan bedak halus….. “Man…this is great sangat hebat pelayanan seperti ini !!!” ia berkata dalam hati…kemudian ia ia menekan tombol “ATR”. Tahu-tahu ia bangun dan tersadar di sebuah kamar rumah sakit dan ditangannya telah menempel selang infus…ia sangat heran..lalu ia bertanya kepada perawat yang sedang bertugas..ia menerangkan bahwa yang ia ingat adalah ia sedang berada didalam toilet wanita di dalam pesawat.
 
 Sang perawat kemudian menjelaskan. .”Ya…anda pasti sedang menikmati pelayanan dipesawat yang ditujukan untuk perempuan… sampai ketika anda menekan tombol ATR yang artinya adalah Automatic Tampon Removal (pelepas pembalut otomatis)… ..dan buah zakar anda tertarik oleh alat itu….”
Apaaaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaa. ……… ……… .

Qurban Terbaik

KUHENTIKAN MOBIL TEPAT di ujung kandang tempat berjualan hewan Qurban.

Saat pintu mobil kubuka, bau tak sedap memenuhi rongga hidungku,

dengan spontan aku menutupnya dengan saputangan.

Suasana di tempat itu sangat ramai, dari para penjual yang hanya bersarung

hingga ibu-ibu berkerudung Majelis Taklim, tidak terkecuali anak-anak

yang ikut menemani orang tuanya melihat hewan yang akan

di-Qurban-kan pada Idul Adha nanti,

sebuah pembelajaran yang cukup baik bagi anak-anak sejak dini

tentang pengorbanan NabiAllah Ibrahim & Nabi Ismail.

Aku masuk dalam kerumunan orang-orang yang sedang bertransaksi

memilih hewan yang akan di sembelih saat Qurban nanti.

Mataku tertuju pada seekor kambing coklat bertanduk panjang,

ukuran badannya besar melebihi kambing-kambing di sekitarnya.

” Berapa harga kambing yang itu pak ?” ujarku menunjuk kambing coklat tersebut.

” Yang coklat itu yang terbesar pak.

Kambing Mega Super dua juta rupiah tidak kurang” kata si pedagang berpromosi

matanya berkeliling sambil tetap melayani calon pembeli lainnya.

” Tidak bisa turun pak?” kataku mencoba bernegosiasi.

” Tidak kurang tidak lebih, sekarang harga-harga serba mahal” sipedagang bertahan.

” Satu juta lima ratus ribu ya?” aku melakukan penawaran pertama

” Maaf pak, masih jauh.” ujarnya cuek.

Aku menimbang-nimbang, apakah akan terus melakukan penawaranterendah

berharap si pedagang berubah pendirian dengan menurunkan harganya.

” Oke pak bagaimana kalau satu juta tujuh ratus lima puluh ribu?” kataku

” Masih belum nutup pak ” ujarnya tetap cuek

” Yang sedang mahal kan harga minyak pak. Kenapa kambing ikut naik?”

ujarku berdalih mencoba melakukan penawaran termurah.

” Yah bapak, meskipun kambing gak minum minyak. Tapi dia gak bisa datang ke sini sendiri.

Tetap saja harus di angkut mobil pak, dan mobil bahan bakarnya bukan rumput”

kata si pedagang meledek.

Dalam hati aku berkata, alot juga pedagang satu ini. Tidak menawarkan harga selain

yang sudah di kemukakannya di awal tadi. Pandangan aku alihkan ke kambing lainnya

yang lebih kecil dari si coklat. Lumayan bila ada perbedaan harga lima ratus ribu.

Kebetulan dari tempat penjual kambing ini, aku berencana ke toko ban mobil.

Mengganti ban belakang yang sudah mulai terlihat halus tusirannya.

Kelebihan tersebut bisa untuk menambah budget ban yang harganya

kini selangit.

” Kalau yang belang hitam putih itu berapa bang?” kataku kemudian

” Nah yang itu Super biasa. Satu juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah” katanya

Belum sempat aku menawar, di sebelahku berdiri seorang kakek menanyakan

harga kambing coklat Mega Super tadi.

Meskipun pakaian “korpri” yang ia kenakan lusuh, tetapi wajahnya masih terlihat segar.

” Gagah banget kambing itu. Berapa harganya mas?” katanya kagum

” Dua juta tidak kurang tidak lebih kek.” kata si pedagang setengah malas menjawab

setelah melihat penampilan si kakek.

” Weleh larang men regane (mahal benar harganya) ?” kata si kakek dalam bahasa Purwokertoan

” bisa di tawar-kan ya mas ?” lanjutnya mencoba negosiasi juga.

” Cari kambing yang lain aja kek. ” si pedagang terlihat semakin malas meladeni.

” Ora usah (tidak) mas. Aku arep sing apik lan gagah Qurban taun iki

(Aku mau yang terbaik dan gagah untuk Qurban tahun ini)

Duit-e (uangnya) cukup kanggo (untuk) mbayar koq mas.” katanya

tetap bersemangat seraya mengeluarkan bungkusan

dari saku celananya. Bungkusan dari kain perca yang juga sudah

lusuh itu di bukanya, enam belas lembar uang seratus ribuan

dan sembilan lembar uang lima puluh ribuan dikeluarkan dari

dalamnya.

” Iki (ini) dua juta rupiah mas. Weduse (kambingnya) dianter ke

rumah ya mas?” lanjutnya mantap tetapi tetap bersahaja.

Si pedagang kambing kaget, tidak terkecuali aku yang

memperhatikannya sejak tadi.

Dengan wajah masih ragu tidak percaya si pedagang menerima uang yang disodorkan si kakek,

kemudian di hitungnya perlahan lembar demi lembar uang itu.

” Kek, ini ada lebih lima puluh ribu rupiah” si pedagang

mengeluarkan selembar lima puluh ribuan

” Ora ono ongkos kirime tho…?” (Enggak ada ongkos kirimnya ya?)

si kakek seakan tahu uang yang diberikannya berlebih

” Dua juta sudah termasuk ongkos kirim” si pedagang yg cukup jujur

memberikan lima puluh ribu ke kakek

” mau di antar ke mana mbah?” (tiba-tiba panggilan kakek berubah menjadi mbah)

” Alhamdulillah, lewih (lebih) lima puluh ribu iso di tabung neh

(bisa ditabung lagi)” kata si kakek sambil menerimanya

” tulung anterke ning deso cedak kono yo (tolong antar ke desa dekat itu ya),

sak tekane mburine (sesampainya di belakang) Masjid Baiturrohman,

takon ae umahe (tanya saja rumahnya) mbah Sutrimo pensiunan pegawe Pemda Pasir Mukti,

InsyaAllah bocah-bocah podo ngerti (InsyaAllah anak-anak sudah

tahu).”

Setelah selesai bertransaksi dan membayar apa yang telah di

sepakatinya, si kakek berjalan ke arah sebuah sepeda tua

yang di sandarkan pada sebatang pohon pisang, tidak jauh dari X-Trail milikku.

Perlahan di angkat dari sandaran, kemudian dengan sigap di kayuhnya tetap dengan semangat.

Entah perasaan apa lagi yang dapat kurasakan saat itu, semuanya

berbalik ke arah berlawanan dalam pandanganku.

Kakek tua pensiunan pegawai Pemda yang hanya berkendara sepeda engkol,

sanggup membeli hewan Qurban yang terbaik untuk dirinya.

Aku tidak tahu persis berapa uang pensiunan PNS yang diterima setiap bulan oleh si kakek.

Yang aku tahu, di sekitar masjid Baiturrohman tidak ada rumah yang berdiri dengan mewah,

rata-rata penduduk sekitar desa Pasir Mukti hanya petani dan para pensiunan pegawai rendahan.

Yang pasti secara materi, sangatlah jauh di banding penghasilanku sebagai

Manajer perusahaan swasta asing.

Yang sanggup membeli rumah di kawasan cukup bergengsi

Yang sanggup membeli kendaraan roda empat yang harga ban-nya saja

cukup membeli seekor kambing Mega Super

Yang sanggup mempunyai hobby berkendara moge (motor gede) dan memilikinya

Yang sanggup mengkoleksi “raket” hanya untuk olah-raga seminggu sekali

Yang sanggup juga membeli hewan Qurban dua ekor sapi sekaligus

Tapi apa yang aku pikirkan?

Aku hanya hendak membeli hewan Qurban yang jauh di bawah kemampuanku

yang harganya tidak lebih dari service rutin mobil X-Trail,kendaraanku di dunia fana.

Sementara untuk kendaraanku di akhirat kelak, aku berpikir seribu kali saat membelinya.

Ya Allah, Engkau yang Maha Membolak-balikan hati manusia

balikkan hati hambaMu yang tak pernah berSyukur ini

ke arah orang yang pandai menSyukuri nikmatMu

Supir Metro Mini

DI PINTU AKHERAT seorang malaikat menanyai seorang supir metro mini

Malaikat :”apa kerja kamu selama di dunia ?”

Supir Metro mini : “saya supir metro mini, pak.”

Lalu malaikat itu memberikan kamar yang mewah untuk supir metro tersebut dan

peralatan yang terbuat dari emas.

Lalu datang seorang juru dakwah agama..malaikat pun bertanya

Malaikat : “apa kerja kamu di dunia ?”

Juru dakwah : “saya seorang juru dakwah, pak..”

Lalu malaikat itu memberikan kamar yang kecil dan peralatan yang terbuat dari

kayu. Melihat itu juru dakwah pun protes.

Juru dakwah : “Pak kenapa kok saya yang juru dakwah mendapatkan yang lebih

rendah dari seorang supir metro..?”

Dengan tenang malaikat itu menjawab:

Malaikat : “Begini Pak.. Pada saat Bapak ceramah, Bapak membuat orang-orang semua

tertidur.. sehingga melupakan Tuhan. Sedangkan pada saat supir Metro mini mengemudi,

ia membuat orang-orang berdoa….”