Pabrik Semen Padang Jadi Museum

Padang – Indonesia dalam waktu dekat akan memiliki museum pabrik semen pertama. Pabrik semen pertama milik Semen Padang yang dibangun pada tahun 1910 silam, Indarung I, segera dijadikan museum dengan menelan dana sebesar Rp 10 miliar.

“Ini karena evolusi industri,” kata Direktur Utama PT Semen Padang, E. Irzal kepada wartawan di Wisma Indarung Padang, Sumatera Barat, Kamis (27/3/2008).

Selain karena kondisi pabrik yang sudah tua dan tidak layak, pembangunan museum ini juga untuk digunakan para pelajar dan mahasiswa sebagai studi proses pembangunan semen.

Irzal menambahkan, pembangunan museum ini untuk menghargai sejarah serta untuk menandakan bahwa pabrik semen pertama berada di Padang.

Untuk dana yang digelontorkan untuk pembangunan museum yang berada di dalam komplek perusahaan, PT Semen Padang menyiapkan dana sebesar Rp 10 miliar.
“Total dana sebesar Rp 10 miliar, untuk tahap pertama dana yang dikeluarkan adalah sebesar Rp 2 miliar dulu,” ungkap Irzal. Irzal menambahkan, pembangunan museum pabrik semen yang berada di ketinggian 200 meter diatas permukaan air laut tersebut diharapkan selesai pada akhir tahun 2009. Untuk museum ini nantinya, selain masih memperlihatkan bangunan pabrik yang asli juga akan dilengkapi dengan miniatur pabrik untuk mengetahui proses pembuatan semen.

Perlu diketahui, pabrik Semen Padang berada di Desa Indarung Kecamatan Lubuk Kilangan yang berada di ketinggian 200 meter diatas permukaan air laut. Dengan luas tambang kapur sebesar 260 hektar. Selain dipenuhi berbagai tanaman untuk menyaring polusi, di dalam area pabrik ini juga terdapat area padang golf yang memiliki 11 hole.( fat / ddn )

Museum Pabrik Semen di Semen Padang yang rencananya juga akan diikuti oleh Semen Gresik ini nantinya akan menjadi bagian dari Museum Pabrik Semen yang pernah didirikan sebelumnya, diantaranya adalah Atlas Portland Cement Company Memorial Museum dan Bamberton Historical Society. Dimana akan memberikan ilustrasi pabrik Semen Padang tempo doeloe yang masih menggunakan Proses Basah dalam pengolahan batu kapur dan bahan-bahan lainnya menjadi semen.

Ini akan sangat menarik sekali karena proses pengolahan semen yang demikian sudah ditinggalkan untuk saat ini di PT Semen Padang, dan telah digantikan oleh Proses Kering yang modern dan relatif lebih efisien. Sementara itu juga dapat disaksikan transportasi bahan baku di jaman dulu yang belum menggunakan belt conveyor untuk mengangkut batu kapur dan silika dari Bukit Karang Putih dan Ngalau ke pabrik di Indarung, namun masih menggunakan jaringan kereta gantung yang menambah kesan klasik, sungguh menarik dan unik.

Berikut beberapa photo sudut-sudut Pabrik Indarung I cikal bakal PT Semen Padang sejak 1910 yang telah berhenti beroperasi dan akan dijadikan museum.

Serangkaian memorabilia dan dokumentasi lama juga akan coba ditampilkan untuk membangkitkan kembali kenangan akan geliat pabrik semen pertama di Indonesia ini. Dari mulai jaman Hindia Belanda, pendudukan Jepang, revolusi kemerdekaan, pendudukan kembali Belanda hingga pengambilalihan kembali oleh pemerintah RI. Untuk lebih lengkapnya, mari kita tunggu hingga akhir tahun 2009, saat rencana launching perdana Museum Pabrik Semen pertama di Indonesia ini akan dilaksanakan.

Sumber : www.detikfinance.com

Satu Tanggapan

  1. Artikel di blog ini menarik & bagus. Untuk lebih mempopulerkan artikel (berita/video/ foto) ini, Anda bisa mempromosikan di infoGue.com yang akan berguna bagi semua pembaca di tanah air. Telah tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com
    http://pariwisata.infogue.com/pabrik_semen_padang_jadi_museum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: