Tips Perjalanan via Pesawat Terbang

Ada beberapa tip perjalanan jika menggunakan pesawat terbang, di antaranya:

Tiket

Bisa dipesan atau dibeli di loket-loket penjualan resmi dari tiap-tiap maskapai penerbangan, baik di kantor cabang atau di bandar udara. Bisa juga pemesanan dan pembelian dilakukan di agen-agen perjalanan wisata (travel agent).

Setelah mendapatkan tiket periksalah apakah tiket sesuai dengan kebutuhan. Periksalah tujuan penerbangan. Biasanya tercantum kode kota asal dan kota tujuan. Contoh untuk penerbangan Semarang ke Jakarta (Cengkareng) maka akan tertulis SRG-CGK untuk tiket one way (sekali terbang) dan untuk tiket return (pulang pergi) akan tertulis SRG-CGK-SRG. Kemudian periksa hari, tanggal dan jam penerbangan. Jika tiket berstatus oke, periksa apakah sudah ada kode booking.

Dokumen

Yang perlu dipersiapkan selain tiket penerbangan adalah identitas diri KTP atau paspor, untuk persiapan jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Misalnya karena suatu hal pesawat tidak dapat mendarat di kota yang dituju (divert) dan penumpang diharuskan transit maka dengan adanya KTP atau paspor itu akan lebih memudahkan kru pesawat dalam menangani para penumpang.

Jika bepergian dengan membawa bayi yang berumur kurang dari tiga bulan perlu juga menyiapkan surat keterangan dari dokter yang mengizinkan untuk naik pesawat. Surat itu perlu karena bayi berumur kurang dari tiga bulan masih rawan dengan suara keras dan perubahan tekanan udara.

Tas (Barang Bawaan)

Bawalah tas yang cukup untuk ditenteng. Tas berukuran besar dan berat masukkan dalam bagasi pesawat yang akan diurus oleh petugas dari perusahaan penerbangan bersangkutan. Untuk barang bawaan yang kecil dapat dibawa ke dalam kabin.

Untuk bawaan yang lain disesuaikan dengan kebutuhan. Jika memiliki penyakit tertentu, anda perlu menyiapkan obat yang dibutuhkan. Perlu disiapkan uang tunai untuk mengantisipasi pengeluaran-pengeluaran tak terduga.

Jika bepergian dengan bayi sebaiknya siapkan semua perlengkapannya dan tutuplah telinga bayi dengan kapas guna mengantisipasi perbedaan tekanan udara di dalam kabin dan di luar kabin. Selain itu:

1. Sebaiknya datang di bandar udara paling satu jam sebelum jadwal keberangkatan pesawat untuk penerbangan dalam negeri dan dua jam sebelumnya untuk penerbangan luar negeri.

2. Setelah sampai bandar udara segera menuju ke counter check in untuk melapaor kepastian berangkat. Menuju tempat check in atau tempat pelaporan, calon penumpang melewati tempat pemeriksaan barang oleh pihak keamanan bandara.

3. Pada saat check in serahkan tiket Anda kepada petugas. Di situ lembaran tiket akan diambil petugas dan calon penumpang akan menerima tanda masuk atau boarding pass.

4. Mintalah posisi tempat duduk sesuai dengan keinginan Anda apakah di dekat jendela atau di dekat gang (aile) dan di smoking area atau no smoking area.

5. Serahkan barang bawaan Anda yang akan dimasukkan ke dalam bagasi pesawat dan mintalah tanda bukti dari pengelolaan bagasi. Jika barang bawaan lebih dari 20 kg maka Anda akan terkena biaya tambahan dari kelebihan berat barang bawaan dan mintalah tanda terima pembayaran kelebihan berat barang bawaan.

6. Untuk penerbangan luar negeri setelah check in selesai dilanjutkan ke bagian imigrasi guna mengisi formulir keberangkatan dan pemeriksaan dokumen yang diperlukan.

7. Setelah proses check (pelaporan) selesai sebaiknya Anda menunggu saat boarding di ruang tunggu. Jika harus meninggalkan ruang tunggu selalu perhatikan pengumuman-pengumuman (anouncement) yang terdengar siapa tahu pengumuman tersebut berhubungan dengan penerbangan Anda.

8. Pada saat boarding berlakulah dengan tertib. Bagi perokok matikanlah rokok. Di bandar udara banyak fasilitas-fasilitas vital yang sangat berbahaya jika kita tidak berhati-hati.

9. Saat memasuki pesawat jangan berebut dengan sesama penumpang dan duduklah sesuai dengan nomor tempat duduk yang tertera pada boarding pass Anda.

10. Jika Anda membawa barang bawaan ke dalam kabin letakkanlah barang tersebut di rak yang ada di atas tempat duduk. Jangan meletakkan barang di bawah atau disamping tempat duduk karena hal itu tidak diperkenankan, sesuai dengan prosedur keselamatan penerbangan yang ada.

11. Dikawatirkan jika terjadi keadaan darurat maka barang yang terletak di sekitar tempat duduk akan mengganggu prosedur penyelamatan.

12. Pakailah sabuk pengaman kursi dengan benar dan senyaman mungkin. Jangan karena hal itu Anda menjadi tidak nyaman atau sakit.

13. Setelah semua penumpang naik akan diperiksa oleh awak kabin apakah jumlah penumpang sesuai dengan jumlah yang tertera di manifest (daftar) penumpang.

14. Biasanya setelah proses boarding selesai awak kabin akan membagikan permen. Sekilas permen merupakan hal yang sepele namun ada baiknya Anda memakan permen tersebut selama penerbangan.
Air ludah dan kembang gula yang dikulum membantu seseorang menyesuaikan diri terhadap perubahan tekanan udara.

15. Sebelum take off (lepas landas) awak kabin akan memberikan penjelasan ringkas yang berkaitan dengan penerbangan Anda dilanjutkan dengan penjelasan mengenai prosedur keselamatan selama penerbangan dan peragaan penggunaan sabuk pengaman, pelampung penyelamatan dan oksigen mask serta pemberitahuan letak emergency door oleh awak kabin.

16. Para penumpang sebaiknya memperhatikan peragaan tersebut, karena akan sangat membantu jika terjadi keadaan darurat. Bacalah prosedur keselamatan yang ada di depan tempat duduk Anda.

17. Periksa kembali apakah sabuk pengaman kursi sudah terkunci dengan sempurna. Tegakkan posisi tempat duduk dan pastikan meja lipat di depan sudah aman pada tempatnya. Hal ini harus dilakukan sebelum take off dan sebelum landing.

18. Selama penerbangan jika tidak harus ke lavatory (toilet) sebaiknya jangan melepaskan sabuk pengaman guna menjaga jika terjadi guncangan secara tiba-tiba pada saat pesawat harus melewati cuaca tidak menguntungkan.

19. Jika memerlukan tambahan informasi atau bantuan mintalah pada awak kabin pesawat. Selamat menikmati penerbangan dan perjalanan Anda.

MEMBAWA BAYI NAIK PESAWAT TERBANG

Mungkin banyak di antara netter yang ingin tahu, sebaiknya dalam usia berapa bayi layak naik pesawat terbang? Apakah ada efek gangguan pada kesehatannya kalaupun akhirnya bayi terpaksa harus naik pesawat?

Ada dua aspek dalam menjawab pertanyaan ini. Pertama dari segi keselamatan dan lainnya dari segi medis. Kalau dari segi medis : karena tubuh bayi baru saja menyesuaikan diri pasca kelahirannya dan tanda-tanda adanya penyakit pada tubuhnya amat tak kentara maka para ahli menyarankan agar bayi jangan dibawa terbang dalam dua minggu pertama kehidupannya. Artinya, bayi dapat diajak terbang jika telah berusia minimal dua minggu.

Lalu pertanyaan lain yang banyak ditanya, apakah penerbangan dapat
mempengaruhi pendengaran dan apakah bayi dapat terkena efek SIDS ? (sudden infants death syndrom / sindrom kematian tiba-tiba pada bayi). Penerbangan memiliki efek yang sama terhadap telinga orang dewasa maupun telinga bayi. Tekanan udara di dalam kabin akan merubah tekanan di bagian tengah telinga yang akan menggembungkan gendang telinga sehingga bayi akan merasa kesakitan dan tentu saja menangis. Karena itu amat dianjurkan untuk menyusui bayi (ASI atau susu botol ) ketika pesawat take off maupun ketika landing untuk menyeimbangkan tekanan pada telinga. Bayi yang baru saja terkena infeksi telinga mungkin akan merasa tidak nyaman selama penerbangan.

Oleh karena itu sebelum bepergian, konsultasikan dahulu kepada dokter anak anda. Mungkin ia dapat memberikan anda analgesic dalam bentuk obat tetes telinga untuk mengurangi rasa sakit yang timbul. Sedangkan efek SIDS dalam perjalanan dengan pesawat udara belum diketahui secara pasti. Namun dikatakan penerbangan memiliki efek yang sangat sedikit dalam SIDS ini. FAA (Federal Aviation Administration / Badan Administrasi Aviasi milik Amerika Serikat ) mengatakan bahwa lebih banyak bayi yang terkena SIDS di jalan raya daripada di pesawat terbang. Mereka mengatakan bahwa melakukan perjalanan dengan pesawat terbang jauh lebih aman daripada kendaraan di darat. Untuk itu FAA memberikan tip kepada orang tua yang akan bepergian dengan menggunakan pesawat terbang agar :

1. Anak yang beratnya sekitar 18 kg paling aman duduk di kursi penahan badan yang dijamin keamanannya. Untuk anak yang berat badannya dibawah 9 kg dianjurkan untuk menggunakan kursi pengaman yang menghadap ke belakang / berhadapan dengan orang tuanya ( umumnya menempel di dinding pesawat, karena itu ibu-ibu yang membawa anak bayinya akan mendapat seat paling depan ). Bentuknya seperti keranjang bayi. Sedangkan untuk anak yang beratnya sekitar 9 – 18 kg mendapat seat yang menghadap ke depan.

2. Untuk anak yang lebih besar, dapat mempergunakan seat bealts biasa.

3. Untuk anak di bawah usia dua tahun umunya tidak diperkenankan memiliki tiket tersendiri, biasanya ia ikut orang tuanya dan mendapat potongan harga sebesar 50%.

Menurut pengalaman yg mesti diperhatikan adalah pada saat pesawat berangkat dan mendarat kasih saja minum susu supaya kupingnya tidak sakit. telinganya tidak perlu ditutup karena akan menghambat sirkulasi udara dari dan kedalam telinga. Selain itu saya diminta untuk menyusui bayi saya selama take off dan sebelum pesawat landing. Dan kayaknya bayi saya lebih nyaman kalau saya gendong dengan posisi badannya nempel didada dan kepalanya ada di bahu saya selama didalam penerbangan.

About these ads

10 Tanggapan

  1. Makasih..artikelnya bagus n sangat ngebantu banget buat yang mo bepergiaan naik pesawat, khususnya saya yang bentar lagi mo pulang kampung naik pesawat..

  2. huffff,,, bulan depan, lina mw berpergian menggunakan pesawat terbang,,, neh kali pertama,,, makaseh bwt info na…

  3. bagus.. membantu saya yang mau pertama kali naik pesawat dan keluar negeri >.<
    makasih untuk sharing infonya ^^

  4. .nice information n ckup membntu . krna bln dpn q mau k georgia

  5. thanks infox..sangat mmbantu calon penumpang baru yg ingin bpergian via udara..

  6. mantaf

  7. [...] Sumber : Thomy265 [...]

  8. ALHAMDULILAH INFOX NICE

  9. makasih…infonya bantu aku bgt,,,soalnya baru pertama kali mau naik pesawat

    • Terima kasih kembali Evi… semoga perjalanannya lancar & selamat sampai di tujuan :)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: