SELAMAT JALAN…

Minta Dimakamkan sebelum Zuhur

 

 

 

JAKARTA – Indonesia kehilangan seorang tokoh besar, Minggu (27/1). Mantan Presiden Soeharto mengembuskan napas terakhirnya pukul 13.10 WIB di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) setelah menjalani perawatan intensif selama 24 hari.

Menurut rencana, jenazah mantan penguasa Orde Baru itu akan dimakamkan hari ini di Astana Giri Bangun, Karanganyar. Upacara pemberangkatan jenazah dari rumah duka, Jalan Cendana, dengan inspektur upacara Ketua DPR Agung Laksono. Selanjutnya jenazah dibawa ke Lanud Halim Perdanakusumah untuk diterbangkan menuju Bandara Adi Sumarmo Solo pada pukul 08.30 dan diteruskan ke tempat peristirahatannya yang terakhir.

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen Darpito akan menjadi inspektur upacara saat penyambutan jenazah di Bandara Adi Sumarmo. Upacara penyambutan akan dilakukan secara militer melibatkan satu batalyon pasukan dari TNI AD, AU, AL, dan Polri.

Sementara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan bertindak selaku inspektur upacara saat pemakaman. Menurut Seskab Sudi Silalahi, Presiden berangkat lebih awal menuju Karanganyar pukul 06.30 dari Halim Perdanakusumah.

Sebelum wafat, Soeharto meninggalkan pesan. Dia meminta agar dimakamkan sebelum zuhur, sekitar pukul 11.00 WIB. “Untuk pemakaman seperti amanat almarhum harus dimakamkan sebelum pukul 12.00 WIB. Pukul 11.00 WIB sudah harus selesai,” kata Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Darpito di Makorem 072 Warastratama, Jl Slamet Riyadi, Solo, semalam.

Untuk pemberangkatan jenazah dari Halim, disiapkan pesawat khusus. Berdasarkan pantauan, sudah disiapkan 11 pesawat. Yaitu pesawat transwisata 2 buah jenis Fokker 28 dan 1 buah Fokker 100. Selain itu ada pesawat Pelita Air 2 buah jenis Fokker 100, dan sebuah Fokker 28.

Lima pesawat Hercules juga sudah siap. Hercules A1341 akan membawa jenazah Pak Harto. Untuk keluarga akan dibawa dengan Hercules 1325. Sementara Hercules 1317 untuk membawa karangan bunga dan wartawan. Adapun pesawat Hercules 1319 untuk pejabat tinggi (Pati) TNI dan Hercules 2803 akan membawa Panglima TNI dan kepala staf.

Untuk membawa tamu ke pemakaman, keluarga Cendana juga sudah memesan beberapa pesawat seperti Lion Air dan Adam Air jurusan Solo dan Yogyakarta. “Pihak keluarga almarhum Soeharto sudah memesan beberapa jadwal penerbangan khusus untuk jurusan Solo dan Yogya,” kata Kepala Kantor Administrator Bandara Soekarno-Hatta, Herry Bakti, di Tangerang, semalam.

Minta Maaf

Kabar meninggalnya Soeharto secara resmi disampaikan oleh tim dokter kepresidenan dan RSPP yang selama ini merawat jenderal berbintang lima itu. ”Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah wafat dengan tenang Bapak Haji Muhammad Soeharto pada hari Minggu 27 Januari 2008 pukul 13.10, di RS Pusat Pertamina dalam usia 87 tahun. Semoga arwah beliau diterima Allah dan diampuni segala dosanya. Amien. Jakarta, 27 Januari 2008,” kata Ketua Tim Dokter Kepresidenan Mardjo Soebiandono, Minggu (27/1).

Surat keterangan pers itu ditandatangani dokter Mardjo Soebiandono dan Direktur RSPP dokter Djoko Sanyoto. Hadir dalam jumpa pers tersebut Siti Hardijanti Rukmana (Mbak Tutut), Sigit Harjojudanto, dan Siti Hedijati Hariyadi (Titiek).

Mbak Tutut yang juga menyampaikan keterangan pada pers, mengawalinya dengan mengucapkan istighfar tiga kali. ”Bapak kami telah dipanggil oleh Allah SWT. Kami, atas nama keluarga mengucapkan terima kasih setulus-tulusnya kepada yang telah mendoakan Bapak selama ini. Kami mohon jika ada kesalahan Bapak selama ini dimaafkan. Kami mohon doa restunya semoga perjalanan Bapak lancar, selalu dilindungi Allah SWT, diterima seluruh amal ibadahnya, diampuni segala dosanya, dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujarnya.

Jenazah Pak Harto kemudian dibawa menuju rumah duka di Jalan Cendana menggunakan ambulans RSPP bernomor polisi B-1554-VA pukul 14.30. Ikut mendampingi dalam ambulans dua putri almarhum, Mbak Tutut dan Titiek. Selain kedua putri Pak Harto, juga nampak Kapolri Jenderal Polisi Sutanto dan Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso mengiringi jenazah Pak Harto menuju Cendana.

Jenazah tiba di Cendana pukul 14.53. Beberapa saat kemudian dimasukkan ke ruang tengah yang sudah disiapkan. Bekas penguasa Orde Baru itu dibaringkan di sebuah dipan kayu diselimuti kain putih. Keluarga besar, anak-anak, dan para cucu, mengililinginya sambil berdoa. Mamiek, putri bungsu keluarga Soeharto, terus menangis dan sambil bersimpuh memegangi kaki almarhum.

Tamu silih berganti berdatangan. Mantan pejabat, pejabat aktif, artis, pengusaha, anggota DPR terus berdatangan.

Cendana Ditutup

Sementara itu, kemarin Jalan Cendana tertutup untuk kendaraan, kecuali pejabat penting. Jalan satu arah yang dipinggirnya banyak pohon tinggi itu sejak siang dipenuhi orang. Ratusan karangan bunga, karena halaman rumah duka sudah penuh, terpaksa diletakkan di sepanjang Jalan Cendana.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Wapres Jusuf Kalla melayat pukul 16.15, sebelum jenazah Pak Harto dimandikan. Presiden dibukakan kain yang menutupi wajah almarhum. Tampak Pak Harto masih mengenakan piyama biru dan syal cokelat di lehernya. Presiden dan rombongan berdoa di antara lantunan yasin dan tahlil.

Sekitar pukul 16.40 petugas memimpin upacara pemandian jenazah di ruang belakang. Hanya kerabat dekat dan petugas yang ditunjuk, diizinkan masuk.

”Semua putra-putri Pak Harto ikut memandikan,” kata Ali Alatas, mantan Menteri Luar Negeri.

Menurut Ali Alatas keluarga pasrah dan dapat menerima keadaan Pak Harto. Keluarga juga mengucapkan terima kasih kepada tim dokter kepresidenan dan RSPP yang bekerja keras, serta masyarakat luas yang ikut peduli dan mendoakan Pak Harto.

Paling Kritis

Sebelumnya saat memberikan keterangan pers pukul 10.00, tim dokter kepresidenan menyatakan Pak Harto kembali mengalami penurunan fungsi organ. Bahkan, seluruh fungsi pernapasan telah diambil alih oleh ventilator. Tekanan darah juga rendah, berkisar pada 60/25 hingga 70/30 mmHg.

”Pak Harto saat ini memasuki fase paling kritis selama kondisi kritis beliau dirawat. Kondisinya sangat kritis, pernapasan dangkal dan 100 persen napas kembali diambil alih ventilator. Tekanan darah beliau sekitar 60/25 sampai 70/30 mmHg,” kata dokter Mardjo. Menurutnya, sejak Minggu (27/1) pukul 01.00 dinihari, kondisi kesehatan Pak Harto secara umum menurun, kemudian terjadi sesak napas diikuti menurunnya tekanan darah.

”Tim dokter telah melakukan tindakan resusitasi, antara lain mengambil alih pernapasan dengan alat bantu pernapasan. Tapi, sekitar pukul 03.00 sampai 07.00 keadaan umum mantan Presiden Soeharto semakin menurun, dimana tekanan darah mencapai 90/35 – 70/35 mmhg, sehingga tindakan resusitasi dilaksanakan secara maksimal,” jelasnya.

Mantan presiden Soeharto dilarikan ke RSPP Jumat (4/1) karena mengalami penimbunan cairan di tubuhnya yang mengakibatkan pembengkakan dan menurunnya kadar darah merah (hemoglobin).

Keadaan Soeharto sempat membaik setelah tim dokter kepresidenan berhasil mengeluarkan cairan di tubuhnya. Namun, kesehatannya kembali mengalami penurunan pada Senin (7/1) pagi yang ditandai dengan menurunnya produksi urine, penumpukan cairan di paru-paru, serta pendarahan melalui urine dan feses sehingga hemoglobin yang awalnya berhasil dinaikan, turun kembali.

Penurunan kesehatan ini, disebabkan tubuh Pak Harto yang mengalami ketergantungan pada alat bantu dan obat-obatan. Tim dokter kepresidenan yang berupaya mengurangi alat bantu di tubuh Pak Harto justru membuat kondisi tubuh Pak Harto semakin menurun.

Seminggu terakhir, kondisi Soeharto dikabarkan berangsur pulih, setelah tim dokter berhasil mengendalikan infeksi di tubuh Soeharto. Namun, kemarin, tim dokter menyatakan sejak Minggu (27/1) pukul 01.00 WIB Soeharto mengalami sesak napas dan tekanan darah turun. Tim dokter juga menyatakan sistem pernapasan Pak Harto 100 persen diambil alih oleh alat bantu pernapasan. Akhirnya, pada pukul 13.10 kemarin, presiden kedua RI itu tidak dapat tertolong lagi.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: