Siap Menerima tapi Tidak Siap Melihat

Kita siap menerima tapi terkadang tidak siap untuk melihat… (Thomy Hampriyandy, 2011)

Ungkapan ini memberikan semacam arti bahwa disaat kita memperoleh kenikmatan, seperti saat mendapat kenaikan pangkat, memperoleh keturunan, habis ditraktir makan oleh kawan atau relasi, setelah memperoleh sesuatu dan lain sebagainya, namun kita sering lupa diri sehingga mengekpresikannya secara berlebihan.

 
Namun dibalik semua itu banyak juga dari kita yang pada saat sedang diliputi kegembiraan tersebut tiba-tiba melihat ada orang lain yang mendapat nikmat lebih dari yang telah diperolehnya, hati mereka  menjadi tidak senang, kegembiraan tadi langsung lengap dari mukanya, disana lah terkadang kita siap menerima pemberian dengan gembira ria tanpa menimbang perasaan orang lain namun tidak siap melihat orang lain mendapatkan sesuatu yang lebih dari yang telah diperolehnya sendiri.
Kita sering tidak lagi bisa memikirkan orang lain yang keadaannya belum tentu sama dengan kita yang sedang tertawa gembira, terbahak-bahak, siapa tahu orang yang ada disekitar kita hatinya sedang menyimpan duka, bahkan kadangkala ujian hidup terasa begitu berat sehingga menjadi penderitaan yang menimbulkan kesedihan sangat mendalam, barangkali ada yang anaknya – buah hatinya – baru saja berpulang ke Rahmatullah, atau barangkali seseorang baru saja bercerai dengan pasangan hidupnya, atau barangkali baru dapat vonis dokter kalau dirinya mengidap penyakit berat.
Alangkah lebih baiknya pada saat kita mendapatkan sesuatu kita menerimanya dengan rasa syukur, gembira dan tertawa ala kadarnya tanpa harus tertawa terbahak-bahak, apalagi kalau tertawanya sampai terdengar dari ujung ke ujung lorong lainnya, tersenyum penuh syukur mungkin lebih dihargai oleh orang yang melohat dan mendengarnya.
Kita menikmati kehangatan karena kita pernah kedinginan, kita menghargai cahaya karena kita pernah dalam kegelapan, begitu pula kita dapat bergembira karena kita pernah merasakan kesedihan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: