Silat, Budaya yang Kekal Dilekang Zaman


Liputan6.com, Jakarta: Seni bela diri pencak silat Cimande ternyata belum luput dari benak kawula muda. Buktinya, masih banyak generasi muda yang masih berlatih dengan giat di sejumlah perguruan silat di Ibu Kota. Kegiatan ini sedikit demi sedikit akan melestarikan keberadaan silat yang sudah berusia puluhan tahun. “Silat Cimande menjadi satu di antara sejumlah seni beladiri tertua di Indonesia yang mengutamakan gerakan tangan sebagai ciri khasnya,” ujar Ketua Umum Tjimande Tari Kolot Syamlawi Muslich, di Jakarta, baru-baru ini.

Syamlawi menjelaskan, gerakan tangan yang dilatih tidak jauh berbeda dengan seni bela diri lainnya. Mulai dari unsur tari, olah raga, hingga unsur silat itu sendiri. Biasanya, gelar atraksi silat acap diiringi musik kendang khas pencak silat -terdiri dari kempul atau gong kendang besar- dan terompet sebagai instrumen utama. Nah, tambah Syamlawi, begitu musik dimulai, para pesilat pun siap beraksi memainkan semua jurus.

Menurut pemimpin perguruan silat di daerah Kebun Jeruk Hilir, Jakarta Barat itu, sekarang ini pencak silat Cimande telah menggabungkan ilmu yang ada, sebagai unsur tambahan. Tepatnya, Syamlawi menjelaskan, adalah debus atau kemampuan tingkat tinggi seseorang untuk melakukan berbagai bentuk atraksi berbahaya.(KEN/Apriliana dan Binsar Rahadian)

Satu Tanggapan

  1. Harusnya CABANG CIMANDE di perluas lagi hingga ke seluruh plosok negri, spt di daerah2 di sulsel khususnya, . soalnya saya juga ingin belajar lebih ttg perguruan ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: