Produksi Semen Padang Lampaui Target

Jum’at, 14-Desember-2007

PADANG, RIBUT-RIBUT dengan kelangkaan semen belakangan ini, khususnya produksi PT Semen Padang, nampaknya berbeda dengan kondisi riil produksi semen di Packing Plant Industry (PPI) PT Semen Padang.  

Silo PT Semen Padang

Sejak tiga bulan terakhir, kata Kepala PPI Rusli Darman, pabrik semen tertua di Indonesia ini selalu memproduksi semen di atas target yang ditetapkan. Artinya, produksi semen tidak pernah menurun dan aktivitas packing lebih meningkat dari bulan-bulan sebelumnya.  

”Target untuk bulan September, produksi semen 4.600 ton perhari. Sedangkan rata-rata produksinya dari tanggal 1 hingga 30 selalu mencapai 105 hingga 180 persen (4.790 hingga 8.287 ton) perharinya. Untuk bulan Oktober target yang dibebankan Marketing PT Semen Padang pada PPI 3.616, 12 ton perhari atau 112.100 ton. Produksinya rata-rata setiap hari mencapai 131, 54 persen perharinya. Total produksi Semen Padang selama bulan Oktober sebanyak 147 456, 40 ton. Hingga bulan November 2007 produksi Semen Padang ditargetkan lebih meningkat dari dua bulan sebelumnya. Target produksi bulan itu setiap harinya 5.365,66 ton. Sedangkan produksinya selama bulan ini mencapai 199.039, 01 ton.  

Dari bulan September hingga November kelebihan produksi Semen Padang mencapai 23, 86 hingga 48,13 persen atau dari 38.339, 01 ton hingga 66.421, 05 ton. Prestasi ini sangat menakjubkan bagi sebuah industri besar di Indonesia. Namun Rusli merasa heran atas kehebohan masyarakat selama ini. Ia menganggap kelangkaan ini disebabkan atas meningkatnya permintaan Semen Padang pasca bencana gempa awal bulan Ramadhan lalu. Begitu juga dengan akhir tahun 2007. Rusli menganggap banyaknya proyek pemerintah yang belum selesai hingga sekarang. Sementara itu, target produksi semen bulan Desember 4.438, 70 ton per hari. ”Produksi kita dari tanggal 1 hingga 12 Desember 6.354, 15 ton hingga 8.335, 84 ton. Rata-rata kelebihan produksi selama dua pekan produksi semen di atas 43 hingga 88 persen perhari,” terangnya dengan takjub.  

PT SP Harap Dukung IMKM  

Sementara itu, PT Semen Padang sebagai salah satu dari sembilan pabrik semen di Indonesia dinilai belum mampu mengakselerasi perkembangan Industri Mikro Kecil dan Menengah (IMKM) yang ada di Indonesia. Maka, dengan ditunjuknya Sumbar sebagai pilot project industri berbasis klaster melalui PT SP diharapkan mampu menggairahkan IMKM yang ada. Akademisi Sumbar yang tergabung dalam Tim Pengembangan Industri Berbasis Klaster, Ir Insannul Kamil, M.Eng mengungkapkan itu dalam Workshop IV Pengembangan Klaster Industri Pengolahan Semen yang dilangsungkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumbar di Hotel Rocky, Kamis (13/12).  

Industri berbasis klaster ini, menurut Insannul akan mengedepankan PT SP sebagai champion (industri sentral) yang berbasis ekonomi kerakyatan. Artinya, sebagai BUMN PT SP diharapkan menjadi komponen peningkatan ekonomi lokal. Hal ini dilakukan dengan melibatkan pelaku yang terlibat dalam pengembangan klaster semen ini. “Mulai dari pemerintah sebagai fasilitator, lembaga riset dan perguruan tinggi serta pengusaha yang terlibat dalam industri ini,” jelasnya.

www.padangekspres.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: