Kebaikan yang Harus Dijadikan Contoh

K.H. Abdullah Gymnastiar (pengasuh Pesantren Daarut Tauhiid)

SEBAIK-baik contoh adalah contoh Rasulullah saw. Nabi Muhammad saw. adalah suri teladan kita. Mudah-mudahan kebaikan yang dilakukan almarhum Pak Harto semasa hidupnya, dapat dijadikan contoh oleh bangsa Indonesia. Yang baik dari Pak Harto harus kita akui dan hargai. Kita perlu berpikir kembali, mestikah kita mendahului penilaian dari Allah SWT terhadap seseorang. Sungguh, hanya Allah-lah hakim yang adil. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga wafatnya Pak Harto bisa jadi bahan tafakur dan memetik hikmah bagi perubahan diri serta keluarga. Ya, keluarga yang sesuai tuntunan Allah SWT, yang sakinah mawaddah wa rahmah. (A-44)**

Lia (25) (karyawan swasta)

SEWAKTU Pak Harto menjabat sebagai presiden, umur saya kan masih kecil. Jadi, segala seuatunya saya rasakan enak saja. Tapi ternyata, di balik keenakan itu ada sesuatu, yang belum terselesaikan. Yakni, proses hukum yang berlangsung terhadap Pak Harto, sebaiknya terus dilanjutkan hingga tuntas. Bagaimanapun keadaannya harus diselesaikan sampai tuntas. Itu kan sebagai wujud pertangungjawaban dari seorang mantan presiden yang juga menyandang predikat Bapak Pembangunan. Meski begitu, semoga diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa. (Catur Ratna)**

Yanto (33) (pemulung dan pencari barang bekas)

DI mata saya, Pak Harto itu orangnya memang baik. Zaman dia dulu saat menjabat presiden, berbagai urusan termasuk mencari uang bagi saya cukup gampang. Namun sekarang ini agak susah. Semakin hari pun dirasakan semakin susah. Banyak masalah, seperti minyak tanah sulit, beras harganya mahal, barang-barang apa pun sekarang ini mahal. Namun begitu, memang zamannya sudah berlalu, sudah kita lupakan saja. Kasihan dia sudah tua begitu. Hartanya pun mungkin sudah habis. Biar bagaimanapun, mudah-mudahan semua kebaikannya diterima sekaligus jasa-jasanya terus dikenang. (Catur Ratna)**

Ade (42) (tukang becak)

PAK Harto? Duka, sigana mah sarakah, ceuk dina tv mah. Tapi soal harga mah mending baheula, ayeuna mah kondisina parah pisan. Pami tentang kasusna, harta bendana kudu di ka pamarentahkeun, tong dipendem anak-anakna, supaya teu beurat teuing di akherat. Mun maot mah nya biasa we. (Pak Harto? Kalau lihat TV, sepertinya serakah. Tapi kalau soal harga, lebih mending dulu, waktu zaman Pak Harto, tidak separah sekarang. Soal kasus, harta bendanya diberikan ke pemerintah, jangan terus disimpan oleh anak-anaknya, biar di akhirat nanti tidak terlalu berat. Kalau dia meninggal, ya biasa saja). (Catur Ratna)**

Warsono (45) (penjaga lintasan rel kereta api Andir)

SOSOK Pak Harto memang baik. Apalagi ketika ia masih memerintah dulu, alhamdulillah harga-harga pada murah, sembako terjangkau, begitu pun juga kayak harga minyak gitu lho. Memang terjadi banyak penyimpangan kekuasaan dan korupsi di mana-mana. Tapi coba perhatikan, semua kondisi terlihat aman. Mengenai kasusnya, lanjutkan saja, biar bagaimana pun keadilan tetap harus ditegakkan. Jika beliau meninggal, itu kan sudah takdir, apa boleh buat? Namun soal kasus perdatanya, coba diselesaikan meski melalui keluarganya. (CA-176)**

Abie (25), (dosen salah satu perguruan tinggi)

DI luar semua kasusnya, Pak Harto merupakan orang yang berjasa buat bangsa kita. Waktu zaman Pak Harto dulu, stabilitas negara lebih baik dibandingkan dengan saat ini. Tetapi kalau soal kebebasan individu, menurut saya mah ya lebih baik sekarang ini. Namun begitu, saya turut sedih atas meninggalnya Pak Harto. Biar bagaimana juga dia itu sebagai orang yang telah banyak berjasa buat pembangunan bangsa ini. Jadi tidak layak tampaknya kalau di saat dia sakit dan meninggal dalam keadaan dicaci maki.

Sumber : www.pikiran-rakyat.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: