Nangka Impor

Saya pernah makan siang di di sebuah restoran Indonesia sederhana di Amsterdam di negeri Belanda, saya kaget ternyata salah satu menunya ada masakan Gudeg Yogya, saya penasaran maka langsung saya pesan satu porsi.

gudeg-jogja

Setelah saya cicipi… percaya atau tidak… ternyata rasanya lebih enak daripada Gudeg di Yogya yang asli !

Lebih penasaran lagi, maka saya nanya :

“Mas, apa rahasianya kok Gudeg di sini rasanya lebih enak dibandingkan dengan di tempat aslinya?”

“Oh, itu karena nangkanya, Mas”.

“Di Yogya kan pakai nangka lokal, nah kalau kami di sini memakai nangka impor,” jawabnya.

“Emang nangkanya impor dari mana?”

“Dari Yogya, Mas…”

😛😛😛😱😱😱

 

Touring gabungan TeRuCI ChapRendang Sumbar & ChapLaku Riau 23-25 Okt 2015

Mengambil moment “liburan” sekolah sehabis anak-anak melaksanakan ujian tengah semester, Terios Rush Club Indonesia “TeRuCI” Chapter Regional Padang (ChapRendang) Sumbar dan Chapter Lancang Kuning (ChapLaku) Riau tanggal 23-25 Oktober 2015 lalu merealisasikan kegiatan touring bersamanya mengunjungi beberapa obyek wisata yang ada di Sumatera Barat.

[Image: bfpg7d.jpg]

Di hari pertama Jumat siang 23 Oktober 2015 Premium Member TeRuCI ChapLaku Riau mengadakan perjalanan menuju kota Padang Panjang melalui Panorama Kelok 9 yang berada di Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat untuk beristirahat sebelum Sabtu paginya berkumpul dengan Premium Member TeRuCI Chaprendang Sumbar.
[Image: 25g8cvs.jpg]

Dengan kekuatan 20 unit armada pada hari kedua perjalanan Sabtu 24 Oktober 2015 gabungan Premium Member TeRuCI mengunjungi objek wisata pasir putih Tanjung Mutiara di Danau Singkarak yang terletak di Nagari Batu Taba Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar.

Di tepian Danau Singkarak ini Premium Member beserta seluruh anggota keluarga merayakan hari Ulang Tahun ke 8 TeRuCI Nasional yang jatuh pada tanggal 8 September 2015 lalu dengan acara pemotongan Nasi Tumpeng yang diwakili oleh kumandan masing chapter dilanjutkan dengan makan siang dan photo bersama.

[Image: a4ucus.jpg]

Kegiatan yang disponsori oleh PT Semen Padang yang dikenal dengan motto “Kami Telah Berbuat Sebelum Orang lain Memikirkannya” ini dilanjutkan dengan city touring Kota Solok sebelum akhirnya menuju hamparan perkebunan teh PT Perkebunan Nusantara VI Kebun Danau Kembar Alahan Panjang yang terletak di pinggir jalan raya Padang – Muara Labuh – Kerinci.

Walaupun dengan suasana yang sedikit berkabut namun itu tidak menyurutkan adrenalin peserta untuk mencoba medan perbukitan mengitari perkebunan dengan kondisi jalanan sempit, berbelok-belok serta berbatu sambil menikmati hamparan keindahan yang ada di depan mata.

[Image: 2cyqxxf.jpg]

[Image: voyj2g.jpg]

[Image: v75nhs.jpg]

Route perjalanan selanjutnya yang direncanakan menuju Danau Atas dan Danau Dibawah terpaksa dibatalkan karena kabut asap semakin pekat sehingga tidak memungkinkan untuk menuju danau tersebut disamping hari sudah merangkak sore.

Perjalanan dilanjutkan menuju penginapan di Kota Padang namun sempat berhenti di area Pusat pemerintahan Kabupaten Solok berada di Kayu Aro Sukarami yang biasa disingkat dengan nama Arosuka yang terkenal dengan patung ayam nya.

[Image: 2zgznyp.jpg]

Hari ketiga Minggu 25 Oktober 2015 setelah sarapan perjalanan dilanjutkan menuju kota Pariaman setelah sebelumnya Premium Member TeRuCI berhenti membeli oleh-oleh Kerupuk Balado Sherly, di Kota Pariaman rombongan tidak bisa masuk kota karena sedang ada puncak perayaan Tabuik sehingga perjalanan langsung dilanjutkan menuju Danau Maninjau yang berada di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam terletak sekitar 140 kilometer sebelah utara Kota Padang.

Setelah menempuh perjalanan selama lebih kurang 2 jam dari Kota Pariaman rombongan berhenti istirahat di Taman Wisata Muko-Muko pinggir danau berseberangan dengan PLTA Maninjau.
[Image: 2h731cj.jpg]

Jam 14.00 wib Premium Member TeRuCI beserta keluarga melanjutkan perjalanan menuju Kota Bukittinggi melewati rute Kelok Ampek Puluh Ampek (Kelok 44), rombongan disuguhin pemandangan yang sangat indah berupa sawah-sawah yang berbentuk terasiring, pancuran-pancuran air dari sungai yang bertingkat-tingkat, serta hijaunya deretan Bukit Barisan.

[Image: 1rdxec.jpg]

Menghindari kemacetan di Padang Luar maka iring-iringan berbelok arah menuju Koto Gadang yang terkenal dengan aneka kerajinan perak dan objek wisata baru  bernama Great Wall of Koto Gadang atau dulu disebut dengan Jenjang 1000 menyusuri tebing hingga ke bawah Ngarai Sianok untuk selanjutnya menuju kota Bukittinggi.

Di kota Bukittinggi rombongan melakukan city touring diseputaran Jam Gadang sebelum akhirnya melakukan perpisahan di Lapangan Kantin, mewakili kumandan masing-masing Om Amir (085378701402) dari ChapRendang Sumbar dan Om Andi (081266386666) dari ChapLaku Riau memberikan sambutan perpisahan sebelum rombongan kembali ke kota masing-masing.

Jangan Menertawakan Orang Minang

::::

Seorang pria Minang pergi ke sebuah bank di Jakarta dan berniat untuk meminjam uang

sebesar Rp 5.000.000

untuk perjalanan bisnis ke Bukittinggi selama 2 minggu.

Karyawan bank mengatakan bahwa bank butuh suatu jaminan untuk pinjaman tersebut, dan

kemudian si pria

Minang memakai mobil Ferrari baru yang diparkir di depan bank tersebut sebagai jaminan.

Kemudian pegawai

bank setuju menggunakannya sebagai jaminan.

Setelah pria tersebut pergi, pemimpin dan karyawan bank

tersebut menertawainya karena jaminan

menggunakan mobil Ferrari baru seharga Rp 2.5M sebagai jaminan terhadap pinjaman sebesar Rp 5jt saja.

Seorang pegawai bank kemudian memarkir mobil Ferrari tersebut ke dalam underground garage milik bank tersebut.

Dua minggu kemudian, pria Minang tersebut kembali dan membayar hutang sebesar Rp. 5jt dan

bunganya sebesar Rp. 15rb.

Pegawai bank berkata,

‘Tuan, kami sangat senang bisa berbisnis dengan Anda, dan transaksi ini berjalan

dengan lancar, tetapi kami sedikit bingung.

Ketika Anda pergi,

kami mengecek profil Anda dan mengetahui bahwa Anda sejatinya adalah seorang jutawan.

Mengapa Anda repot-repot meminjam uang hanya sebesar Rp. 5jt?’

Si pria Minang membalas sambil tersenyum, "Di mana

lagi cari tempat di Jakarta ini yang bisa digunakan untuk memarkir mobil saya dengan aman, hanya dengan harga Rp 15rb, selama 2 minggu?" rancak banaaa….

Anak kecil itu adalah guru kehidupanku

Tak tahan air mataku menetes …

Sesudah jumatan aku masih duduk di teras mesjid di salah satu kompleks sekolah.

Jamaah mesjid sudah sepi, bubar masing-masing dengan kesibukannya.

Seorang nenek tua menawarkan dagangannya, kue traditional. Satu plastik harganya lima ribu rupiah.

Aku sebetulnya tidak berminat, tetapi karena kasihan aku beli satu plastik.

Si nenek penjual kue terlihat letih dan duduk di teras mesjid tak jauh dariku. Kulihat masih banyak dagangannya.

Tak lama kulihat seorang anak lelaki dari komplek sekolah itu mendatangi si nenek. Aku perkirakan bocah itu baru murid kelas satu atau dua.

Dialognya dengan si nenek jelas terdengar dari tempat aku duduk.

“Berapa harganya Nek?”

“Satu plastik kue Lima ribu, nak”, jawab si nenek.

Anak kecil itu mengeluarkan uang lima puluh ribuan dari kantongnya dan berkata :

“Saya beli 10 plastik, ini uangnya, tapi buat Nenek aja kuenya kan bisa dijual lagi.”

Si nenek jelas sekali terlihat berbinar2 matanya : “Ya Allah terima ksh bnyk Nak. Alhamdulillah ya Allah kabulkan doa saya utk beli obat cucu yg lagi sakit.” Si nenek langsung jalan.

Refleks aku panggil anak lelaki itu.

“Siapa namamu ? Kelas berapa?”

“Nama saya Radit, kelas 2, pak”, jawabnya sopan.

“Uang jajan kamu sehari lima puluh ribu?'”

” Oh .. tidak Pak, saya dikasih uang jajan sama papa sepuluh ribu sehari. Tapi saya tidak pernah jajan, karena saya juga bawa bekal makanan dari rumah.”

“Jadi yang kamu kasih ke nenek tadi tabungan uang jajan kamu sejak hari senin?”, tanyaku semakin tertarik.

“Betul Pak, jadi setiap jumat saya bisa sedekah Lima puluh ribu rupiah. Dan sesudah itu saya selalu berdoa agar Allah berikan pahalanya untuk ibu saya yang sudah meninggal. Saya pernah mendengar ceramah ada seorang ibu yang Allah ampuni dan selamatkan dari api neraka karena anaknya bersedekah sepotong roti, Pak”, anak SD itu berbicara dengan fasihnya.

Aku pegang bahu anak itu : ” Sejak kapan ibumu meninggal, Radit?”

“Ketika saya masih TK, pak”

Tak terasa air mataku menetes : “Hatimu jauh lebih mulia dari aku Radit, ini aku ganti uang kamu yg Lima puluh ribu tadi ya…”, kataku sambil menyerahkan selembar uang lima puluh ribuan ke tangannya.

Tapi dengan sopan Radit menolaknya dan berkata : “Terima kasih banyak, Pak… Tapi untuk keperluan bapak aja, saya masih anak kecil tidak punya tanggungan… Tapi bapa punya keluarga…. Saya pamit balik ke kelas Pak”.

Radit menyalami tanganku dan menciumnya.

“Allah menjagamu, nak ..”, jawabku lirih.

Aku pun beranjak pergi, tidak jauh dari situ kulihat si nenek penjual kue ada di sebuah apotik. Bergegas aku kesana, kulihat si nenek akan membayar obat yang dibelinya. Aku bertanya kepada kasir berapa harga obatnya.

Kasir menjawab : ” Empat puluh ribu rupiah..”

Aku serahkan uang yang ditolak anak tadi ke kasir : ” Ini saya yang bayar… Kembaliannya berikan kepada si nenek ini..”

“Ya Allah.. Pak…”

Belum sempat si nenek berterima kasih, aku sudah bergegas meninggalkan apotik… Aku bergegas menuju Pandeglang menyusul teman-teman yang sedang keliling dakwah disana.

Dalam hati aku berdoa semoga Allah terima sedekahku dan ampuni kedua orang tuaku serta putri tercintaku yang sudah pergi mendahuluiku kembali kepada Allah.

Touring bersama TeRuCI ChapRendang dengan ChapLaku

Tadi siang saya sempat berkomunikasi melalui whatsapp dengan kawan-kawan dari TeRuCI Chapter Lancang Kuning (ChapLaku) Riau membahas rencana touring bersama ke beberapa tempat wisata yang ada di Sumatera Barat.

Spanduk touring bareng sponsor

Komunitas pengguna Terios dan Rush yang saling berbeda propinsi ini, TeRuCI ChapRendang dan Chaplaku berencana untuk melakukan kegiatan touring pada tanggal 23 – 25 Oktober 2015 nanti, personil TeRucI Chaplaku nantinya akan berangkat menuju Kota Padang pada hari Jumat siang, 23 Oktober 2015 dan akan menginap semalam di Mifan Water Park, Padang Panjang.

brosur baru

Family Gathering TeRuCI ChapRendang Padang

Wadah berkumpul bagi sesama pengguna mobil Terios atau Rush yaitu TeRuCI (Terios Rush Club Indonesia) sekarang sudah ada di kota-kota di Sumatera Barat dengan nama TeRuCI ChapRendang (Terios Rush Club Indonesia Chapter Padang), beberapa hari lalu sebagai anggota dengan nomor T-1386 saya berkesempatan untuk mengikuti acara Gathering Family yang mereka adakan.

Acara yang diadakan tanggal 23 Agustus 2015 ini diikuti oleh 15 mobil yang mengambil rute Padang – Bukittinggi – Baso – Batusangkar – Singkarak – Solok dan berakhir kembali di Padang, .

Family gathering ini menjadi ajang silaturahmi dan keakraban bagi semua anggota khususnya para istri karena pada setiap acara copy darat rata-rata lebih diikuti oleh anggota yang laki-laki 🙂 .

11948375_966781093385610_2090075493_o

Buka Puasa Bersama IPS Budi Suci Kota Padang

Mendadak tanggal 7 Juli 2015 lalu Pak Artis Dt. Rajo Indo, ST menelepon saya siang hari menjelang jam istirahat, beliau mengundang untuk bisa hadir diacara buka puasa bersama anggota IPS Budi Suci yang ada di Kota Padang, “awak-awak sajo..” sering Pak Artis bicara begitu 🙂
Kata Guru… biasa kami memanggil Pak Artis dengan sebutan demikian, buka puasa rencana diadakan tanggal 9 Juli 2015 di kantor Bpk. AKBP Delvia Derita, S.KOM. MM, Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Budi Suci Sumatera Barat di Dit. Pamobvit Polda Sumbar yang berlokasi di depan Hotel Pangeran Beach Jl. Ir. H. Juanda Padang.
Buka puasa bersama ipsbs
Di hari yang telah ditentukan, 9 Juli 2015 sekitaran jam 17.30 wib kawan-kawan sudah mulai berdatangan, karena waktu berbuka masih lama di jam 18.28 maka acara diisi dengan kegiatan ramah tamah.
20150709_180254
Acara ini dipimpin langsung oleh Bpk. AKBP Delvia Derita, S.KOM. MM yang juga KABAG. BIN OPS Dit. Pamobvit Polda Sumbar, didampingi oleh Bpk. Artis Dt. Rajo Indo, ST selaku Guru Besar Ikatan Pencak Silat Budi Sumatera Barat.
20150709_180340=
Dalam paparan awal ini Bpk. Ketua Umum menceritakan kondisi terkini perguruan yang dipimpinya tersebut, tentang kehadiran guru-guru dan saudara-saudara seperguruan dari Cabang Pariaman di ruang dinas beliau beberapa waktu lalu, diantara yang hadir adalah Sutan Nurdin Nong, Dt. Sastikarman, Buya Asril Malin dan beberapa anggota lainnya.
20150709_181504