Istano Pagaruyung Terbakar, Semua Bukti Sejarah Hangus

BUKTI SEJARAH KERAJAAN Pagarayung, yang menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Barat, Istano Basa Pagaruyung, ludes terbakar tadi malam. Batusangkar, Padek—Bukti sejarah Kerajaan Pagarayung, yang menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Barat, Istano Basa Pagaruyung, ludes terbakar, tadi malam.

pagaruyung-2.jpg

Istano yang merupakan replika asli tersebut ludes setelah api yang diduga kuat berasal dari sambaran petir meluluhlantakkan bangunan yang sebagian besarnya dari kayu itu. Atapnya yang berupa ijuk ikut mempercepat api melalap semua bangunan dan isi istano.

Informasi yang dihimpun koran ini dari lokasi kejadian menyebutkan, kebakaran yang menghanguskan Istano Basa Pagaruyung yang terletak di Kenagarian Pagaruyung, Kecamatan Tanjuang Ameh, Kabupaten Tanahdatar, mulai terjadi sekitar pukul 19.46 WIB. Sampai pukul 22.00 WIB api belum benar-benar padam, meski sejumlah mobil kebakaran dari sejumlah daerah dikerahkan ke lokasi.

Sebelumnya, daerah setempat dilanda hujan yang diikuti angin kencang. Lalu, tiba-tiba sebuah sambaran petir menggelegar menyambar bagian puncak istano dengan cepat, menurut saksi mata, yakni pegawai honor yang bertugas di Istano Pagaruyung Anwar, api awalnya membakar dua bagian belakang istano. Api kemudian dengan cepat menjalar ke gonjong, di mana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah di-lewa-kan saat menerima gelar kehormatan adat beberapa waktu lalu. “Waktu itu saya mendengar suara ledakan. lalu api muncul begitu saja. Saya dan kawan-kawan panik, dan mengubungi BPK (Badan Pemadam Kebakaran) Tanah datar,” kata Anwar.

Wakil Kepala Kepolisian Resort (Wakapolres) Tanahdatar Kompol Diarsyah Darwis yang turun langsung ke lokasi kejadian mengungkapkan, upaya pemadaman api terkendala dengan minimnya peralatan.

pagaruyung-1.jpg

Armada pemadam kebakaran yang dikerahkan dari Batusangkar, tidak ada yang dilengkapi dengan tangga. Sehingga upaya pemadaman tidak bisa dilakukan dari jarak dekat. ”Mobil pemadam kebakaran dari Padang baru datang, sekitar pukul 21.00 WIB, ketika istano sudah ludes dan rata dengan tanah,” kata Diarsyah.

Dibangun Tahun 1976

Istano Basa yang terbakar sebenarnya adalah replika dari yang asli. Istano Basa Pagaruyung asli terletak di atas Bukit Batu Patah, yang terbakar habis pada sebuah kerusuhan berdarah pada tahun 1804.

Proses pembangunan kembali Istano Basa dilakukan dengan peletakan tunggak tuo (tiang utama) pada 27 Desember 1976 oleh Gubernur Sumatera Barat (waktu itu Harun Zain). Pada akhir 1970-an, istano ini dibuka untuk umum. Istano ini juga tercatat sebagai salah satu obyek wisata paling banyak dikunjungi di Sumbar. Sebagai konsultan pembangunan adalah PT Pembangunan Perumahaan, dan proyek pembangunan berada di bawah Departemen Kebudayaan. Pembangunan keseluruhan baru dimulai tahun 1977 dan selesai tahun 1985.

Sampai saat ini diperkirakan dana pembangunan sudah mencapai sekitar Rp 10 miliar. Dana pembangunan sebesar itu tidak saja berasal dari dana APBD Tanahdatar, iuran ninik mamak, tapi juga bantuan Bank Dunia. Bahkan Pemerintah Malaysia ikut menyumbang membangun pagar Istano Basa Pagaruyung. Di kompleks Istano Pagaruyung saat ini terdapat 11 gonjong, 72 buah tonggak. serta dilengkapi dengan surau, tabuh, dan rangkiang.

Pejabat Penting Pernah Di-lewa-kan

Sejak resmi dibuka untuk umum, sejumlah pejabat dan tokoh penting pernah di-lewa-kan (dilantik) menerima gelar kehormatan adat Minangkabau di Istano ini.

malewakan-gala.jpg

Menurut Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kamardi Rais Dt. Panjang Simulie menyebutkan, di antara pejabat dan tokoh penting yang pernah dilantik di Istano Basa Pagaruyung adalah, Raja Negeri Sembilan Malaysia Tuanku Ja’afar Bin Tuanku Abdul Rahman, Sultan Hamengkubowono X, Taufik Kemas (suami mantan Presiden Megawati), Megawati (ketika menjadi Presiden), Gubernur Sumatera Selatan, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution, dan terakhir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Dari pejabat dan tokoh penting itu, hanya Taufik Kemas yang di-lewa-kan menjadi datuak, selebihnya cuma menerima gelar kehormatan. ”Taufik Kemas telah menjadi datuak di nagari asalnya, Batipuah. Jadi, karena menjadi suami presiden, maka Taufik juga di-lewa-kan di Istano Basa Pagaruyung,” kata Kamardi.

”Kita berharap Gubernur Gamawan segera merembukkan lagi pembangunan Istano Basa Pagaruyung, seperti Harun Zain membangun dulu.”

Istano Pagaruyung, kata Kamardi harus secepatnya dibangun. Sebab, istano itu merupakan simbol-simbol penting dari sejarah Minangkabau dan Sumatera Barat.

“Jangan sampai simbol-simbol kita hilang,” tukasnya. Ditanya apa saja bukti sejarah penting yang hangus, Kamardi menyebutkan, salah satunya foto raja terakhir Kerajaan Pagaruyung Sultan Alam Bagagarsyah. ”Dalam sambutan saya ketika me-melewa-kan gelara kehormatan Presiden SBY saya meminta agar Sultan Alam Bagagarsyah dijadikan pahlawan nasional. Sebab beliau sangat berjasa. Beliaulah yang mengumpulkan penghulu untuk mendukung kaun paderi melawan penjajah Belanda,” tandasnya.

Gubernur Gamawan Fauzi yang masih berada di Jakarta tadi malam, mengaku terkejut dengan peristiwa kebakaran yang menghanguskan Istano Basa Pagaruyung.
”Tapi yang jelas, kita segera bicarakan dengan pihak terkait, seperti LKAAM, dan pemuka-pemuka adat, serta kepala daerah di Sumbar. Yang pasti, istano itu harus segera kita bangun,” tegasnya.

Kerugian Besar

Sementara, Bundo Kanduang Sumbar Raudha Taib mengatakan akibat kebakaran itu telah menimbulkan kerugian yang sangat besar. Sebab yang ludes tidak hanya istano, tapi juga seluruh candi, kain-kain hiasan di dalam istano juga ikut hangus. ”Isinya candi dan kain-kain hiasan. Kerugiannya sangat besar,” kata Raudha ketika dihubungi koran ini, tadi malam.

Menyinggung apakah kebakaran itu, merupakan pertanda tentang sesuatu, ia tidak mau berkomentar. Raudha Taib hanya mengatakan terbakarnya, istano tersebut merupakan rahasia Tuhan yang tak bisa ditebak-tebak. ”Ada orang mengatakan itu peringatan, tapi kita tidak bisa menebaknya,” katanya.

Pada bagian lain peristiwa terbakarnya Istano Basa Pagaruyung menyebar cepat. Para perantau yang peduli terhadap sejarah dan wisata Sumatera Barat menyatakan berduka atas kejadian naas yang menimpa Istano Pagaruyung. Para perantau berharap, pemerintah dan pihak yang berkepentingan tidak larut dalam kedukaan.
“Mari buat rencana lagi untuk membangun yang lebih baik. Kita galang bantuan dari simpatisan,” kata Sekretaris Masyarakat Peduli Kereta Api Sumbar (MPKAS) Nofrins. (mal/ztl/mon/abk)

Tokoh yang Pernah dilewakan di Istano Basa Pagaruyung :

  1. Raja Negeri Sembilan Malaysia Tuanku Ja’afar Bin Tuanku Abdul Rahman
  2. Sultan Hamengkubowono X
  3. Taufik Kemas (suami mantan Presiden Megawati)
  4. Megawati (ketika menjadi Presiden RI)
  5. Gubernur Sumatera Selatan
  6. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution
  7. Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono
  8. Ny Ani Yudhoyono (istri Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono

3 Tanggapan

  1. pak pemerintah kata temanku cepat2 bangun kembali istana pagaruyung, biar kami rajin ksn.!!!!!!!!

  2. dan juga biar tanah datar menjadi daerah kunjungan terutama di sumatera barat, karena ambo yakin tanah datar adalah daerah yang subur ijo royo2, masyarakatnya makmur dan lain2 deh

  3. menurut sejarahnya……..giman sih kq lm a=bgt ngebangunnya????????????? aq kan ken lagi lyt istana berdiri dengn megah. toh kalau dibangun mang masih ada ya benda-benda sejarah yg masih tersisa/////////////?mang benda-benda apa aja sih yg masih tersisa??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: