Melestarikan Budaya Lewat Tenun Pandai Sikek

Liputan6.com, Padang: Hampir di semua wilayah bisa ditemui kerajinan tenun yang sudah turun temurun dengan ciri khas masing-masing. Begitu pula di kawasan Pandai Sikek, Padangpanjang, Sumatra Barat. Dengan 350 ragam motif dan kualitas bahan yang digunakan, tenun songket Pandai Sikek harganya mencapai jutaan rupiah.

Umumnya, songket Pandai Sikek adalah usaha turun temurun. Erma Yunita, misalnya. Dia meneruskan usaha warisan ibu. “Dari tujuh atau delapan tahun khusus perempuan sudah mulai belajar membuat songket ini,” kata Erma menggambarkan menenun menjadi tuntutan yang harus dimiliki kaum perempuan di wilayah itu.

Berbagai cara dilakukan mempromosikan tenun songketnya, mulai agen travel, hotel, dan dari mulut ke mulut. Hasilnya, tenun songket karya Erma banyak diminati wisatawan baik domestik maupun mancanegara. “Kalau Mei-Juni tamu banyak dari Malaysia dan Singapura. Tapi Juli-Agustus irang Indonesia seperti Jakarta, Medan. Turis Eropa Maret-April,” kata dia.

Tantangan usaha ini bukan hanya melestarikan budaya tapi lebih pada agar kerajinan tetap menjadi milik bangsa. Sebab di balik kemasyhuran tenun Pandai Sikek, muncul kekhawatiran kerajinan ini dikuasai negara lain. “Tidak usah takut lah mereka juga tidak akan bisa meniru,” kata Istri Wakil Presiden, Mufidah Jusuf Kalla.(YNI/Julianus Kriswantoro)

Hj Erma Yulinita
Desa Pandai Sikek, Kecamatan Sepuluh Koto,
Kabupaten Tanah Datar,
Sumatera Barat
0811.666.179
(0752) 498191, 498327

Sumber : www.liputan6.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: