Mengakhirkan dan Meninggalkan Sholat

Dikutip dari Kitab Habib Hasan bin Sholeh Al-Bahr
Al-Jufri

Saudara-saudara Rahimakumullah, ketahuilah bahwa
sesungguhnya bencana yang dahsyat, perbuatan yang
paling buruk, dan aib yang paling nista adalah
kurangnya perhatian masyarakat kita pada Sholat Lima
Waktu, Sholat Jum’at dan Sholat Berjamaah, padahal
semua itu adalah ibadah-ibadah yang dengannya Allah
meninggikan derajat dan menghapuskan dosa-dosa
maksiat. Dan sholat adalah cara ibadah seluruh
penghuni bumi dan langit.

Rasulullah SAW bersabda: “Langit merintih dan memang
ia pantas merintih, karena pada setiap tempat untuk
berpijak terdapat malaikat yang bersujud atau berdiri
(sholat) kepada Allah Azza Wa Jalla.” (HR. Imam
Turmudzi, Ibnu Majah dan Ahmad)

Orang yang meninggalkan sholat karena dilalaikan oleh
urusan dunia akan celaka nasibnya, berat siksanya,
merugi perdagangannya, besar musibahnya, dan panjang
penyesalannya.

Dengarkanlah nasihatku tentang nasib orang yang
meninggalkan sholat, baik semasa hidup maupun setelah
meninggal. Sesungguhnya Allah merahmati orang yang
mendengarkan nasihat kemudian memperhatikan dan
mengamalkannya.

Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya sholat adalah
kewajiban yang ditentukan waktunya bagi orang-orang
yang beriman.” (QS. An-Nisa’, 4:103)

Abu Hurairah RA meriwayatkan, “Setelah Isya’ aku
bersama Umar bin Khattab RA pergi ke rumah Abu Bakar
AsShiddiq RA untuk suatu keperluan. Sewaktu melewati
pintu rumah Rasulullah SAW, kami mendengar suara
rintihan. Kami pun terhenyak dan berhenti sejenak.
Kami dengar beliau menangis dan meratap.”

“Ahh…, andaikan saja aku dapat hidup terus untuk
melihat apa yang diperbuat oleh umatku terhadap
sholat. Ahh…, aku sungguh menyesali umatku.”

“Wahai Abu Hurairah, mari kita ketuk pintu ini,” kata
Umar RA. Umar kemudian mengetuk pintu. “Siapa?” tanya
Aisyah RA. “Aku bersama Abu Hurairah.”

Kami meminta izin untuk masuk dan ia mengizinkannya.
Setelah masuk, kami lihat Rasulullah SAW sedang
bersujud dan menangis sedih, beliau berkata dalam
sujudnya:

“Duhai Tuhanku, Engkau adalah Waliku bagi umatku, maka
perlakukan mereka sesuai sifat-Mu dan jangan
perlakukan mereka sesuai perbuatan mereka.”

“Ya Rasulullah, ayah dan ibuku menjadi tebusanmu. Apa
gerangan yang terjadi, mengapa engkau begitu sedih?”

“Wahai Umar, dalam perjalananku ke rumah Aisyah
sehabis mengerjakan sholat di mesjid, Jibril
mendatangiku dan berkata, “Wahai Muhammad, Allah Yang
Maha Benar mengucapkan salam kepadamu,” kemudian ia
berkata, “Bacalah!”

“Apa yang harus kubaca?”

“Bacalah: “Maka datanglah sesudah mereka pengganti
(yang jelek) yang menyia-nyiakan sholat dan
memperturutkan hawa nafsunya, mereka kelak akan
menemui kesesatan.” (QS. Maryam, 19:59)

“Wahai Jibril, apakah sepeninggalku nanti umatku akan
mengabaikan sholat?”

“Benar, wahai Muhammad, kelak di akhir zaman akan
datang sekelompok manusia dari umatmu yang mengabaikan
sholat, mengakhirkan sholat (hingga keluar dari
waktunya), dan memperturutkan hawa nafsu. Bagi mereka
satu dinar (uang) lebih berharga daripada sholat.”
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA.

Abu Darda` berkata, “Hamba Allah yang terbaik adalah
yang memperhatikan matahari, bulan dan awan untuk
berdzikir kepada Allah, yakni untuk mengerjakan
sholat.”

Diriwayatkan pula bahwa amal yang pertama kali
diperhatikan oleh Allah adalah sholat. Jika sholat
seseorang cacat, maka seluruh amalnya akan ditolak.

Rasulullah SAW bersabda: “Wahai Abu Hurairah,
perintahkanlah keluargamu untuk sholat, karena Allah
akan memberimu rezeki dari arah yang tidak pernah kamu
duga.”

Atha’ Al-Khurasaniy berkata, “Sekali saja seorang
hamba bersujud kepada Allah di suatu tempat di bumi,
maka tempat itu akan menjadi saksinya kelak di hari
kiamat. Dan ketika meninggal dunia tempat sujud itu
akan menangisinya.”

Rasulullah SAW bersabda: “Sholat adalah tiang agama,
barang siapa menegakkannya, maka ia telah menegakkan
agama, dan barang siapa merobohkannya, maka ia telah
merobohkan agama.” (HR. Imam Baihaqi)

“Barang siapa meninggalkan sholat dengan sengaja, maka
ia telah kafir.” (HR. Bazzar dari Abu Darda`), kafir
yang dimaksud disini adalah ingkar terhadap perintah
Allah karena perbuatan orang kafir adalah tidak pernah
shalat. Dalam Shahih Muslim dijelaskan bahwa
Rasulullah saw bersabda yang membedakan antara orang
beriman dengan orang kafir adalah shalat. Maka maukah
kita disamakan dengan orang kafir, padahal Rasulullah
saw bersabda”Barang siapa mengikuti kebiasaan suatu
kaum maka dia termasuk kaum tersebut”. Orang2 kafir
adalah orang yang tidak pernah shalat, maukah kita
termasuk golongan mereka.

“Barang siapa bertemu Allah sedang ia mengabaikan
sholat, maka Allah sama sekali tidak akan mempedulikan
kebaikannya.” (HR. Thabrani)

“Barang siapa meninggalkan sholat dengan sengaja, maka
terlepas sudah darinya jaminan Muhammad.” (HR. Imam
Ahmad dan Baihaqi)

“Allah telah mewajibkan sholat lima waktu kepada
hamba-Nya. Barang siapa menunaikan sholat pada
waktunya, maka di hari kiamat, sholat itu akan menjadi
cahaya dan bukti baginya. Dan barang siapa
mengabaikannya, maka ia akan dikumpulkan bersama
Firaun dan Haman.” (HR. Ibnu Hibban dan Ahmad) .

*Wasiat ini mudah-mudahan sangat bermanfaat buat kita
semuanya umat Islam. Tugas kita semua untuk saling
mengingatkan sesama Muslim akan pentingnya Sholat!

Wassalam WrWb,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: